Nani Heryani
Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MODEL SIMULASI TRANSFER HUJAN-ALIRAN PERMUKAAN (MODEL H2U) UNTUK PENDUGAAN DEBIT DAERAH ALIRAN SUNGAISIMULATION MODEL OF RAINFALL-RUNOFF TRANSFER/H2U MODEL FOR CALCULATE DISCHARGE OF WATERSHED Nani Heryani; Hidayat Pawitan; Gatot Irianto
Agromet Vol. 16 No. 1 & 2 (2002): December 2002
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.846 KB) | DOI: 10.29244/j.agromet.16.1 & 2.76-87

Abstract

Abstract is available in the full text (pdf format)
Pengelolaan Tanah dan Air Pada Budidaya Padi Gogo dan Palawija di Bawah Tegakan Tanaman Tahunan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Nani Heryani; Budi Kartiwa; Adang Hamdani; Nono Sutrisno
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v14n1.2020.1-14

Abstract

Abstrak. Pengembangan padi gogo di lahan kering yang ditunjang oleh teknik pengelolaan tanah dan air yang tepat, berpeluang sebagai salah satu alternatif penyediaan pangan masa depan dan mampu mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional. Perluasan areal tanam untuk tanaman padi gogo di lahan kering di bawah tegakan merupakan salah satu strategi dalam menyokong peningkatan produksi padi sawah. Inovasi teknologi pertanian untuk pengembangan padi gogo pada lahan kering di bawah tegakan tanaman tahunan perlu dilaksanakan secara terpadu meliputi: 1) penggunaan varietas toleran naungan, 2) pengembangan teknik konservasi tanah seperti pembuatan teras, guludan, rorak; penggunaan mulsa dan penanaman rumput, 3) pengembangan sistem  integrasi tanaman-ternak, 4) pemanfaatan teknologi panen air melalui embung, dam parit, long storage, dan pemanfaatan air sungai. Pengelolaan air pada pengembangan padi gogo dan palawija di bawah tegakan tanaman tahunan terutama pada musim kemarau merupakan hal yang mutlak dilakukan. Sumber air irigasi dapat berasal dari infrastruktur panen air atau sumber air lainnya.Abstract. The development of upland rice in dry land, which is supported by appropriate soil and water management techniques, has the opportunity as an alternative in future food procurement efforts. It could also support the improvement of national food security. Expansion of the planting area for upland rice in dry land under crops is one of the strategies to support the increasing rice production. Innovations of agricultural technology for the development of upland rice on dry land under estate crops or forestry should  be implemented in an integrated manner, including: 1) the use of shade tolerant varieties, 2) the development of soil conservation techniques such as terraces, mulch and grass planting, 3) development of crop-livestock integration systems, and 4) utilization of water harvesting technology through small reservoir, channel reservoir, long storage, and river utilization. Water management is absolutely necessary in the development of upland rice and secondary crops under annual crops.  The alternatives  water resources for irrigation are water harvesting infrastructure and other water sources.
Pengembangan Teknologi Panen Air untuk Memenuhi Kebutuhan Domestik Nani Heryani
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v15n2.2021.117-129

Abstract

Kelangkaan air secara global terjadi antara lain karena pertumbuhan penduduk yang tinggi, persaingan penggunaan air, dan perubahan iklim global. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini antara lain pemanfaatan sumber air alami berupa air hujan. Teknologi yang sudah ada sejak masa lalu sudah diaplikasikan secara luas di berbagai negara, namun di Indonesia belum diaplikasikan secara luas. Teknologi sederhana ini dapat dilakukan pada wilayah dengan curah hujan rendah sampai tinggi, baik di perkotaan maupun pedesaan. Aplikasi teknologi panen air hujan untuk keperluan domestik semakin bermanfaat jika terjadi anomali iklim (El-Nino) dan pada saat defisit air. Rancangan panen air untuk keperluan domestik harus memperhitungkan kebutuhan dan ketersediaan air serta kemampuan teknis dan keuangan. Peran aktif masyarakat dalam perancangan dan pemeliharaan sangat penting untuk keberlanjutan pengembangan teknologinya.
Pengembangan Pertanian Lahan Kering Iklim Kering Melalui Implementasi Panca Kelola Lahan Nani Heryani; Popi Rejekiningrum
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v13n2.2019.63-71

