Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SOLUSI

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP KEGUNAAN LAPORAN NILAI TAMBAH, NERACA NILAI SEKARANG DAN LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN SOSIAL PADA BANK SYARIAH (STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG) Wahyu Widayat; Anita Damajanti
Solusi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.131 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v8i2.1936

Abstract

Perkembangan institusi keuangan Islam seperti bank syariah, Asuransi syariah dan pasar modal syariah cukup pesat. Fenomena tersebut membawa konsekuensi kebutuhan akan konsep dan praktek Akuntansi Syariah yang sesuai dengan nilai-nilai islam. Ketiadaan standar yang benar-benar memenuhi prinsip-prinsip syariah dalam hal pelaporan keuangan organisasi Islam menjadi sesuatu hal yang harus diselesaikan. Keberadaan Laporan Nilai Tambah, Neraca Nilai Sekarang dan Laporan Pertanggung jawaban Sosial secara teori  menjadi penting mengingat keberadaanya oleh pakar Akuntansi syariah dianggap lebih mewakili wajah Akuntansi syariah.Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Indah Puspitasari (2006) dan Qomar (2005) dengan responden mahasiswa akuntansi di kota Semarang. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris persepsi mahsiswa akuntansi terhadap kegunaan Laporan Nilai Tambah, Neraca Nilai Sekarang dan  Laporan  Pertanggung jawaban  Sosial  pada  Laporan  keuangan  Bank  Syariah. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner, dengan metode purposive sampling diperoleh 65 responden yang telah mengikuti mata kuliah akuntansi syariah dan teori akuntansi. Alat analisis untuk menguji hipotesis dengan one sample t-test.Adapun setelah dilakuakan pengujian terhadap hipotesis pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa akuntansi mempersepsikan bahwa Laporan Nilai Tambah, Neraca Nilai Sekarang dan Laporan Pertanggung jawaban Sosial Berguna untuk dilampirkan dalam laporan keuangan Bank Syariah. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Qomar (2005) pada akuntan publik dan akuntan pendidik, dan penelitian lndah Puspitasari yang dilakukan pada akuntan di Bank Syariah dan akuntan IAI.
Prediksi Minat Karir Mahasiswa Akuntansi untuk menjadi Konsultan Pajak Damajanti, Anita; Chika Amanda
Solusi Vol. 23 No. 3 (2025): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v23i3.12154

Abstract

Rasio jumlah wajib pajak yang harus diaudit tidak sebanding dengan jumlah konsultan pajak yang terdaftar di Indonesia. Fenomena ini mendorong dilakukannya penelitian tentang minat mahasiswa untuk menjadi konsultan pajak. Self-efficacy, imbalan finansial, dan pengakuan professional digunakan sebagai variabel prediktor terhadap minat pemilihan jalur karir sebagai konsultan pajak. Model penelitian disusun berdasarkan teori karir kognitif sosial dan teori perilaku terencana. Data primer dikumpulkan menggunakan instrumen berupa kuesioner tertutup. Setiap variabel diukur dengan empat pertanyaan. Setiap pertanyaan diberi pilihan jawaban berdasarkan skala likert. Populasi penelitian yaitu mahasiswa program studi S1 akuntansi Universitas Semarang. Sampel ditentukan berdasarkan kriteria yaitu mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir dan telah menempuh semua mata kuliah yang terkait dengan perpajakan. Berdasarkan kriteria sampel diperoleh 104 jawaban responden. Berdasarkan pengujian pearson correlation.dan Cronbach aplha mengindikasikan bahwa semua variabel memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Model penelitian dirumuskan dengan model regrersi metode kuadrat terkecil. Hasil pengujian t statistik menunjukkan bahwa variabel self-efficacy, imbalan finansial, dan pengakuan professional mampu memprediksi keinginan mahasiswa untuk berkarir sebagai konsultan pajak. Nilai F statistik menunjukkan keseluruhan variabel independen secara signifikan mempengaruhi variabel dependen, Nilai koefisien determinasi menunjukkan kekuatan prediksi model pada level moderat. Kata kunci: konsultan pajak; self-efficacy; imbalan finansial; pengakuan profesional
PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERDAGANGAN ECERAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2015-2018 Damajanti, Anita; Wulandari, Hasnita; Rosyati, Rosyati
Solusi Vol. 19 No. 1 (2021): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v19i1.2998

Abstract

Persaingan usaha yang ketat di sektor perdagangan eceran atau retail mengakibatkan beberapa gerai menutup usahanya. Faktor penyebab tutupnya retail besar di beberapa tempat antara lain kebiasan masyarkat yang mengalihkan cara belanja ke online, daya beli masyarakat yang menurun dan lesu, dan faktor internal dari dalam perusahaan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress pada perusahaan sektor perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018. Rasio keuangan yang diteliti adalah rasio profitabilitas, likuiditas, leverage, aktivitas, dan sales growth. Variabel Financial Distress di proksikan menggunakan rumus Altman Z-Scored. Data diperoleh dari perusahaan sektor perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015-2018. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Perusahaan yang memenuhi kriteria sampel sebanyak 19 perusahaan. Berdasarkan metode data panel diperoleh 76 data dari 19 perusahaan selama 4 tahun. Tahap selanjutnya dilakukan uji outlier dan diperoleh hasil akhir data yang dapat diolah sebanyak 74 data. Pengujian hipotesis menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh rasio keuangan secara parsial dan simultan terhadap financial distress. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial rasio profitabilitas, likuiditas, leverage dan sales growth berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan rasio aktivitas tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Secara simultan semua variabel berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Nilai adjusted R2 sebesar 0,955 menunjukkan bahwa rasio profitabilitas, likuiditas, leverage, sales growth, dan rasio aktivitas  mampu memprediksi variabel financial distress sebesar 95,5% dan sisanya yaitu 4,5% diprediksi oleh   variabel di luar model penelitian.  Kata Kunci : Financial Distress, Rasio Keuangan, Perdagangan Eceran
FAKTOR PENENTU FLUKTUASI PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Handika, Hangga; Damajanti, Anita; Rosyati, Rosyati
Solusi Vol. 19 No. 3 (2021): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v19i3.3503

