Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Numerasi di SD Persatuan Binong Oce Datu Appulembang; Bertha Natalina Silitonga; Ganda Sari; Kimura Patar Tamba
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11372

Abstract

ABSTRAK Numerasi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Pendidikan masa kini di Indonesia. Dikatakan bahwa penguasaan akan numerasi, membawa kita kepada kepekaan terhadap numerasi itu sendiri (sense of numbers) dan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membawa kepada kemampuan memelihara dan mengelola SDA dan persaingan dengan SDM dari berbagai negara. Guru perlu mendapatkan pelatihan dalam menerapkan metode pembelajaran, memilih, membuat, dan memodifikasi permasalahan sehari-hari yang dapat digunakan di dalam pembelajaran di kelas dan untuk penilaian. Hal ini menjadi permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru di Sekolah Persatuan Binong yang belum mendapatkan penguatan pendampingan dalam hal numerasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan numerasi di SD Persatuan Binong dan menumbuhkan motivasi bagi guru-guru mengenai gerakan numerasi di SD Persatuan Binong. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pelatihan dalam bentuk diskusi, tanya jawab dan workshop. Pelatihan penguatan numerasi memberikan dampak positif terhadap guru-guru di SD Persatuan Binong akan numerasi, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang mendukung numerasi. Anak-anak juga semakin tertarik dalam belajar, memiliki keterampilan numerasi yang baik dan juga guru-guru dapat memiliki wawasan yang semakin luas.  Kata Kunci: Guru, Numerasi, Pelatihan, Siswa  ABSTRACT Numeration is one of the things that are of concern in today's education in Indonesia. It is said that mastery of numeracy leads us to a sense of numbers and their relation in everyday life. This leads to the ability to maintain and manage natural resources and competition with human resources from various countries. Teachers need training in applying learning methods, selecting, creating, and modifying everyday problems that can be used in classroom learning and for assessment. This is a problem faced by teachers at Binong Unity School who have not received strengthening assistance in terms of numeracy. The purpose of this activity is to strengthen numeracy at SD Persatuan Binong and foster motivation for teachers about the numeracy movement at SD Persatuan Binong. The method used in this activity is training in the form of discussions, questions and answers, and workshops. Numeracy strengthening training has a positive impact on teachers at SD Persatuan Binong on numeracy, planning, and implementing learning that supports numeracy. Children were also increasingly interested in learning, have good numeracy skills, and also teachers can have broader insights.   Keywords: Teacher, Numeracy, Training, Students
PENGENALAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS SISWA DI SD DASANA INDAH Cathryne Berliana Nainggolan; Ganda Sari; Novel Priyatna; Bertha N. Silitonga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2706

Abstract

Kehadiran sekolah di tengah kehidupan siswa tidak hanya terkait dengan hal akademik belaka. Pada masa kini, kehadiran sekolah dituntut untuk dapat mendampingi keberadaan siswa secara holistis, yang juga meliputi sisi psikologis siswa. Kemampuan para guru untuk mendampingi masalah psikologis menuntut pengenalan guru terhadap dinamika perkembangan psikologis siswa. Sekolah Dasar Dasana Indah memiliki tantangan menghadapi perkembangan psikologis siswanya yang merupakan generasi alpha. Selain ketergantungan mereka pada gadget dan teknologi, tantangan kehidupan keluarga dan ekonomi juga menjadi variabel-variabel pemicu munculnya tindakan negatif dan kebiasaan kurang baik pada siswa, seperti sering terlambat datang ke sekolah, perilaku yang mencari perhatian orang lain, tantrum, emosi yang tidak stabil, cara bicara kasar kepada guru/ orang lain, tidak mengerjakan tugas sekolah sesuai instruksi, dan menangis jika tidak dapat mengerjakan soal ulangan. Para guru telah melakukan upaya pendekatan namun sikap fenomena sikap dan tindakan yang sama kembali berulang terjadi. Sigmund Freud dan Abraham Maslow telah memberikan sumbangsih untuk membantu menganalisa penyebab-penyebab utama muncul tindakan dan sikap negatif pada seseorang. Maka seminar ini diadakan atas kerjasama Sekolah Dasar Dasana Indah dan Universitas Pelita Harapan dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen-dosen yang dilakukan dalam 2 kali seminar yaitu tanggal 7 April dan 26 April 2025 untuk memberikan seminar pengenalan guru terhadap perkembangan psikologis siswa. Hasil yang diperoleh adalah para guru peserta seminar memberikan respon bahwa dari seminar mereka mampu mengenali akar-akar utama penyebab munculnya berbagai bentuk fenomena sikap dan tindakan negatif siswa. Selain itu, lewat seminar ini, para guru dapat menemukan pendekatan yang berbeda kepada siswa.
Mentoring Kristen sebagai Strategi Pendampingan Holistis bagi Mahasiswa Baru: Studi Kualitatif pada Domain Spiritual, Intelektual, Emosional, dan Sosial Ganda Sari
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 8, No 1 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v8i1.470

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of Christian mentoring practices in supporting new students' holistic adjustment across the spiritual, intellectual, emotional, and social domains. The study used a qualitative approach with six randomly selected new students from the class of 2024 at a Christian higher education institution in Tangerang who participated in a mentoring program for one academic year. Data sources included mentee interviews as primary data, mentoring program evaluations, and focus group discussions (FGDs) as supporting data. Data were analyzed using the Miles and Huberman (2014) model through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The evaluation results showed that this mentoring activity effectively supported students' holistic adjustment across four domains. In the intellectual domain, namely receiving intellectual support and learning strategies through mentors. In the emotional domain, namely acceptance without judgment and support for emotional regulation. And in the social domain, namely social adaptation and a sense of belonging. Meanwhile, the supporting data support the interview findings. However, there are some points that Christian higher education institutions should pay attention to, including the difficulty of finding a suitable time for mentoring meetings, the lack of normative mentoring activities, mentees becoming dependent on mentors and being treated unfairly, and the difficulty of building close relationships due to mentees being less active in asking questions or being shy. These points will serve as input for mentoring providers in Christian higher education.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas praktik mentoring Kristen dalam mendukung penyesuaian diri mahasiswa baru secara holistis pada domain spiritual, intelektual, emosional, dan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dengan subjek 6 mahasiswa baru angkatan 2024 disalah satu pendidikan tinggi Kristen di Tangerang yang mengikuti program mentoring selama satu tahun akademik yang dipilih secara acak. Sumber data meliputi wawancara mentee sebagai data utama dan evaluasi program mentoring dan FGD sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (2014) melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan mentoring ini efektif mendukung penyesuaian diri mahasiswa secara holistis pada 4 domain. Pada domain intelektual, yaitu mendapatkan dukungan intelektual dan strategi belajar melalui mentor. Pada domain emosional yaitu penerimaan tanpa dihakimi dan dukungan regulasi emosi. Dan pada domain sosial yaitu adaptasi sosial dan rasa memiliki. Sedang pada data pendukung menyatakan dukungan terhadap temuan wawancara. Namun terdapat catatan yang harus diperhatikan oleh intitusi pendidikan tinggi Kristen, diantaranya adalah sulit menemukan waktu yang cocok untuk pertemuan mentoring, kegiatan mentoring bersifat normatif, mentee menjadi bergantung kepada mentor dan mentee yang diperlakukan tidak adil dan mentee masih sulit membangun kedekatan karena mentee kurang aktif bertanya atau malu. Masukan untuk institusi pendidikan Kristen.