Eka Asih Putrina Taim
Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEBARAN KERAMIK ASING PADA MASA SRIWIJAYA (ABAD KE-7-13 MASEHI) DI PESISIR TIMUR SUMATERA BAGIAN SELATAN: BUKTI KRONOLOGI DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Eka Asih Putrina Taim
Forum Arkeologi VOLUME 33, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/fa.v33i2.596

Abstract

Srivijaya is the largest maritime kingdom in Southeast Asia, trade is one of the main elements that makes it famous. The traces of his greatness are spread not only in South Sumatra but also in neighboring countries. Ceramics are one of the most archaeological remains found in various archaeological sites during the Srivijaya period in southern Sumatra. These fragments can be found in various characteristics of the site, from settlements to religions, and are a strong indication of past activity. Ceramic findings can lead us to explore not only the shape and decoration but also the origin of the object produced and the relative chronology of each of these ceramics. Further benefits of the findings of foreign ceramics, can be traced from past activities to international trade relations and even political. This article will discuss the findings of foreign ceramics in the South Sumatra region and the background of its existence in the past, especially in the Sriwijaya era. Qualitative method is a method used to discuss these problems, namely by analyzing the shape, origin and chronology of ceramics, and the relationship of their existence at each site. Aim of this article give an idea of the distribution of ancient ceramics especially from Cina which were in the archaeological sites of the Srivijaya period in South Sumatra in the 7th to 13th centuries AD (Sriwijaya era). The result of the research is an illustration of the distribution of types of Chinese ceramic findings found in Sriwijaya period sites based on shape and chronology so that their function and role can be determined. Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Perdagangan merupakan salah satu unsur utama yang membuatnya terkenal. Keramik salah satu artefak yang paling banyak ditemukan diberbagai situs masa Sriwijaya di Sumatera bagian selatan. Fragmen keramik tersebut ditemukan diberbagai karakteristik situs, dari permukiman hingga keagamaan, dan merupakan salah satu indikasi kuat aktivitas masa lalu. Temuan keramik juga dapat mengetahui dimana diproduksi dan kronologi relatifnya. Manfaat lebih lanjut dari temuan keramik asing, dapat melacak aktivitas masa lalu hingga hubungan perdagangan internasional bahkan politis. Artikel ini akan membahas mengenai temuan keramik di wilayah Sumatera Selatan dan hal-hal yang melatarbelakangi keberadaanya di masa lalu terutama di masa Sriwijaya. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan menganalisa bentuk, asal dan kronologi keramik serta hubungan keberadaannya pada tiap situs. Tujuan artikel ini memberikan gambaran tentang persebaran keramik kuno terutama dari Cina yang berada di Situs-situs arkeologi masa Sriwijaya di Sumatera Selatan pada abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi (masa Sriwijaya). Hasil penelitian berupa gambaran mengenai sebaran jenis temuan keramik Cina yang ditemukan di Situs-situs masa Sriwijaya berdasarkan bentuk dan kronologi sehingga dapat diketahui fungsi dan peranannya.
STUDI KEWILAYAHAN DALAM PENELITIAN PERADABAN ŚRIWIJAYA Eka Asih Putrina Taim
KALPATARU Vol. 22 No. 2 (2013)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Great of Śrivijaya Kingdom must had a great civilization as well as its greatness. The civilization spread to the entire region under his control, not only in southern Sumatra, but also in all parts of the archipelago and even in Southeast Asia. Yet the archaeological study of the Śrivijaya civilization is still spatial, not able to describe the common thread between the position and function between one of Śrivijaya site to others, either nationally and regionally and internationally. Integrity in Śrivijaya study or research is necessary to get a holistic result, not separated by a region boundary either in administrative or territorial geographical. in this paper will try to discuss about the research orientated area that is not fragmented by separation either geographical, administrative, or work areas. Kerajaan Śriwijaya memiliki peradaban yang tersebar di seluruh wilayah yang berada di bawah kekuasaannya, tidak hanya di Sumatra bagian selatan, tetapi di seluruh wilayah Nusantara bahkan di wilayah Asia Tenggara. Hasil studi arkeologi mengenai peradaban Śriwijaya masih bersifat spatial, belum dapat menggambarkan posisi dan fungsi antara satu situs Śriwijaya dengan situs Śriwijaya lain, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Studi atau penelitian Śriwijaya diperlukan secara integritas dalam suatu kawasan untuk mendapatkan hasil secara holistik, tidak terpisah-pisah oleh batasan wilayah, baik secara administratif maupun kewilayahan geografis. Dalam makalah ini akan dicoba untuk membahas mengenai penelitian berorientasi kawasan yang tidak dipisah-pisah baik secara geografis, administratif, maupun wilayah kerja.
KERAMIK MUATAN KAPAL KARAM CIREBON: SEBARAN DI SITUS-SITUS ARKEOLOGI SUMATERA BAGIAN SELATAN Eka Asih Putrina Taim
KALPATARU Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cirebon shipwreck was found in 2003 and then its cargo successfully rescued (removed) in 2005 to 2007. Although various types of findings in the shipwreck cargo, ceramics from the late 9th century up to 10 M are the findings most and populous. So many and prominence of the form and amount of the findings of ceramics, drawing attention to know where thosecommodities were loaded, where else location which also present the similar kind of those ceramics in the archipelago, as seen from the direction and position of the sunken ship shown the ship might came from some place in western region and most likely is the region of Southern Sumatra. This article will attempt to explain the distribution of similar findings (ceramics), the location of its sites in the region of Southern Sumatra, and its relationship with the activity of the cruise ship later sank on its way in the waters off the coast of Cirebon. The methods used were qualitative and comparative analysis which give description and ceramics distribution. The results of this analysis can be concluded on the sites in the region of South Sumatra has an important role in shipping and trading of the past, either as the port of destination or stay over port for local sailors to load commodity trading before distributed to other regions in archipelago. Kapal karam di perairan pantai Cirebon merupakan kapal karam yang ditemukan pada tahun 2003, kemudian muatan nya berhasil diselamatkan (diangkat) pada tahun 2005 hingga 2007. Meski berbagai jenis temuan dalam muatan kapal karam tersebut, keramik asing dari akhir abad ke-9-10 merupakan temuan salah satu terbanyak atau terpadat. Begitu banyak dan menonjolnya bentuk dan jumlah temuan keramik, bila melihat dari arah dan lokasi kapal tersebut karam menunjukkan kapal ini berasal dari sebuah tempat di wilayah barat dan kemungkinan besar adalah wilayah Sumatera Bagian Selatan. Tulisan ini akan berusaha memaparkan sebaran temuan sejenis (keramik) yang terdapat pada situs-situs di wilayah Sumatera Bagian Selatan, dan hubungannya dengan aktivitas pelayaran kapal yang kemudian karam dalam perjalanannya di perairan lepas pantai Cirebon, melalui pemerian dan pemetaan sebaran serta melakukan data tertulis dan data penelitian-penelitian yang telah dilakukan dalam permasalahan yang terkait dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan komparatif. Hasil dari analisis ini dapat disimpulkan mengenai sebaran situs-situs di wilayah Sumatera Bagian Selatan memiliki peran yang cukup penting pada pelayaran dan perdagangan masa lalu, baik sebagai pelabuhan tujuan maupun pelabuhan singgah untuk para pelaut Nusantara memuat komoditi dagang sebelum di distribusikan ke wilayah lain. Kata kunci: Kapal karam Cirebon, Keramik abad ke 9-10 M, Sumatera Bagian Selatan.