Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Barakuda 45

Analisis Disiplin Kerja Pegawai Melalui Faktor Kepemimpinan Pada Perusahaan PT. Jati Indah Permai Kabupaten Cirebon, Jawa Barat Zuki Kurniawan
Barakuda'45 Vol 1 No 2 (2019): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.815 KB) | DOI: 10.47685/barakuda45.v1i2.46

Abstract

Dalam suatu organisasi perusahaan kunci keberhasilan bukan hanya terletak pada produk atau jasa yang dihasilkan namun juga seberapa jauh upaya pimpinan dalam meningkatkan disiplin kerja pegawainya. Kepemimpinan merupakan salah satu kunci dalam kehidupan suatu perusahaan. Kepemimpinan dapat dikatakan sebagai cara dari seorang pemimpin dalam mengarahkan, mendorong dan mengatur seluruh unsur-unsur di dalam kelompok atau organisasinya untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Pemimpin yang sukses adalah apabila pemimpin tersebut mampu menjadi pencipta dan pendorong bagi bawahannya dengan menciptakan suasana dan budaya kerja yang dapat memacu disiplin para pegawainya. Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi para bawahannya untuk bertindak sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan. Pemimpin juga harus mampu memberikan wawasan, membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan bawahannya. Sehingga hal ini dapat meningkatkan disiplin kerja pegawai pada perusahaan tersebut.Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif dan korelasional. Deskriptif adalah suatu masalah yang dibahas dengan cara mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data sehingga dapat memberikan gambaran tentang pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai sehingga pada akhirnya dihasilkan suatu kesimpulan. Untuk analisis dan mengintrepretasikan data secara kuantitatif, digunakan alat bantu statistik sehingga memudahkan penafsiran data mentah yang diperoleh. Koefisien Korelasi (uji r) Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh r sebesar 0,668 mengandung arti terdapat hubungan yang positif dan kuat sebesar 0,668 antara kepemimpinan dengan disiplin kerja. Koefisien determinasi (uji r2) pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai adalah sebesar 44,6 % atau sebesar 0,446. Sedangkan faktor lain yang mempengaruhi disiplin kerja pegawai adalah mencapai 100 % - 44,6 % = 55,4 %. Uji Signifikasi (uji t) t hitung sebesar 6,536 lebih besar dari t tabel yaitu 2,000 atau jatuh pada daerah penolakan Ho, dengan demikian hipotesis alternatif diterima. Artinya ada pengaruh antara kepemimpinan dengan disiplin kerja pegawai. Regresi Linear, dihasikan persamaan Y = 21,04 + 0,984 x yang mengandung makna bahwa apabila nilai X dinaikan satu satuan, maka nilai Y akan naik sebesar 0,984 pada tingkat konstanta 21,04.
Cultural Heritage And Creative Arts Development M Guntoro; Zuki Kurniawan; Mia Rosalina
Barakuda'45 Vol 4 No 2 (2022): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v4i2.319

Abstract

Indonesia has cultural diversity that is the pride of the Indonesian people. Indonesian culture has its unique variations and types. However, the development of the times and the era of openness have led to the entry and development of foreign cultures, which are more in demand by some people because they regard foreign cultures as modern. This results in the younger generation preferring a new culture which may be considered more attractive and practical compared to the local culture. This cultural diversity cannot be separated from the creative economy, which is believed to be a new wave in world economic trends after the biotechnology, information and communication era. As a new wave in the world's thought discourse, it raises various pros and cons from various groups and organizations. This research uses a descriptive analysis method. The research results and discussion show that creative economy-based industries can be developed more broadly using a culture-based approach. With its enormous cultural wealth, Indonesia has great potential and opportunity to become the centre of the world's creative economy. Technological developments in the Industry 4.0 era brought about many changes, especially in the creative industry, where there were many creative industry fields whose developments were greatly assisted by the presence of the Industry 4.0 era.