Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cara Pandang Guru Kristen terhadap Otoritas dalam Kerangka Kisah Agung Dinda Mawar Sandi; Cathryne Berliana Nainggolan
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 6, No 2 (2020): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v6i2.95

Abstract

The teacher is an influential person in the classroom. The magnitude of this influence is because the teacher has the authority to be responsible in the classroom. However, not all teachers can exercise their authority in the classroom properly. Teachers treat students too hard or too softly in class so that it takes the teacher's role to be able to carry out their duties with the right authority. Teachers will be able to exercise authority properly if they have the right perspective on authority. The purpose of this paper is to explain the importance of a Christian teacher's perspective in exercising authority in the classroom towards students. The research method used is literature review, using books and journals related to the topic. The teacher's authority is the authority given by God the highest authority. The Great Story is a Biblical framework of creation, fall, redemption, and exaltation. Since the beginning of creation, God has given authority to Adam & Eve to rule and maintain the earth. This proves that the teacher's authority is a gift from God that must be worked out. The result of writing this paper is that the Christian perspective on authority is the basis for teachers to exercise their authority. This perspective helps Christian teachers understand the source and purpose of the authority given, which is for the glory of God so that the teacher can exercise his authority properly.AbstrakGuru merupakan pribadi yang berpengaruh di dalam kelas. Besarnya pengaruh tersebut dikarenakan guru memiliki otoritas untuk bertanggung jawab di dalam kelas. Namun demikian, tidak semua guru dapat menjalankan otoritasnya di dalam kelas dengan baik. Guru memperlakukan siswa terlalu keras atau terlalu lembut di kelas sehingga dibutuhkan peran guru untuk dapat menjalankan tugasnya dengan otoritas yang benar. Guru akan dapat menjalankan otoritas dengan benar jika memiliki dasar cara pandang yang benar pula mengenai otoritas. Tujuan dari makalah ini untuk menjelaskan pentingnya cara pandang guru Kristen dalam menjalankan otoritas di kelas terhadap siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan menggunakan buku dan jurnal yang terkait dengan topik. Otoritas guru merupakan otoritas yang diberikan oleh Tuhan sang pemegang otoritas tertinggi. Kisah Agung adalah kerangka pikir Alkitab yang terdiri dari penciptaan, kejatuhan, penebusan, dan pemuliaan. Sejak awal penciptaan, Tuhan sudah memberikan otoritas kepada Adam dan Hawa untuk menguasai dan memelihara bumi. Hal tersebut membuktikan bahwa otoritas yang dimiliki guru adalah pemberian Tuhan yang harus dikerjakan. Hasil dari penulisan makalah ini adalah cara pandang Kristen terhadap otoritas adalah dasar guru menjalankan otoritasnya. Cara pandang tersebut membantu guru Kristen memahami sumber dan tujuan otoritas yang diberikan yaitu untuk kemuliaan Allah sehingga guru dapat mempraktikkan otoritasnya dengan benar.
PENGENALAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS SISWA DI SD DASANA INDAH Cathryne Berliana Nainggolan; Ganda Sari; Novel Priyatna; Bertha N. Silitonga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2706

Abstract

Kehadiran sekolah di tengah kehidupan siswa tidak hanya terkait dengan hal akademik belaka. Pada masa kini, kehadiran sekolah dituntut untuk dapat mendampingi keberadaan siswa secara holistis, yang juga meliputi sisi psikologis siswa. Kemampuan para guru untuk mendampingi masalah psikologis menuntut pengenalan guru terhadap dinamika perkembangan psikologis siswa. Sekolah Dasar Dasana Indah memiliki tantangan menghadapi perkembangan psikologis siswanya yang merupakan generasi alpha. Selain ketergantungan mereka pada gadget dan teknologi, tantangan kehidupan keluarga dan ekonomi juga menjadi variabel-variabel pemicu munculnya tindakan negatif dan kebiasaan kurang baik pada siswa, seperti sering terlambat datang ke sekolah, perilaku yang mencari perhatian orang lain, tantrum, emosi yang tidak stabil, cara bicara kasar kepada guru/ orang lain, tidak mengerjakan tugas sekolah sesuai instruksi, dan menangis jika tidak dapat mengerjakan soal ulangan. Para guru telah melakukan upaya pendekatan namun sikap fenomena sikap dan tindakan yang sama kembali berulang terjadi. Sigmund Freud dan Abraham Maslow telah memberikan sumbangsih untuk membantu menganalisa penyebab-penyebab utama muncul tindakan dan sikap negatif pada seseorang. Maka seminar ini diadakan atas kerjasama Sekolah Dasar Dasana Indah dan Universitas Pelita Harapan dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen-dosen yang dilakukan dalam 2 kali seminar yaitu tanggal 7 April dan 26 April 2025 untuk memberikan seminar pengenalan guru terhadap perkembangan psikologis siswa. Hasil yang diperoleh adalah para guru peserta seminar memberikan respon bahwa dari seminar mereka mampu mengenali akar-akar utama penyebab munculnya berbagai bentuk fenomena sikap dan tindakan negatif siswa. Selain itu, lewat seminar ini, para guru dapat menemukan pendekatan yang berbeda kepada siswa.