Desi Anita
STIE Pelita Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISA PERTUMBUHAN DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN DAERAH KOTA PEKANBARU (2009-2013) Desi Anita; Dina Mariana Manalu
Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 4 No 2 (2016): Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.366 KB)

Abstract

Regional autonomy is a regional empowerment in decision-making areas more flexibility to manage its resources with the potential and interests of the region itself and not rely on central subsidies. With extensive regional autonomy, real and responsible, each county is required to be able to explore the sources of finance in the region. Wherein the level of local revenue can mnenggambarkan economic growth of an area, predominantly, the sources of income of the area consists of three types of PAD, DBH and Income Other Legal, and therefore the purpose of this study was to determine how much growth and contributions PAD, DBH and Other Income The Sah. This research method using the analysis of growth and contribution by using a span of 5 years from 2009 to 2013. The results can be concluded that the revenue Pekanbaru area that has growth and enormous contribution Balance Fund, which is then followed by the PAD and the latter is another income -Other legitimate. This is because the government has not Pekanbaru City inability to manage PAD well, so it is still causing Pekanbaru city still depends on income Balance Fund / assistance from the central government. Otonomi Daerah merupakan pemberdayaan daerah dalam pengambilan keputusan daerah yang lebih leluasa untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dengan potensi dan kepentingan daerah itu sendiri dan tidak bergantung subsidi dari pusat. Dengan otonomi daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab, setiap daerah dituntut untuk dapat menggali sumber-sumber keuangan di daerahnya. Dimana tingkat pendapatan daerah dapat mnenggambarkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah, secara dominan sumber-sumber pendapatan daerah terdiri dari tiga jenis yaitu PAD, Dana Perimbangan, dan Pendapatan Lain-Lain yang Sah, maka dari itu Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pertumbuhan dan kontribusi PAD, Dana Perimbangan, dan Pendapatan Lain-Lain Yang Sah. Metode penelitian ini menggunakan analisis pertumbuhan dan kontribusi dengan mengunakan rentang waktu 5 tahun mulai tahun 2009 hingga 2013. Dengan hasil dapat disimpulkan bahwa pendapatan daerah Pekanbaru yang memiliki pertumbuhan dan kontribusi yang sangat besar adalah Dana Perimbangan dengan yang kemudian PAD dan yang terakhir pendapatan lain-lain yang sah. Hal ini disebabkan oleh belum mampunya pemerintah kota pekanbaru untuk mengelolah PAD-nya dengan baik, sehingga masih menyebabkan Kota Pekanbaru masih tergantung pada pendapatan dana perimbangan/bantuan dari pemerintah pusat.
ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN ASET, RISIKO BISNIS, TINGKAT LIKUDITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN JASA ( SEKTOR HOTEL, RESTORAN DAN PARIWISATA ) YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2014 Desi Anita; Gio Asona Sembiring
Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 4 No 4 (2016): Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.505 KB)

Abstract

This study aims to determine how the effect of profitability, asset growth, Reskio Business, Ukuruan liquidity levels and the Company's capital structure. This study uses quantitative statistical methods to elucidate the effect of independent variables on the dependent variable. The results of this study showed that the significant positive effect on the profitability of capital structure, asset growth significant positive effect on capital structure, business risk significant positive effect on the capital structure, liquidity significant positive effect on the size of the company's capital structure and significant positive effect on the capital structure. It can be concluded that the overall effect of the five independent variables on the dependent variable of 61.7%. The study recommends the investor, before the investors to invest in a company should see how the condition of the company. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman pengaruh profitabilitas, Pertumbuhan Aset, Reskio Bisnis, Tingkat likuiditas dan Ukuruan Perusahaan terhadap Struktur Modal. Penelitian ini menggunakan metode statistik kuantitatif untuk menguraikan pengaruh antara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, pertumbuhan asset berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, resiko bisnis berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, tingkat likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal dan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh secara keseluruhan kelima variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 61,7%. Penelitian ini merekomendasikan investor, sebelum investor menanamkan modalnya dalam suatu perusahaan harus melihat bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Investor juga bisa melihat dari struktur aktiva, ukuran perusahaan dan profitabilitasnya atau labanya.
ANALISIS REAKSI PASAR MODAL DALAM PERUBAHAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) MASA PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) PADA SEKTOR TRANSPORTASI MENGGUNAKAN METODE EVENT STUDY Desi Anita; Silvana Lucia Veronica
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol 1 No 2 (2016): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.505 KB)

