Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Agitator Mesin Pemisah Kulit Ari Kedelai Guna Mengurangi Waktu Siklus Menggunakan Pendekatan Reverse Engineering Elda Shabrina; Agus Kusnayat; Sri Martini
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Tempe Indonesia (RTI) adalah sebuah unit percontohan untuk perindustrian tempe yang higienis dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, RTI dinobatkan sebagai pusat produsen tempe di Indonesia. Untuk proses produksi, RTI menggunakan 12 tahap produksi yang dibagi menjadi dua area, yaitu area basah dan area kering. Di area basah, proses yang terjadi adalah pemilihan kedelai, perebusan, perendaman, penggilingan kedelai, pemisahan biji kedelai dengan kulit ari, perendaman dengan air panas, dan pencucian kedelai. Sedangkan, pada area kering terjadi proses pengeringan kedelai, inoculating, packaging, dan proses fermentasi. Dengan permintaan tempe yang selalu naik dari tahun ke tahun, harus dibentuk proses yang lebih efisien dan efektif dengan cara mengurangi waktu siklus dari salah satu proses pada area basah, yaitu pemisahan kulit ari kedelai. Pada konsep baru mesin ini, terdapat blade yang berfungsi untuk memutar air sehingga kulit ari kedelai akan terangkat ke atas karena adanya gaya angkat zat cair dan biji kedelai akan mengendap di bagian bawah mesin karena gaya gravitasi. Pengembangan produk yang tepat untuk kasus ini adalah dengan pendekatan reverse engineering and redesign methodology, yang dianggap tepat karena melakukan pengembangan pada mesin yang sudah ada sebagai acuan awal pengembangan produk. Dari pengembangan produk menggunakan metode ini, akan dihasilkan konsep blade baru yang mampu memutar air secara lebih efektif dan efisien. Kata Kunci : Mesin pemisah kulit ari kedelai, tempe, reverse engineering, redesign methodology Abstract Rumah Tempeh Indonesia (RTI) ia a sampling unit of hygine and friendly environment tempeh industry. Therefore, it is being a product development central for tempeh producers in Indonesia. RTI uses twelve (12) standard stages for tempeh production which is applied by Forum Tempeh Indonesia (FTI). The stages are divided into two different areas; wet and dry area. Wet area consists of sorting, boiling, soaking, cleavaging, peel separating, soaking (hot water), and washing. While dry area composed of drying, inoculating, packaging, and fermentation process. Because of the tempeh demand increases year to year, the process needs to be more effective and efficient by decresing cycle time of peel separating process. In new machine concept, there is a blade which function to stir the water so the peel soybean will float but the soybeans seed will fall down by the gravity. Proper product development that is used in this case is reverse engineering and redesign methodology approach. This method is considered as the right approach to redesign existing machine as initial reference of product development. This method delivers new concept of blade which can effectively rotating the water and soybeans.. Keywords : soybean peel separator machine, tempeh, reverse engineering, redesign methodology
Penentuan Rute Armada Menggunakan Alogaritma Tabu Search Pada Homogenus Fleet Vehicle Routing Problem With Time Windows Di Pt. Xyz Wilayah Bandung Untuk Meminimasi Total Waktu Tempuh R. Fauzi Novianda; Sri Martini; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan distributor dari suatu perusahaan besar yang bergerak di sub sektor industri makanan dan minuman. Berdasarkan data PT. XYZ selama bulan Juli-Desember 2016, terjadi permasalahan dimana tidak semua demand dapat terpenuhi tepat pada waktunya. Target pemnuhan dari pihak perushaan sebesar 7%, tetapi hanya pada bulan Juli saja yang melebihi target. Permasalahan ini disebabkan oleh beberapa penyebab dimana yang paling berpengaruh merupakan keterlambatan armada tiba pada customer. Penyebab ini terjadi karena waktu tempuh yang lama karena penentuan rute yang tidak tepat. Permasalahan ini merupakan permasalahan umum yang sering terjadi pada bidang transportasi dimana armada yang digunakan lebih dari 1, maka permasalahan ini perlu diselesaikan dengan pendekatan Vechicle Routing Problem (VRP). Karakteristik VRP pada peneilitian ini adalah time windows. Untuk penyelesaian yang digunakan dengan pendekatan metaheuristik yaitu Alogaritma Tabu Search. Penulis menggunakan Alogaritma Nearest Neighbour sebagai pembangkit solusi awal yang selanjutnya digunakan pada Alogaritma Tabu Search. Pendekatan VRP dengan pendekatan Alogaritma Tabu Search dapat mengurangi total waktu tempuh sebesar 12.3% dari kondisi awal serta seluruh demand terpenuhi tanpa mengalami keterlambatan. Kata kunci : Transportasi, Distribution Center, VRP, Time Windows, Alogaritma Nearest Neighbour, Alogaritma Tabu Search
