p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH LAPISAN UMPAN KAWAT SENG PADA BAJA KARBON DAN BAJA PERKAKAS DENGAN PROSES BUSUR LISTRIK Rita Djunaidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.23 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i1.40

Abstract

Dalam penelitian ini di lakukan Proses Semprot Logam Busur Listrik dengan umpan Kawat Seng menggunakan variable logam dasar berbeda yaitu Logam Perkakas dengan Logam Karbon. Kekerasan Baja Perkakas 410 HV Sedangkan Baja Karbon mencapai 405 HV. Dari hasil penelitian Baja Perkakas lebih tinggi di banding Baja Karbon laju Aus Deposit Logam Semprot dipengaruhi kekerasan. Kata Kunci: umpan kawat seng, baja perkakas, baja karbon
PENGARUH PELAPISAN SERBUK STELITE 6 DENGAN PROSES LOGAM NYALA API OKSI ASETELIN TERHADAP KETAHANAN AUS Rita Djunaidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.762 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i2.45

Abstract

Kedua logam dasar yaitu baja Tool Steel ASSAB XW-10 dan baja Mild Steel dilapisi serbuk Stellite-6 terjadi peningkatan kekerasan dari 217 HV menjadi 378 HV untuk lapisan baja Tool Steel ASSAB XW-10 dan sebesesar 157 HV menjadi 421 HV untuk lapisan baja Mild Steel. Demikian pula untuk kekerasan makro juga mengalami peningkatan kekerasan sebesar 659 HV dan 241 HV pada lapisan baja Tool Steel ASSAB XW-10 dan baja Mild Steel. Berdsarkan data hasil penelitian terlihat untuk pengujian keausan bahwa baja Tool Steel ASSAB XW-10 memiliki nilai laju aus yang rendah dibanding dengan baja Mild Steel pada tiga kondisi yang berbeda yaitu kecepatan, beban dan jarak luncur, ini menunjukkan bahwa lapisan baja Tool Steel ASSAB XW-10 memiliki daya tahan terhadap keausan dimana kontak permukaan antara lapisannya dengan permukaan logam dasar terlihat baik. Bila diperbandingkan sifat kedua lapisan, lapisan baja Tool Steel ASSAB XW-10 memiliki sifat kekerasan makro dan laju aus yang baik dibanding lapisan pada baja Mild Steel. Kata Kunci : Serbuk Stellite-6, baja Tool Steel ASSAB XW-10
PENGARUH LAPISAN UMPAN KAWAT ALUMUNIUM PADA BAJA KARBON DENGAN PROSES BUSUR LISTRIK TERHADAP KETAHANAN AUS Rita Djunaidi; Siti Zahara Nuryanti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.578 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v1i1.10

Abstract

ABSTRAK Lapisan Alumunium banyak digunakan dalam Dunia Industri karena sifatnya ringan, konduktivitas panas dan Listrik yang tinggi. Alumunium banyak digunakan untuk aplikasi sebagai bahan elektronik, industri, peralatan kantor, pesawat kapal terbang, Aluminium juga dapat dipakai sebagai pelindung Baja Karbon atau sebagai anoda karbon untuk melindungi permukaan logam dari ke ausan. Salah satu jenis komponen yang sering mengalami ke ausan adalah tabung Boiler, karena Tabung Boiler selain beroperasi untuk memanaskan air juga air umpan yang masuk ke Boiler masih memungkinkan banyak ion sehingga sangat mudah mengalami ke ausan. Contoh anoda korban yang bisa di pakai selain Alumunium yaitu Seng, Crom, Nikel dan sebagai nya. Lapisan Kawat Alumunium (Al) pada permukaan Baja Karbon ini dipakai sebagai bahan pelapis. Proses yang menggunakan bahan pelapis Alumunium ini adalah Proses Penyemprotan Busur Listrik yang menggunakan bahan umpan pelapisnya Aluminium berbentuk kawat dengan ukuran diameternya 2,5mm–3mm. Tebal lapisan Alumunium pada jarak semprot (85, 135, 185mm) hasilnya (270, 210, 170µm), dilihat dari hasil ini, semakin jauh semprot tebal lapisan Alumunium menjadi menurun, Kekerasan menjadi berkurang, dan ke Ausan lapisan Alumunium menjadi meningkat. Kata kunci : Lapisan Almunium, Busur listrik, ketahanan aus
PENGARUH JARAK PERMUKAAN PEMOTONGAN DENGAN PENCEKAMAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PROSES FRIS Bahrul Ilmi; Iqbal Qureisy; Rita Djunaidi; Asmadi Asmadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.306 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.212