Abstract

This study was conducted to determine the existence and difference of abnormal return and to determine the difference of Trading Volume Activity (TVA) that occurred during the reign of SBY. The research period was 75 days of exchange which consisted of 65 days of estimated period and 10 days of window period. Samples were taken using purposive sampling technique and the numbers of samples used were different for each event. The population included 33 companies in transportation sector in Indonesia Stock Exchange. The analysis techniques used were one sample t test, abnormal return paired difference test, and Trading Volume Activity (TVA) paired difference test. The research result showed that abnormal return existed on each event. For every event occurred, neither abnormal return nor trading volume activity (TVA) have significant difference in abnormal return. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya abnormal return, untuk mengetahui adanya perbedaan abnormal return yang terjadi dan untuk mengetahui adanya perbedaan Trading Volume Activity (TVA) yang terjadi pada masa pemerintahan SBY. Periode penelitian yang digunakan adalah 75 hari bursa, terdiri atas periode estimasi selama 65 hari dan 10 hari periode jendela. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling.Sampel yang diambil untuk setiap event berbeda jumlahnya. Populasi berjumlah 33 perusahaan untuk sektor transportasi yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik analisis yang digunakan adalah uji t satu sampel, uji beda berpasangan abnormal return, dan uji beda berpasangan Trading Volume Activity. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya abnormal return pada setiap eventnya. Pada setiap event yang terjadi tidak terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan, dan juga tidak terdapat perbedaan Trading Volume Activity (TVA) yang signifikan.
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI TAHU DAN SUSU KEDELAI DENGAN METODE FULL COSTING DAN VARIABLE COSTING PADA INDUSTRI KECIL (STUDI KASUS UKM TAHU PUTIH “XX” PEKANBARU) Desi Anita; Desy Susanti
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol 1 No 1 (2016): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.471 KB)

Abstract

The study aims to determinesthe cost of productions calculations are applied by small Business Medium UKM XX, by using the method of full costing and variable costing methods. Data collected included primary data and secondary data. Primary data obtained from direct interviews with stakeholders is Business Owners and direct observation of the activity of UKM XX. Secondary data obtained from relevant books, journals, literature and data available on small business UKM XX. The method used is descriptive comparative method that analysis comparing the calculation of the cost of production which is applied by business owners using the full costing and variable costing methods. Moreover, it also analyzes the break even point on UKM XX. Influence the calculation of cost of goods manufactured by the method of full costing method the company and the selling price of tofu and soy milk that the benefits obtained by the method of calculation tofu and soy milk companies generate higher profits compared with by using full costing and variable costing method. The study recommends and suggest for business owners to implement full costing method because by using this method can provide real value to UKM XX. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi yang diterapkan usaha UKM XX dengan menggunakan metode perusahaan, full costing dan variable costing.Data yang dikumpulkan data primer didapatkan dari hasil wawancara langsung dengan pihak yang terkait, yaitu pemilik UKM XX dan pengamatan langsung terhadap aktivitas UKM XX.Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif,yaitu analisis yang membandingkan antara perhitungan harga pokok produksi dengan metode perusahaan, metode full costing dan variable costing.Pengaruh perhitungan harga pokok produksi dengan metode perusahaan terhadap harga jual perpotong tahu dan susu kedelai menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan metode full costing dan variable costing. Meskipun keuntungan yang didapat dengan metode full costing lebih rendah dari metode perusahaan atau variable costing, tetapi metode full costing merefleksikan semua sumber daya yang digunakan.
ANALISIS PENGARUH WORKING CAPITAL TURNOVER, DEBT TO EQUITY RATIO, UKURAN PERUSAHAAN, DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2014-2017 Astrina Putri Silaban; Desi Anita
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol 4 No 1 (2019): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.714 KB)

Abstract

The increasing public demand for food and beverages and the Indonesian population of around 258.7 million can certainly be a huge market potential for food and beverage sector companies. Therefore, many investors, governments and entrepreneurs assume that the food and beverage sector is one of the sectors that can survive the longest compared to other sector companies, so the purpose of this study is to analyze the influence of Working Capital Turnover, Debt to Equity Ratio, Size The Company and the Age of the Company towards Return on Assets in the Food and Beverage Company Sub sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2017. The sampling technique used was purposive sampling and obtained a sample of 14 companies. The research method used is multiple linear regression analysis using SPSS 16.0. The results of this study indicate that partially, the Working Capital Turnover, Debt to Equity Ratio, and firm size variables have no effect on Return on Assets, while the Age of the Company variable has an influence on Return on Assets. Simultaneously, all independent variables have an influence on Return on Assets. Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan minuman serta masyarakat Indonesia yang berjumlah sekitar 258,7 juta orang tentunya dapat menjadi potensi pasar yang besar bagi perusahaan sektor makanan dan minuman. Oleh karena itu, banyak Investor, Pemerintah maupun para Pengusaha yang menganggap bahwa sektor makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang dapat bertahan hidup paling lama dibandingkan perusahaan sektor lainnya maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Working Capital Turnover, Debt to Equity Ratio, Ukuran Perusahaan dan Umur Perusahaan terhadap Return on Asset pada Sub sektor Perusahaan Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 14 perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, variable Working Capital Turnover, Debt to Equity Ratio, dan ukuran perusahaan, tidak memiliki pengaruh terhadap Return on Asset, sedangkan variable Umur Perusahaan memiliki pengaruh terhadap Return on Asset. Secara Simultan, seluruh variable independen memiliki pengaruh terhadap Return on Asset.
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG DAGANG PADA UD KARYA Desi Anita; Frenky Sitorus
Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 1 No 2 (2017): Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.454 KB)

