Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Design of Smart Farm Irrigation Monitoring System Using IoT and LoRA Kurniawan D. Irianto
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 6 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.699 KB) | DOI: 10.29207/resti.v6i1.3707

Abstract

Agriculture is an essential part of society in Indonesia because most of the population lives off of farming. Water and irrigation are the most critical and central factors in the agricultural system. The uneven distribution of irrigation water can be a problem for farmers. In addition, most of the current irrigation systems are still operated manually, for example, irrigation gates. The gate still works manually and requires human labor to run it. This study aims to design a smart farm irrigation system using internet of things and LoRa communication technology. LoRa can transmit information up to a range of several kilometers without an internet connection. It will be advantageous when the farm's location is deep in the forest, and there is no GSM signal for internet access. This study indicates that this system brings benefits for farmers in running agriculture. Farmers' work time is shorter. They can use the remaining time to do other businesses to increase their income. The irrigation monitoring process becomes easier because they do not need to come to the farm location. In fact, they can use smartphones to monitor it.
Pre-SEMMS: A Design of Prepaid Smart Energy Meter Monitoring System for Household Uses Based on Internet of Things Kurniawan D. Irianto
Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : Department of Electromedical Engineering, POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jeeemi.v5i2.282

Abstract

The use of prepaid smart electricity services from the State Electricity Company (SEC) for the general public in Indonesia has increased. It is because prepaid electricity has several advantages compared to postpaid electricity. One of them is that it is becoming easier for customers to manage and control their daily electricity usage. Customers can also estimate their total electricity consumption each month. However, customers still have to manually view the information on the electricity meter to find data and information on prepaid electricity. It can make it difficult for customers if the electricity meter is placed outside the house, which is quite far away. Customers must also constantly monitor the use of electricity. This article discusses a prepaid smart electricity consumption monitoring design using Internet of Things technology. The design is carried out without changing the standard prepaid electricity meter system from the SEC. However, a KWH meter tool has been developed that has been combined with Internet of Things technology and can calculate and monitor electricity usage. The results show that with this system, customers can more easily find out and monitor their daily electricity consumption.
PERANCANGAN SISTEM MONITORING PENGUNJUNG PUSKESMAS BEBASIS IOT Akmal Zaidan Ravian; Kurniawan D. Irianto
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 15 No 3 (2024): Technologia (Juli)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v15i3.15361

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas kesehatan penting yang memberikan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Namun, Puskesmas sering menghadapi tantangan dalam mengelola antrian dan waktu tunggu yang lama. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan Sistem Pemantauan dan Perhitungan Pengunjung berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor Passive Infrared (PIR). Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengkodean, pengujian, dan implementasi. Sistem ini mampu mendeteksi objek manusia yang melewati pintu masuk dan keluar dengan sensor PIR berakurasi tinggi. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa sistem ini berhasil meningkatkan efisiensi manajemen pengunjung, mengurangi waktu tunggu, dan memastikan penyampaian layanan yang tepat waktu. Selain itu, sistem ini menyediakan data real-time yang membantu dalam alokasi sumber daya dan perencanaan operasional. Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi administratif Puskesmas tetapi juga meningkatkan pengalaman pasien, sehingga memperbaiki kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan di Puskesmas. Kata Kunci:  Kualitas pelayanan, Puskesmas, Internet of Things (IoT), manajemen pengunjung, sensor PIR.
Perancangan User Experience Aplikasi Kebugaran Lansia Febrianty Ayu Puspitasari; Kurniawan D. Irianto; Andhika Giri Persada
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 15 No 3 (2024): Technologia (Juli)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v15i3.15414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain UI/UX aplikasi kebugaran yang ditujukan bagi lansia dengan menggunakan Metode User Centered Design (UCD). Seiring bertambahnya usia, menjaga kebugaran tubuh menjadi sangat penting untuk mempertahankan kualitas hidup dan kesehatan. Namun, banyak lansia yang kurang menjaga kesehatan dan kebugaran mereka serta kurang mendapatkan informasi yang cukup terkait dengan kebugaran. Penelitian ini berangkat dari masalah tersebut dengan tujuan untuk menciptakan sebuah rancangan aplikasi yang dapat membantu lansia dalam menjaga kebugaran tubuh mereka secara efektif. Proses pengembangan rancangan aplikasi ini melibatkan partisipasi aktif dari pengguna lansia untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Rancangan aplikasi ini dirancang untuk memberikan informasi yang mudah dipahami serta latihan kebugaran yang aman dan sesuai untuk lansia. Dalam pengujiannya menggunakan Metode Cognitive Walkthrough untuk melihat apakah pengguna bisa menggunakan rancangan ini atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan aplikasi ini berhasil memenuhi kebutuhan pengguna lansia dan dapat meningkatkan kesadaran serta aktivitas kebugaran mereka. Data yang diperoleh dari uji coba menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan partisipasi lansia terhadap kegiatan kebugaran. Dengan demikian, aplikasi ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam mendukung kebugaran lansia. Kata Kunci : UI/UX, Metode User Centered Design, Metode Cognitive Walkthrough.
Perancangan UI/UX Aplikasi GoMasjid Menggunakan Pendekatan Human Centered Design Dio Rizky Adiswara; Kurniawan D. Irianto
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 15 No 3 (2024): Technologia (Juli)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v15i3.15565

