Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dalam Sistem Hukum di Indonesia Nita Anggraeni; Humaeroh Humaeroh
Al Ahkam Vol. 17 No. 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/ajh.v17i2.5429

Abstract

Tindak pidana kekerasan seksual marak di masyarakat, beberapa survey komnas perempuan di lingkungan kerja menunjukan angka diatas 50% pernah mengalami kekerasan seksual. Kekerasan seksual sulit diungkap apalagi jika terjadi di lingkungan dengan pelaku yang memiliki relasi kuasa, kebanyakan korban lebih memilih diam karena banyak factor yang membuat dirinya tidak bisa mengadukan tindakan tersebut, salah satunya ketakutan kehilangan pekerjaan, dengan minim alat bukti korban bisa dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik atau fitnah. Kekerasan seksual di Indonesia juga marak di Lembaga Pendidikan, namun tidak diatur secara khusus dalam perUndang-undangan, akan tetapi ada pasal pasal yang bersifat umum. Peraturan yang bersifat khusus dan memberi payung hukum baru dalam bentuk Permendikbud No 30 Tahun 2021, yang memiliki ruang lingkup berlakunya sangat terbatas yakni perguruan tinggi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa sistem hukum di Indonesia memiliki celah yang memungkinkan terbebasnya pelaku kekerasan seksual dari jerat hukum, sehingga peraturan PerUndang-Undangan tindak pidana kekerasan seksual secara khusus sangat diperlukan untuk melindungi korban, penegakan hukum, dan memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat.
Rekaman Video CCTV (Close Circuit Television) dalam Pembuktian Acara Pidana Nita Anggraeni
Al-Mizan (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.293 KB) | DOI: 10.30603/am.v12i1.132

Abstract

The raising of technology is unvoidable in change of human civilization. That influence in various aspect, and also in law enforcement. In the past, thief can only stealling gods by bring something unlawfull, definition of gods just limited for something can touch or see, with direct manner. In digital era thief not only can steal gods by direct manner but also with the other one, they have just only “clicked” one of the button, and get money or gods by break the account of the bank by use internet access ,we called cyber cryme. Currently with the murder of using cianida toxic, the expert witness talk about cctv evidence, the one agree and the other one disagree put in evidence categorie. In this era, need electronic evidence. Law of criminal procedure not recognize electronic evidence . that was not accordance with circumstance. uu ite recognize the digital evidence that permitted use in the other procedure law.
Pengaruh Pupuk Organik pada Pertumbuhan Awal Cangkok Mini Tanaman Tin (Ficus carica L.) Makhziah; Nita Anggraeni; Nugrahani, Pangesti
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.3.177-182

Abstract

Tanaman Tin (Ficus carica L.) dibudidayakan sebagai tanaman obat di Indonesia. Propagasi tanaman dilakukan dengan sistem cangkok mini dengan media yang sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pertumbuhan awal tanaman Tin yang berasal dari bibit cangkok mini, dengan beberapa kombinasi perlakuan pupuk kandang (pukan) sapi dan pupuk kotoran cacing (kascing). Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yang diulang 4 kali. Faktor pertama adalah perlakuan 300, 600 dan 900 g tanaman-1 pukan sapi, faktor kedua adalah perlakuan 250 dan 500 g tanaman-1 pupuk kascing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pukan sapi tidak berpengaruh nyata terhadap saat muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, tinggi tanaman, dan saat muncul buah pertama. Perlakuan dosis pupuk kascing 250 g tanaman-1 menunjukkan hasil terbaik pada jumlah tunas, saat munculnya tunas dan jumlah daun. Pupuk kascing 500 g tanaman-1 memberikan hasil terbaik pada parameter saat buah muncul pertama. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pupuk kascing (vermicompost) cukup efektif untuk mendorong pertumbuhan bibit cangkok-mini tanaman Tin. Kata kunci: cangkok-mini, pertumbuhan, pukan, pupuk kandang sapi, pupuk kascing
Pengaruh Kehilangan dan Berduka terhadap Kondisi Mental Individu Fina Rismayanti; Sapna Naina Arni Azzani; Nita Anggraeni; Sri Mulyeni
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): February: Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v4i1.2035

Abstract

Loss and grief are psychological experiences that significantly affect an individual’s mental state. This process involves various emotional, cognitive, and behavioral changes that can affect a person’s well-being in the long term. This study aims to describe the emotional, cognitive, and behavioral affects that arise in individuals after experiencing loss, as well as the factors that strengthen or weaken their responses to the grieving process. The method used in this study is qualitative, with a literature review approach from various relevant clinical psychology and mental health studies. The results indicate that individuals who experience loss are vulnerable to increased emotional stress, anxiety, depression, and significant declines in social functioning. Furthermore, this article highlights that the quality of social support received, the way individuals make meaning of the loss, and the coping mechanisms they choose play a crucial role in determining the level of grief response. These factors can either accelerate or delay the healing process. An unresolved grieving process or one that is handled in an unhealthy manner can develop into more serious psychological disorders, such as Prolonged Grief Disorder (PGD). PGD is a condition characterized by difficulty in accepting the loss, which can persist for months or even years. This article emphasizes that loss is not merely an emotional disturbance but also a complex psychological process. This process requires a deep understanding, strong social support, and appropriate interventions to maintain an individual’s mental health and help them recover more effectively.