Rosdiana Moeksin
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan bioetanol dari air limbah cucian beras menggunakan metode hidrolisis enzimatik dan fermentasi Eni R; W Sari; Rosdiana Moeksin
Jurnal Teknik Kimia Vol 21 No 1 (2015): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk Indonesia, maka kebutuhan pokok berupa beras, yang merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Beras menjadi nasi, sebelum dimasak dilakukan peroses pencucian terlebih dahulu. menghasilkan limbah berupa cucian air beras.Limbah cucian beras ini yang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan bioetanol, masih mengandung karbohidrat yang dapat dihidrolisa untuk menghasilkan glukosa. Pada penelitian ini, proses hidrolisis dilakukan penambahkan enzim glukoamilase dengan variabel bebas yaitu 1, 2, dan 3% (v/v) dengan sampel cucian air beras 1500 ml. Proses fermentasi, dengan variasi waktu fermentasi 2, 4, dan 6 hari, dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 1,5% (v/v), pH fermentasi 4,5; Hasil penelitian kadar penambahan enzim glukoamilase sebesar 3% (v/v) dan waktu optimum hidrolisis 6 jam menghasilkan kadar glukosa sebesar 93,02 mg/L. Waktu optimum fermentasi 4 hari yang menghasilkan kadar etanol sebesar 11,177%
Pembuatan bioetanol dari kulit pisang raja (musa sapientum) menggunakan metode hidrolisis asam dan fermentasi Melly A; Septyana A.P; Rosdiana Moeksin
Jurnal Teknik Kimia Vol 21 No 2 (2015): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol sebagai bahan bakar alternatif dibuat dengan proses fermentasi karbohidrat dengan bantuan mikroorganisme. Peneltian ini, sumber karbohidrat yang digunakan kulit pisang raja (Musa sapientum). Kandungan karbohidrat pada kulit pisang raja 59,00 mg/g. Karbohidrat (pati) dari kulit pisang raja dikonversi menjadi glukosa dengan metode hidrolisis asam menggunakan H2SO4 0,5 M. Hidrolisis dilakukan selama 2 jam pada suhu 100oC, dengan bantuan bakteri Saccharomyces cerevisiaepada Ph 4. Penelitian ini variasi beratSaccharomyces cerevisiae3,6; 5,4; dan 7,2 gram, dengan waktu fermentasi 72, 120, 168 dan 216 jam. Bioetanol dengan waktu fermentasi 168 jam dan berat ragi 3,6 gram diperoleh32,7%. Hasil analisa menggunakan Gas Chromatography(GC), kadar bioetanol tertinggi sebesar 43,5%.
Pengaruh komposisi pembuatan biobriket dari campuran serbuk gergaji, kulit singkong dan batubara terhadap nilai pembakaran Rosdiana Moeksin; Adi Kunchoro; Rengga Ulil Ambri Zecy
Jurnal Teknik Kimia Vol 21 No 4 (2015): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Indonesia setiap tahun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Dengan meningkatnya pertumbuhan tersebut, maka semakin banyak pula sumber energi yang digunakan. Oleh karena itu, perlu ditemukannya energi alternatif baru untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan campuran limbah kulit singkong dan serbuk untuk membuat biobriket.Pada penelitian ini, biobriket dibuat dengan pencampuran bahan baku antara Kulit Ubi Kayu dan Serbuk Gergaji dengan komposisi : 90 KUK : 10 SG ; 85 KUK : 15 SG ; 80 KUK : 20 SG ; 75 KUK : 25 SG ; 70 KUK : 30 SG ; 30 KUK : 70 SG ; 25 KUK : 75 SG ; 20 KUK : 80 SG ; 15 KUK : 85 SG ; 10 KUK : 90 SG.Pencampuran biobriket menggunakan perekat tepung tapioka sebanyak 10% dari berat biobriket dengan temperatur karbonisasi untuk kulit ubi kayu sebesar 300oC dan untuk serbuk gergaji sebesar 500oC. Berdasarkan hasil analisa biobriket didapatkan semakin banyak komposisi bahan baku serbuk gergaji maka akan menghasilkan nilai kalor yang tinggi. Kondisi optimum didapatkan pada sampel dengan komposisi 10 KUK : 90 SG dengan nilai kalor sebesar 5775 cal/gr.