Claudia T. Dariwu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN SEMIOTOKA DALAM ARSITEKTUR TRADISONAL MINAHASA Dariwu, Claudia T.; Rengkung, Joseph
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.361

Abstract

ABSTRAK Semiotika sebagai ilmu tentang Tanda, memandang Arsitektur secara lebih utuh lewat komunikasi visual.  Dimana komunikasi ini dapat menginformasikan suatu nilai yang terkandung didalamnya bahkan mendeskripsikan suatu konteks budaya atau zaman Arsitektur itu dijewantahkan.  Semiotika dibagi menjadi Semiotika Signifikasi dan Komunikasi.  Semiotika Signifikasi lebih berorientasi pada ranah Linguistik sedangkan Semiotika Komunikasi meliputi banyak hal yang punya keterkaitan dengan Tanda. Semiotika dalam Arsitektur adalah merupakan Bahasa Simbol yang memberi informasi kepada pengamat lewat bentuk-bentuk tertentu.  Dengan demikian, maka proses pemaknaan sebuah bangunan yang ingin di sampaikan sang arsitek, akan mampu atau setidaknya dihayati oleh setiap individu  pemakai/pengguna bangunan.  Pemaknaan sebuah objek Arsitektural tidak hanya terbatas pada bentuk atau tampak saja tapi diharapkan akan mampu mengartikan hal yang esensial terselubung dalam bentuk yang dapat diidentifikasi melalui pengamatan yang mendalam. Arsitektur Tradisional Minahasa sebagai cermin nilai budaya tergambar dalam perwujutan bentuk, struktur, tata ruang, dan ragam  hias, dimana bentuk fisik rumah tradisional walaupun tidak mengabaikan rasa keindahan (estetika), namun tetap terikat oleh nilai-nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. Hal tersebut dapat di lihat dan terkomunikasi melalui bentuk dan metode perwujudannya. Kata kunci: Semiotika, Signifikasi, Komunikasi, Tradisional, Minahasa
EKISTICS DALAM PERMUKIMAN NELAYAN PESISIR PANTAI SINDULANG SATU Dariwu, Claudia T.; Waani, Judy O.; Warouw, Fela
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir merupakan suatu ekosistem yang khas yang dapat di lihat dari berbagai sudut pandang. Adanya kondisi seperti ini sangat mendukung bagi wilayah pesisir dijadikan daerah yang potensial dalam pengembangan wilayah keseluruhan. Visi Kota Manado adalah Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia dan mengangkat potensi kawasan-kawasan pesisirnya untuk menjadi potensi unggulan wisata khususnya kawasan pesisir pantai yang memiliki keunikan khusus, salah satunya kawasan permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang Satu. Penelitian ini mengkaji mengenai keberlanjutan masyarakat nelayan dengan mengetahui bagaimana kondisi permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang Satu menurut prinsip teori Ekistics (man, society, nature, network, shells). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan mengunakan pendekatan penelitian terapan (Applied Research). Hasil Penelitian ini, menyimpulkan bahwa penilaian mengenai Kondisi Permukiman Nelayan Pesisir Pantai Sindulang Satu menurut prinsip Ekistics (man, shells, society, network, nature) diperoleh elemen yang memberi kontribusi yang paling besar terhadap kesejahteraan di permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang satu ada pada elemen society. Kemudian secara berurutan diikuti oleh shells dan nature memiliki porsi seimbang. Terakhir elemen network dan man, elemen ini memberi kontribusi paling kecil. Kata kunci : Ekistics, Permukiman Nelayan, Kawasan Pesisir