Abstract

Pada waktu-waktu tertentu jumlah jamaah yang datang akan lebih banyak sehinga perlu adanya sistem monitoring yang dapat memudahkan jamaah mengetahui situasi yang ada di area masjid seperti jumlah jamaah dan kapasitas kendaraan yang terparkir secara real-time. Hal tersebut yang melatarbelakangi pembuatan aplikasi GoMasjid. GoMasjid adalah aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan jamaah mengetahui kondisi jumlah jamaah dan kendaraan yang ada di halaman parkir yang tersedia di masjid tersebut, khususnya Masjd Baiturrahman, Sleman. Perancangan aplikasi GoMasjid memakai pendekatan Human Centered Design (HCD), dimana desainer menempatkan diri sebagai pengguna bertujuan untuk memahami kebutuhan dan ekspetasi mereka secara mendalam. Melmiliki 3 tahap yang terdapat pada metode HCD yaitu, inspiration, ideation, dan implementation. Dalam fase inspiration desainer melaukkan pengumpulan data dari kuisioner dan menggali referensi melalui internet. Fase ideation adalah realisasi konsep dan inspirasi yang didapat dari tahap sebelumnya guna mendapatkan solusi. Pada tahap ini menghasilkan desain wireframe. Pada tahap terakhit yaitu implementation terdapat dua poin penting yaitu prototyping dan testing. Proses pembuatan prototyping ini menggunakan tools Figma. Proses testing dilakukan secara daring yaitu melalui metode Maze Design dengan melibatkan 10 responden. Dari hasil testing yang sudah diterima, didapat nilai akhir sebesar 96% yang menyatakan bahwa rancangan aplikasi teruji dan layak digunakan.
PERANCANGAN SISTEM IRIGASI CERDAS PADA TANAMAN HIAS BERBASIS INTERNET OF THINGS Dzikri Muhammad Jumadil; Kurniawan D. Irianto
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 16 No 4 (2025): Technologia (Oktober)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v16i4.20095

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah membuka peluang besar dalam otomatisasi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pertanian dan hortikultura. Salah satu penerapannya adalah sistem irigasi otomatis yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas perawatan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem irigasi otomatis berbasis IoT guna membantu perawatan tanaman hias secara efisien. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor kelembapan tanah dan sensor suhu/kelembapan udara. Ketika kelembapan tanah berada di bawah ambang batas, pompa air akan aktif secara otomatis, dan data kondisi lingkungan dikirim ke Firebase untuk ditampilkan melalui antarmuka web. Desain antarmuka menggunakan pendekatan Human Centered Design (HCD) agar ramah pengguna. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menyiram tanaman secara otomatis dan memberikan pemantauan real-time terhadap kondisi tanah dan udara. Sistem ini efektif dalam mengurangi beban penyiraman manual, terutama bagi individu dengan mobilitas tinggi.