Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil di Puskesmas Layang Kota Makassar Rahma Yanti; Kurnia Yusuf; Fitri Wahyuni
Jurnal Promotif Preventif Vol 4 No 2 (2022): Februari 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v4i2.358

Abstract

Tubuh kita membutuhkan zat besi sebagai penambah darah saat terjadi anemia, WHO melaporkan bahwa prevalensi ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75% serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan, dimana terdapat 25% ibu hamil mengalami anemia di negara berkembang, terdapat 287 kasus anemia pada ibu hamil yang ditangani karena ketidak patuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Hasil uji Chi-Square mendapatkan nilai p-value masing-masing variabel yaitu 0,019; 0,000; 0,000; 0,010 < 0,05 untuk variabel pengetahuan ibu, sikap ibu, dukungan keluarga, dan pelayanan kesehatan. Ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan konsumsi tablet Fe ibu hamil.
Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Puskesmas Ilwaki Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun 2021 Dimas Adi Setiawan; Suherman Suherman; Kurnia Yusuf; Fitri Wahyuni; Aisyah Vitariani Garendi
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6308

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi. Stunting merupakan masalah yang kompleks yang bisa disebabkan oleh berat badan lahir rendah, ASI Ekslusif, panjang badan lahir, pendapatan keluarga serta ketidakseimbangan asupan zat gizi makro (Protein) dan zat gizi mikro (Zink, Kalsium dan Vitamin D) Tujuan : Mengidentifikasi dan menganalisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Ilwaki Tahun 2021. Metode : Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Ilwaki. Dilakukan pada bulan Agustus – September 2021 jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 balita. Hasil : Analisis bivariat menunjukan ada hubungan riwayat ASI terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,001, tidak ada hubungan riwayat BBLR terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,451, tidak ada hubungan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,622, tidak ada hubungan asupan energi terhadap kejadian stunting pada balita p value 1,000, ada hubungan protein terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,000, ada hubungan asupan zink terhadap kejadian stunting balita p value 0,000, Hubungan asupan kalsium terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,000, tidak ada hubungan asupan vitamin D terhadap kejadian stunting balita p value 1,000. Kesimpulan : dari penelitian ini menunjukan pemberian ASI Ekslusif, Asupan Protein, Zink, Kalsium berhubungan dengan kejadian stunting pada balita dan riwayat BBLR, Pendapatan Keluarga, Asupan Energi, Vitamin D tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ilwaki Maluku Barat Daya Kata Kunci : Stunting, ASI Ekslusif, Riwayat BBLR, Pendapatan Keluarga, Protein, Zink, Kalsium, Asupan Energi, Vitamin D.
The Effect of Iron Supplementation Combined with Oranges on the Preference Level, Consumption Adherence, and Haemoglobin Levels among Adolescent Girls Rosfika; Siti Uswatun Hasanah; St. Masithah; Fitri Wahyuni
Journal of Nutrition Explorations Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/jone.v4i3.759

Abstract

Anaemia remains a severe public health problem affecting adolescent girls. Despite government-provided Iron and Folic Acid (IFA) supplementation, adherence remains low due to unpleasant taste and odour. To analyse the impact of blood-boosting tablet (IFA) intervention accompanied by orange fruit on liking levels, consumption adherence, and haemoglobin levels among adolescent girls. This quasi-experimental non-equivalent control group pre-test-post-test design involved 56 adolescent girls from four schools in Maros Regency, Indonesia. Participants were allocated by cluster into an intervention group (n=27) and a control group (n=29), without individual randomization. The intervention group received IFA tablets with 100–150 g of orange fruit once weekly for four weeks, while the control group received IFA tablets alone. Taste and aroma liking were assessed using a 5-point hedonic scale, and adherence was monitored using Directly Observed Supplementation (DOS). Haemoglobin levels were measured at pre-test and post-test. Liking and adherence were analysed using the Mann–Whitney U test, while post-test haemoglobin was analysed using ANCOVA adjusted for covariates. He intervention group had higher mean ranks for taste liking (35.15 vs. 22.31; p=0.001), aroma liking (32.78 vs. 24.52; p=0.044), and adherence (35.06 vs. 22.40; p=0.002) than the control group. After covariate adjustment, study group was associated with post-test Hb (p=0.005; partial η²=0.159). IFA supplementation with orange fruit showed better outcomes in terms of liking, adherence, and haemoglobin levels compared with IFA supplementation alone. However, these findings cannot yet establish a causal relationship due to the non-randomized study design, short intervention duration, and limitations related to cluster-level allocation.