Abstract

Abstrak. Wilayah lahan kering beriklim kering pada umumnya memiliki curah hujan rendah kurang dari 2000 mm/tahun. Keterbatasan air dan kesuburan tanah yang rendah menjadi kendala dalam pengembangan lahan jenis ini. Selain itu kondisi lahan pada umumnya berbukit dan bergunung dengan solum tanah dangkal dan berbatu. Salah satu upaya peningkatan produktivitas lahan ini adalah melalui aplikasi panca kelola lahan kering iklim kering guna mendukung swasembada pangan, meliputi: pengelolaan air; pemupukan berimbang; pengelolaan bahan organik, ameliorasi dan konservasi tanah; integrasi tanaman ternak; dan penguatan kelembagaan tani. Produktivitas lahan dan indeks pertanaman yang rendah di lahan kering iklim kering memungkinkan untuk ditingkatkan melalui pemberian irigasi suplemen. Sumber irigasi suplemen dapat berasal dari bangunan panen air berupa embung, dam parit, long storage, pemanfaatan air sungai, air tanah dangkal dan dalam. Aplikasi irigasi hemat air bagi tanaman sangat diperlukan pada kondisi air terbatas. Pemupukan berimbang dengan teknologi nano; pengelolaan hara terpadu yang mengkombinasikan pupuk anorganik dengan pupuk organik dan pupuk hayati; pemanfaatan limbah tanaman untuk pakan ternak dan sebaliknya kotoran ternak untuk bahan organik bagi tanaman; serta pendampingan dan pembinaan kelembagaan secara intensif perlu dilakukan untuk keberlanjutan pertanian lahan kering iklim kering. Abstract. Dryland with dry climate areas generally characterized by low rainfall of less than 2000 mm/year. Water limitations and low soil fertility become obstacles in the development of this type of land. In addition, land conditions are generally have a hilly and mountainous area, shallow solum and rocky soil. One of the efforts to increase land productivity is through the application of five land management of dry land with dry climate area to support food self-sufficiency, such as: water management; balanced fertilization; organic matter management, amelioration and soil conservation; livestock crop integration; and strengthening farmer institutions. Low land productivity and cropping index in dry land with dry climate area makes it possible to increase through the aplication of supplementary irrigation. Sources of supplement irrigation were come from water harvesting infrastructures such as water reservoir, channel reservoir, long storage, river water utilization, shallow and deep ground water. Water saving irrigation are very necessary in limited water conditions. Balanced fertilization with nano technology; integrated nutrient management that combines inorganic fertilizers with organic fertilizers and biological fertilizers; utilization of crop waste for animal feed and vice versa livestock manure for organic material for plants; and intensive institutional assistance and guidance, needs to be carried out for the sustainability of dry land with dry climate agriculture.
Pengelolaan Tanah dan Air Pada Budidaya Padi Gogo dan Palawija di Bawah Tegakan Tanaman Tahunan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Nani Heryani; Budi Kartiwa; Adang Hamdani; Nono Sutrisno
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v14n1.2020.1-14

Abstract

Abstrak. Pengembangan padi gogo di lahan kering yang ditunjang oleh teknik pengelolaan tanah dan air yang tepat, berpeluang sebagai salah satu alternatif penyediaan pangan masa depan dan mampu mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional. Perluasan areal tanam untuk tanaman padi gogo di lahan kering di bawah tegakan merupakan salah satu strategi dalam menyokong peningkatan produksi padi sawah. Inovasi teknologi pertanian untuk pengembangan padi gogo pada lahan kering di bawah tegakan tanaman tahunan perlu dilaksanakan secara terpadu meliputi: 1) penggunaan varietas toleran naungan, 2) pengembangan teknik konservasi tanah seperti pembuatan teras, guludan, rorak; penggunaan mulsa dan penanaman rumput, 3) pengembangan sistem  integrasi tanaman-ternak, 4) pemanfaatan teknologi panen air melalui embung, dam parit, long storage, dan pemanfaatan air sungai. Pengelolaan air pada pengembangan padi gogo dan palawija di bawah tegakan tanaman tahunan terutama pada musim kemarau merupakan hal yang mutlak dilakukan. Sumber air irigasi dapat berasal dari infrastruktur panen air atau sumber air lainnya.Abstract. The development of upland rice in dry land, which is supported by appropriate soil and water management techniques, has the opportunity as an alternative in future food procurement efforts. It could also support the improvement of national food security. Expansion of the planting area for upland rice in dry land under crops is one of the strategies to support the increasing rice production. Innovations of agricultural technology for the development of upland rice on dry land under estate crops or forestry should  be implemented in an integrated manner, including: 1) the use of shade tolerant varieties, 2) the development of soil conservation techniques such as terraces, mulch and grass planting, 3) development of crop-livestock integration systems, and 4) utilization of water harvesting technology through small reservoir, channel reservoir, long storage, and river utilization. Water management is absolutely necessary in the development of upland rice and secondary crops under annual crops.  The alternatives  water resources for irrigation are water harvesting infrastructure and other water sources.
Pengembangan Teknologi Panen Air untuk Memenuhi Kebutuhan Domestik Nani Heryani
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v15n2.2021.117-129

Abstract

Kelangkaan air secara global terjadi antara lain karena pertumbuhan penduduk yang tinggi, persaingan penggunaan air, dan perubahan iklim global. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini antara lain pemanfaatan sumber air alami berupa air hujan. Teknologi yang sudah ada sejak masa lalu sudah diaplikasikan secara luas di berbagai negara, namun di Indonesia belum diaplikasikan secara luas. Teknologi sederhana ini dapat dilakukan pada wilayah dengan curah hujan rendah sampai tinggi, baik di perkotaan maupun pedesaan. Aplikasi teknologi panen air hujan untuk keperluan domestik semakin bermanfaat jika terjadi anomali iklim (El-Nino) dan pada saat defisit air. Rancangan panen air untuk keperluan domestik harus memperhitungkan kebutuhan dan ketersediaan air serta kemampuan teknis dan keuangan. Peran aktif masyarakat dalam perancangan dan pemeliharaan sangat penting untuk keberlanjutan pengembangan teknologinya.