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh jarak permukaan pemotongan dengan pencekaman benda kerja terhadap kekasaran permukaan hasil proses fris vertikal. Pada penelitian ini dilakukan analisa perbedaan kekasaran permukaan hasil pemotongan proses fris yang disebabkan perbedaan jarak permukaan pencekaman benda kerja terhadap tinggi permukaan pemotongan. Material yang digunakan untuk spesimen adalah pelat baja karbon rendah ST37, mesin yang digunakan adalah mesin fris vertikal dan pahat potong HSS. Spesimen dibuat berjumlah 9 spesimen, yaitu masing-masing 3 spesimen untuk setiap variasi untuk jarak permukaan pemesinan dengan pencekaman 10 mm, 50 mm dan 90 mm, yaitu spesimen dengan ukuran tinggi 11 mm, 51 mm dan 91 mm. Masing-masing lebar spesimen 40 mm dan tebal 10 mm. Setelah dilakukan proses pemesinan kemudian diukur kekasaran permukaan masing-masing spesimen. Dari hasil pengukuran untuk jarak permukaan pemotongan dari permukaan pencekaman benda kerja 10 mm di dapati nilai rata-rata kekasaran Ra 0,724 μm, Rq 0,971 μm dan Rz 4,719 μm, pada saat variasi jarak dinaikkan menjadi 50 mm terjadi peningkatan nilai rata-rata Ra menjadi sebesar 1,298 μm, Rq 1,626 μm dan Rz 7,679 μm atau terjadi kenaikan nilai kekasaran Ra sebesar 79,28 %, Rq sebesar 77,32 % dan Rz 62,73 %. Pada saat variasi jarak dinaikkan menjadi 90 mm terjadi peningkatan lagi dengan nilai rata-rata Ra 1,471 μm atau terjadi kenaikan nilai kekasaran Ra sebesar 103,18 %, Rq 115,49 % dan Rz 98,75 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak tinggi permukaan pemotongan dari permukaan pencekaman benda kerja pada proses pemesinan dengan menggunakan mesin fris vertikal pada material pelat baja karbon rendah ST37 dan pahat endmill HSS, maka semakin besar nilai kekasaran permukaan yang didapat, dan sebaliknya. Jadi, jarak tinggi permukaan pemotongan dari permukaan pencekaman benda kerja pada proses fris harus jadi perhatian bagi operator mesin fris karena berpengaruh signifikan pada hasil akhir penyelesaian permukaan benda kerja. Kata kunci : kekasaran permukaan, proses fris, tinggi permukaan pemotongan
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP LAJU KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BAKAR BENSIN 4-TAK DOHC Ronald Abidin; Ratih Diah Andayani; Bahrul Ilmi; Rita Djunaidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.236

Abstract

Motor bensin tersusun oleh beberapa komponen utama meliputi; blok silinder (cylinder block), kepala silinder (cylinder head), poros engkol (crankshaft), piston, batang piston (connecting rod), roda penerus (fly wheel), poros cam (cam shaft), dan mekanik katup (valve mechanic). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh penambahan zat aditif pada bahan bakar pertalite terhadap laju konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Bahan bakar yang digunakan adalah pertalite dan bahan bakar pertalite dengan penambahan zat aditif, penelitian dilakukan dengan menggunakan motor bakar roda empat yaitu mobil Bensin 4-Tak DOHC. Analisa dilakukan terhadap laju konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang CO, gas CO2 dan HC. Hasil penelitian menunjukkan Zat aditif yang ditambahhkan pada bahan bakar pertalite dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada putaran mesin 2000 rpm dengan nilai persentase sebesar 2,32 % dibanding kondisi tanpa zat aditif. Pada putaran 3000 rpm justru menujukkan peningkatan konsumsi bahan bakar dan mencapai persentase selisih sebesar 14,86 % Sedangkan pengaruh zat aditif terhadap emisi gas buang dapat mnurunkan emisi gas buang CO sebesar .4,17 %, pada putaran 3000 rpm dan meningkatkankuantitas emisi gas CO2 sebesar 0,61 % pada putaran 1000 rpm, 1,1 % pada putaran 2000 rpm dan 3,53 % pada putaran 3000 rpm. sedangkan pengaruh zat aditif terhadap emisi HC dapat menurunkan emisi HC sebesar 7,69 pada putaran 2000 rpm Kata kunci : motor bakar bensin, pertalite, zat aditif, konsumsi bahan bakar, emisi gas buang.