komala komala
STKIP Siliwangi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STIMULASI MELEJITKAN POTENSI, MINAT DAN BAKAT PADA ANAK USIA DINI komala komala
Tunas Siliwangi Vol 3, No 2 (2017): VOL 3 NO 2, OKTOBER 2017
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v3i2p181-194.650

Abstract

Setiap anak memiliki potensi, minat dan bakat yang berbeda-beda.  Potensi yang  besar pada setiap anak dapat dikembangkan apabila  distimulasi dengan baik sehingga kemampuan anak semakin meningkat. Anak yang distimulasi dengan cara yang tepat, tentu hasilnya akan lebih  baik.  Dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan stimulasi yang benar. Stimulasi adalah  berbagai rangsangan, seperti kesempatan bermain, fasilitas belajar, atau materi (misalnya cerita atau bacaan), yang dapat memicu anak untuk belajar atau mengolah pengajaran. Potensi  adalah hal-hal spesifik yang ada pada diri anak, yang tampak lebih bila dibandingkan dengan anak seusianya. Minat adalah dorongan yang kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang menjadi keinginannya. Sedangkat bakat adalah adalah sebuah sifat dasar, kepandaian dan pembawaan yang dibawa sejak lahir. Untuk dapat menstimulasi yang tepat terlebih dahulu  orang tua dan guru harus mengetahui potensi anak. Bila potensi  anak sejak awal sudah diketahui, kemungkinan risiko orang tua dan guru dalam memberikan  stimulasi  yang tidak sesuai dengan passion mereka  menjadi berkurang. Stimulasi  yang sesuai dengan bakat dan minat anak pun bisa membuat tumbuh kembang mereka optimal karena dijalani tanpa paksaan. Selain itu, proses stimulasi menjadi lebih mudah diterima karena anak melakukannya bukan semata-mata karena kewajiban melainkan juga sesuatu yang menyenangkan untuk mereka. Munculnya potensi (kemampuan) anak memang bergantung pada rangsangan yang diberikan orangtua dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, wajib bagi orangtua dan guru untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi anak sejak dini. Makin dini anak menerima stimulasi akan makin baik. 
PENERAPAN PROGRAM PENDIDIKAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI GURU DAN APLIKASI PENDIDIKAN GIZI UNTUK ANAK USIA DINI (Studi Kuasi Eksperimen pada Guru-Guru PAUD di Kota Cimahi dan Bandung Barat) Komala Komala; Siti Khodijah
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 4, No 1 (2017): Volume 4, No. 1 Mei 2017
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.789 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v4i1p16-20.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi guru, sehingga guru dapat mengaplikasikan pendidikan gizi untuk anak usia dini dengan menerapkan program pendidikan gizi berupa diklat dan pelatihan gizi bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini. Metode penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen, dengan berbentuk Non Equivalent Control Group Design. Gambaran secara umum pendidikan anak usia dini baru terbatas pada pembiasaan makan selingan pada bekal makanan anak, mewarnai gambar buah-buahan. Pendidikan gizi yang diberikan anak belum meluas pada area pembelajaran lainnya. Hasil pretest yang dilakukan terhadap pengetahuan gizi guru, untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang hampir sama yaitu berturut-turut rata-rata sebesar 20,49dan rata-rata 20,41. Setelah dilakukan program pada kedua kelompok, yakni kelompok eksperimen menggunakan program pendidikan gizi, dankelompok kontrol menggunakan program konvensional, dilakukan postest dan untuk kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata sebesar 29,13 dengan standar deviasi 1,22. Sedangkan untuk hasil postest kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata Pengetahuan Gizi Guru sebesar 25,10 dengan standar deviasi 2,29. Artinya, program pendidikan gizi dapat meningkatkan pengetahuan gizi guru. Ini berarti terdapat perbedaan peningkatan Aplikasi Pendidikan Gizi guru yang signifikan antara guru memperoleh kegiatan dengan program pendidikan gizi dengan guru yang memperoleh program konvensional. Rata-rata peningkatan Aplikasi Pendidikan Gizi guru pada eksperimen yaitu 30,97 lebih besar dibandingkan kelompok kontrol sebesar 20,28, selisih perbedaan tersebut sebesar 10,69.  Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Aplikasi Pendidikan Gizi guru yang memperoleh program pendidikan gizi lebih baik dibandingkan dengan guru yang memperoleh program konvensional. Kata Kunci: Pengetahuan gizi, aplikasi gizi dan pendidikan anak usia
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN MAJEMUK ANAK USIA DINI Komala Komala; Chandra Asri Windarsih
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 3, No 1 (2016): Volume 3, No. 1 Mei 2016
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.175 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v3i1p9-18.472

Abstract

This study aims at investigating the effectiveness of learning programs using traditional games to develop early childhood’s multiple Intelligence in TK Kartika XIX-3 and TK Pandiga Cimahi. This study is motivated by the discovery of early childhood’s multiple intelligence possibility developments that has not been developed well, so that it needs developing optimally by applying traditional games learning program. To formulate program framework and find data as material for program formulation, this study uses quantitative approach and quasi-experiment method. The sample of this study is group B TK Kartika XIX-3 and TK Pandiga consisting of 18 students of class control and 18 students of class experiment. The procedures of this study consist of pre-field, implementing study, data analysis and study report. The results of this study show that: First, the development of early childhood’s multiple intelligence is various for every student. Second, learning program of traditional games has the following formulation: rationality, purpose, target and scope. Third, learning program through traditional games is effective to develop early childhood’s multiple intelligence. Based on the results, the mean of class experiment is 172, 70 higher than class control whose mean is 143,550. It means that class experiment’s multiple intelligence is better than class control; in other words, the treatment given to class experiment in the form of learning program through traditional games is effective to develop students’ multiple intelligence. Based on the results above, this study recommends that kindergarten teachers should formulate learning programs in accordance with curriculum that is related to particular learning themes in order to develop theoretical or practical learning activities for students, so that they are able to develop their multiple intelligence dominant in their selves. The researchers themselves should apply kinds of games that are suitable for developing children’s multiple intelligence so that it will appear optimally.Keywords: multiple intelligence, traditional games, early childhood