Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Vol 4, No 1 (2014)

MENGEJAR PEMIMPIN IDEAL

Rachmanto Rachmanto (Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Sekolah Pasca Sarjana UGM)



Article Info

Publish Date
21 Apr 2014

Abstract

Berkali-kali sudah Indonesia mengalami pengantianpemimpin, baik di level lokal maupun nasional, tetapi seakanmasih jauh dari konsep kepemimpinan yang ideal. Soekarnolahir sebagai bapak bangsa yang menggebrak, tetapi padaakhirnya dia tergelincir oleh kediktatoran. Soeharto hadirmembawa konsep pembangunan. Ironisnya dia juga lengahResensidan akhirnya terperangkap dalam sistemorde baru yang korup. Habibie, Gus Dur,Megawati, hingga SBY pun akhirnyabelum mampu merepresentasikan konsepkepemimpinan ideal yang berhasil dan dapatditerima oleh semua pihak.Pada tahun 2014, Indonesia kembalimengadakan pemilu. Dua calon presiden,Joko Widodo dan Prabowo Subianto,keduanya adalah aset bangsa yang luarbiasa. Keduanya adalah orang hebat. Jokowimemiliki pengalaman panjang dalambirokrasi. Dia juga sosok yang sederhana danmerakyat. Sementara Prabowo adalah sosokyang tegas dan disiplin. Pengalamannyasebagai militer membuatnya pahambagaimana cara menjaga bangsa yang besarini. Maka siapapun pemenangnya, rakyatIndonesia layak untuk optimis akan semakinmakmurnya Bangsa Indonesia dan ketikaKPU akhirnya menetapkan Jokowi sebagaipresiden terpilih, maka rakyat Indonesia punperlu berbangga.

Copyrights © 2014