Rachmanto Rachmanto
Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Sekolah Pasca Sarjana UGM

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGEJAR PEMIMPIN IDEAL Rachmanto Rachmanto
Jurnal Kawistara Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.101 KB) | DOI: 10.22146/kawistara.5236

Abstract

Berkali-kali sudah Indonesia mengalami pengantianpemimpin, baik di level lokal maupun nasional, tetapi seakanmasih jauh dari konsep kepemimpinan yang ideal. Soekarnolahir sebagai bapak bangsa yang menggebrak, tetapi padaakhirnya dia tergelincir oleh kediktatoran. Soeharto hadirmembawa konsep pembangunan. Ironisnya dia juga lengahResensidan akhirnya terperangkap dalam sistemorde baru yang korup. Habibie, Gus Dur,Megawati, hingga SBY pun akhirnyabelum mampu merepresentasikan konsepkepemimpinan ideal yang berhasil dan dapatditerima oleh semua pihak.Pada tahun 2014, Indonesia kembalimengadakan pemilu. Dua calon presiden,Joko Widodo dan Prabowo Subianto,keduanya adalah aset bangsa yang luarbiasa. Keduanya adalah orang hebat. Jokowimemiliki pengalaman panjang dalambirokrasi. Dia juga sosok yang sederhana danmerakyat. Sementara Prabowo adalah sosokyang tegas dan disiplin. Pengalamannyasebagai militer membuatnya pahambagaimana cara menjaga bangsa yang besarini. Maka siapapun pemenangnya, rakyatIndonesia layak untuk optimis akan semakinmakmurnya Bangsa Indonesia dan ketikaKPU akhirnya menetapkan Jokowi sebagaipresiden terpilih, maka rakyat Indonesia punperlu berbangga.
MENGEJAR PEMIMPIN IDEAL Rachmanto Rachmanto
Jurnal Kawistara Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.5236

Abstract

Berkali-kali sudah Indonesia mengalami pengantianpemimpin, baik di level lokal maupun nasional, tetapi seakanmasih jauh dari konsep kepemimpinan yang ideal. Soekarnolahir sebagai bapak bangsa yang menggebrak, tetapi padaakhirnya dia tergelincir oleh kediktatoran. Soeharto hadirmembawa konsep pembangunan. Ironisnya dia juga lengahResensidan akhirnya terperangkap dalam sistemorde baru yang korup. Habibie, Gus Dur,Megawati, hingga SBY pun akhirnyabelum mampu merepresentasikan konsepkepemimpinan ideal yang berhasil dan dapatditerima oleh semua pihak.Pada tahun 2014, Indonesia kembalimengadakan pemilu. Dua calon presiden,Joko Widodo dan Prabowo Subianto,keduanya adalah aset bangsa yang luarbiasa. Keduanya adalah orang hebat. Jokowimemiliki pengalaman panjang dalambirokrasi. Dia juga sosok yang sederhana danmerakyat. Sementara Prabowo adalah sosokyang tegas dan disiplin. Pengalamannyasebagai militer membuatnya pahambagaimana cara menjaga bangsa yang besarini. Maka siapapun pemenangnya, rakyatIndonesia layak untuk optimis akan semakinmakmurnya Bangsa Indonesia dan ketikaKPU akhirnya menetapkan Jokowi sebagaipresiden terpilih, maka rakyat Indonesia punperlu berbangga.