Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Actinomycetes yang diisolat dari mangrove Rhizophora apiculata di perairan Tanjung Api-api, Sumatera Selatan Tika Gustiana; Rozirwan Rozirwan; T. Zia Ulqodry
Jurnal Penelitian Sains Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.823 KB) | DOI: 10.56064/jps.v23i3.662

Abstract

Actinomycetes is one type of endophytic bacteria that lives in the mangrove plant tissues. Bioactive compound which form Actinomycetes can be use as potential medicine in medic industry and pharmacy sector. This study aimed to isolate and identify the kinds of the Actinomycetes bacteria at mangrove Rhizophora apiculata from Tanjung Api-api waters, South Sumatera. This research method included measurement of environmental parameters, mangrove sampling, isolation, characterization and identification of bacteria. The result of research found two isolates of Actinomycetes in the lower roots (AB T4) and leaf (Leaf T2). The isolates code AB T4 had characteristics of moderate colony size, circular shape, entire edge, convex elevation, white colony color, had hyphae, rod-shaped cells, non motile, aerobic, gram positive, negative for oxidase, indole and gelatin, positive for catalase, citrate, urea, ornithine, aesculin, galactose, glucose and trehalose, OF oxidative and fermentative. While the isolates code Leaf T2 had characteristics of moderate colony size, irregular shape, undulate edge, raised elevation, creamy white colony color, had hyphae, gram positive, rod-shaped cells, non motile, aerobic, positive for catalase, ornithine, aesculin, celobiosa, glucose, lactose, melibiosa, sorbitol and trehalose, negative for oxidase, citrate, urea, gelatin and indole, OF oxidative and fermentative. Both isolates AB T4 and Leaf  T2 were identified as Nocardia genus in lower root samples (AB T4) and Actinomadura genus in leaf samples (Leaf T2).
Peningkatan Kemandirian Pembudidaya Ikan Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Pakan Buatan Berbasis Bahan Baku Lokal Amal, Ikhlasul; Riris Aryawati; T. Zia Ulqodry; Hendri, Muhammad; Isnaini
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1887

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons atas tantangan struktural yang dihadapi pembudidaya ikan di Desa Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin, khususnya tingginya ketergantungan terhadap pakan komersial dan belum optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Dalam praktik budidaya, pakan komersial menempati porsi terbesar dalam struktur biaya produksi, yakni sekitar 60–80%, sehingga berdampak pada terbatasnya margin keuntungan serta meningkatnya risiko keberlanjutan usaha. Situasi tersebut kontras dengan kondisi lingkungan setempat yang memiliki ketersediaan bahan baku lokal, seperti keong mas, limbah kepala udang, dan ikan rucah, yang sejatinya berpotensi dikembangkan sebagai pakan mandiri bernilai ekonomis namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pembudidaya ikan melalui pendekatan peningkatan pengetahuan dan pemahaman konseptual, sekaligus pengembangan keterampilan dalam memproduksi pakan buatan yang efisien, bermutu, dan berbasis sumber daya lokal. Proses pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui pengenalan program, penyampaian materi mengenai prinsip dasar formulasi pakan dan pemanfaatan limbah lokal, diskusi partisipatif, serta evaluasi pembelajaran menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Sebanyak 31 orang pembudidaya ikan berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2025. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, tercermin dari kenaikan skor rata-rata peserta dari 49,9 sebelum kegiatan menjadi 87,3 setelah pelatihan. Selain peningkatan aspek kognitif, peserta juga memperlihatkan sikap positif dan komitmen untuk mulai mengembangkan pakan mandiri sebagai strategi pengendalian biaya produksi. Luaran kegiatan meliputi laporan kemajuan, dokumentasi pelaksanaan, serta perencanaan tindak lanjut berupa pelatihan praktik lanjutan dan pengujian mutu pakan pada periode berikutnya, dengan harapan mendorong efisiensi dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di wilayah pesisir.