Abstract

Indeks  Harga  Saham  di  Pasar modal dipengaruhi oleh banyak  faktor.Fluktuasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan kondisi yang terjadi di Bursa saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI, Inflasi, Nilai Kurs IDR/USD, Harga Minyak Dunia, Harga Emas Dunia, dan Indeks Dow Jones terhadap IHSG di BEI secara simultan dan parsial. Adanya ketidakkonsistenan antara hasil penelitian - penelitian terdahulu dengan teori yang telah dikemukakan mengenai IHSG menimbulkan pokok masalah yang menarik untuk diteliti kembali.Metode   analisis  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  regresi linier berganda. Sebelum melakukan analisis regresi data-data penelitian terlebih dahulu harus memenuhi uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, autokolerasi, heteroskedastisitas, dan multikolinieritas. Data penelitian yang digunakan merupakan data sekunder yang dipublikasikan melalui website Bank Indonesia, Yahoo Finance, investing, goldpriceoz berupa data bulanan dari tahun 2014 sampai dengan 2020 untuk tiap variabel penelitian.Hasil dari penelitian ini secara simultan menunjukkan bahwa variabel Tingkat Suku BungaSBI, Inflasi, Nilai Kurs IDR/USD, Harga Minyak Dunia, Harga  Emas  Dunia,  dan  Indeks  Dow  Jones  secara   simultan  berpengaruh signifikan tehadap IHSG. Sementara secara parsial menunjukkan bahwa variabel Tingkat Suku Bunga SBI, Inflasi, dan Harga Minyak Dunia secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap IHSG. Nilai Kurs IDR/USD dan Harga Emas Dunia secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG.  Indeks  Dow  Jones  secara   parsial  berpengaruh  positif  dan  signifikan terhadap IHSG.  
FAKTOR PENENTU KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI KABUPATEN SEMARANG Pramesti, Nurfiyani Dyah; Damajanti, Anita
Solusi Vol. 20 No. 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v20i2.4585

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian intern, penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah pegawai organisasi perangkat daerah di Kabupaten Semarang yang menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan / Keuangan dan Aset sebanyak 46 orang. Penelitian ini menggunakan metode sensus dalam pengumpulan data. Kuesioner yang dikirim sebanyak 46 dan yang terisi dan dapat diolah sebanyak 40. Analisi data menggunakan regresi linier berganda. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel kualitas sumber daya manusia berpengaruh, sistem pengendalian intern, penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, dan variabel pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Nilai koefisien determinasi (R Square) adalah 0,781 yang artinya sebesar 78,1% variabel independen dapat menerangkan variabel dependen sedangkan sisanya sebesar 21,9% diterangkan oleh variabel bebas lain yang tidak diajukan dalam model penelitian ini.
Determinan Penerimaan Pajak Di Negara-Negara Berpenghasilan Menengah Damajanti, Anita
Solusi Vol. 24 No. 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i1.13519

Abstract

Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara, khususnya di negara berpenghasilan menegah. Peningkatan penerimaan pajak dapat mendorong kemandirian keuangan di negara berpenghasilan menegah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak di negara-negara yang dikategorikan berpenghasilan menengah berdasarkan kriteria Bank Dunia tahun 2024. Penelitian ini menganalisis pertumbuhan ekonomi, keterbukaan perdagangan, foreign direct investment, industri manufaktur dan inflasi yang diprediksi sebagai determian penerimaan pajak. Populasi penelitian ini yaitu negara berpenghasilan menengah sebanyak 108 negara. Sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 41 negara selama periode 2015-2024, Jumlah observasi dengan balanced data panel yaitu 410 observasi. Tahap pengolahan data meliputi analisis deskriptif statistik, pemilihan spesifikasi model regresi data panel, dan pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil uji chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier disimpulkan bahawa model regresi yang sesuai digunakan pada persamaan model ini yaitu model Random Effect. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan aplikasi Eviews. Hasil uji hipotesis secara parsial dan secara simultan yaitu pertumbuhan ekonomi, keterbukaan perdagangan, foreign direct investment, industri manufaktur dan inflasi secara signifikan mempengaruhi penerimaan pajak. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu. Implikasi penelitian ini yaitu negara-negara berpenghasilan menengah sebaiknya fokus untuk meningkatkan akses investasi modal asing, meningkatkan transaksi perdagangan luar negeri, mendorong peningkatan industri manufaktur, serta mengedalikan inflasi agar dapat mendorong peningkatan penerimaan pajak. Kemandirian keuangan negara yang berasal dari pajak diharapkan dapat mendorong negara-negara berpenghasilan menengah untuk meningkat menjadi kelompok negara berpenghasilan tinggi.