Abstract

The study aims to determine whether the role of internal control accounts used in the UD Karya Pekanbaru has been done property in order to minimize accounts receivable not yet collected and provide accurate imformation for the management company. types of data used are primary and secondary data. Types of data used are poll. Data analysis technique that uses descriptive method and sign test methods. After doing the rese the research can be concluded that the receivables due to the lack of internal control ( control environment, risk assessment,control activities , communication/information control, and surveillance/monitoring) within the company.for that the company should emphasize to the four intems in minimizing accounts receivable not yet cpllected to avoid problematic consumer in the future. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peranan pengendalian internal piutang yang di gunakan pada UD Karya Pekanbaru telah dilaksanakan dengan baik guna meminimalkan piutang belum tertagih dan memberikan informasi akurat bagi manajemen perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Jenis pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket. Teknik analisa data yaitu dengan menggunakan metode deskriptif dan metode uji tanda. Setelah dilakukan penelitian dapat di ambil suatu kesimpulan bahwa terjadinya piutang disebabkan kurangnya pengendalian internal (lingkungan pegendalian,penilaian resiko,aktivitas pengendalian,informasi dan komunikasi, dan pengawasan/pemantauan) di dalam perusahaan.untuk itu perusahaan harus menekankan kelima hal tersebut dalam eminimalkan piutang belum tertagih untuk menghindari konsumen yang bermasaah dimasa yang akan datang.
ANALISIS AKUNTANSI PIUTANG USAHA PADA BENGKEL ASIAN SERVICE PEKANBARU Desi Anita; Denia Yuliana
Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 1 No 3 (2017): Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.424 KB)

Abstract

From the results of this study can be seen that in terms of recording and measurement, Bengkel Asian Service does not debit sales discount but debit other expenses. Likewise in the assessment of accounts receivable, Bengkel Asian Service Pekanbaru does not assess the accounts receivable after deducting the bad debts where the receivables have been for more than 1 year and are completely non-billable. While in the presentation of accounts receivable accounts in the balance sheet only include accounts receivable, not separating accounts receivable and other receivables so as to affect the fairness of the value of accounts receivable in the balance sheet. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dalam hal pencatatan dan pengukuran, Bengkel Asian Service tidak mendebet potongan penjualan melainkan mendebet beban lain-lain. Begitu juga dalam penilaian piutang, Bengkel Asian Service Pekanbaru tidak menilai piutang usaha setelah dikurangi dengan piutang tak tertagih dimana piutang tersebut telah berumur lebih 1 tahun dan benar – benar tidak dapat ditagih. Sedangkan dalam penyajian akun piutang usaha di neraca hanya mencantumkan piutang usaha, tidak memisahkan piutang usaha dan piutang lain – lain sehingga mempengaruhi kewajaran nilai piutang usaha dineraca.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIPELAKSANAAN AUDIT YANG DITINJAU DARI INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK Desi Anita; Rika Novelia
Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 1 No 1 (2017): Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.515 KB)

Abstract

This study was conducted to examine the effect of variable interest bonds of financial and business relationships with clients, the size of the public accounting firm, the length of the audit relationship, competition between public accounting firms, audit fee of the independence of public accountants.The study population was the entire public accountant who works at the office of public accountant in the city of Pekanbaru and Medan as many as 25 people. The data used in this study are primary data. Data analysis was performed using descriptive and quantitative methods.The research results parsial known that ties financial interests and business relationships with clients, length of relationships with audit clients and audit fees affect the independence of public accountants while the size and competition between public accounting firms do not affect the independence of public accountants. Results of research by F test, known ties financial interests and business relationships with clients, the size of the public accounting firm, the length of the audit relationship with the client, competition between public accounting firms, audit fees affect the independence of public accountants. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel ikatan kepentingan keuangan dan hubungan usaha dengan klien,ukuran kantor akuntan publik,lamanya hubungan audit,persaingan antar kantor akuntan publik,audit fee terhadap independensi akuntan publik. Populasi penelitian ini adalah seluruh akuntan publik yang bekerja dikantor akuntan publik yang berada di Kota Pekanbaru dan Medan sebanyak 25 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian secara parsial diketahui bahwa ikatan kepentingan keuangan dan hubungan usaha dengan klien, lamanya hubungan audit dengan klien, dan audit fee berpengaruh terhadap independensi akuntan publik.Sedangkan ukuran dan persaingan antar kantor akuntan publik tidak berpengaruh terhadap independensi akuntan publik. Hasil penelitian melalui uji F, diketahui ikatan kepentingan keuangan dan hubungan usaha dengan klien,ukuran kantor akuntan publik,lamanya hubungan audit dengan klien,persaingan antar kantor akuntan publik,dan audit fee berpengaruh terhadap independensi akuntan publik.