Perancangan Blade Dan Penampung Alat Pemisah Kulit Kacang Kedelai Dengan Menggunakan Metode Reverse Engineering And Redesign Guna Mengurangi Waktu Siklus Fahira Gearahmani; Agus Kusnayat; Sri Martini
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Tempe Indonesia di Bogor, Indonesia merupakan produsen tempe yang menggunakan sistem teknologi tempat guna (TTG) untuk memproduksi tempe yang higienis, mudah dan menguntungkan. Salah satu dari proses pembuatan tempe adalah proses pemisahan awal kacang kedelai dari kulit, yang menggunakan alat pengaduk terdiri dari container dan blade, dengan waktu siklus sebesar 31.50 menit untuk 60 kg kacang kedelai, waktu siklus terbesar untuk seluruh waktu siklus proses produksi tempe di RTI. Untuk mengurangi waktu siklus ini, dilakukan perbaharuan rancangan pada container alat pengaduk dengan menggunakan metode reverse engineering and redesign. Container alat pengaduk dianalisis dan komponennya di dekomposisi untuk dikembangkan fiturnya berdasarkan dengan kebutuhan pelanggan. Digunakan concept generation untuk menghasilkan 6 konsep, yang kemudian disaring dengan menggunakan concept screening dan dinilai menggunakan concept scoring untuk menghasilkan rancangan terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Metode reverse engineering membuahkan hasil berupa penambahan saringan dan filter sikat pada permukaan dalamnya. Hasil dari pengujian di Rumah Tempe Indonesia menunjukkan perubahan waktu siklus proses pemisahan awal menjadi 24 menit untuk proses yang menggunakan konsep usulan pertama, mengalami penurunan sebanyak 23.80% dari waktu siklus alat existing dan waktu siklus sebesar 30.2 menit untuk proses yang menggunakan konsep usulan kedua yang mengalami penurunan sebanyak 4.76% dari waktu siklus alat existing. Alat pemisah kulit kacang kedelai dengan konsep pertama dapat membersihkan dengan persentase 57% sementara alat dengan konsep kedua dapat membersihkan dengan persentase 55%. Kata kunci : reverse engineering and redesign, pengembangan produk, waktu siklus, produktivitas, tempe. Abstract Rumah Tempe Indonesia in Bogor, Indonesia is a soybean tempeh production center that uses Appropriate Technology sistem in order to produce soybean tempeh that are hygienic, affordable and profitable. One of the production processes is an initial separating process of the soybean skin, which uses a soybean skin separating device that consists of a container and a blade. This device could separate the skin from 1 batch or 60 kilograms of boiled soybean in a cycle time of 31.50 minutes, which is the biggest amount of time needed in a single tempeh production process in RTI. In order to reduce this cycle time, a new proposed design is made using reverse engineering and redesign approach. The device is decomposed to enchance the features based on the need statement. Concept Generation is used to generate 6 new concepts, which is then narrowed down using concept screening and concept scoring to produce the best concept to reduce the cycle time of the production process. The proposed design made using Reverse Engineering and Redesign method contains several new features such new set of blades, as the addition of filter brush alongside the blades, and addition of a holed surface in the inner container. Testing of the proposed device done in RTI shows a change in the initial separation process’ cycle time, resulting in the cycle time of 24 minutes for the testing of the device design’s first concept, 23.8% faster compared to cycle time of the existing device. Testing of the design’s second concept results in a cycle time of 30.2 minutes, 4.76% faster than the existing cycle time. The first concept of the design is capable of cleaning the skin off of the beans with a hygiene percentage of 57%, while the second concept could do so with the hygiene percentage of 55%. Keywords: reverse engineering and redesign, product development, cycle time, productivity, soybean tempeh.
Perancangan Dan Pembuatan Mesin Pengupas Kulit Ari Kelapa Berdasarkan Metode Reverse Engineering Yang Diimplentasikan Menggunakan Simulasi Finite Element Method Berbasis Arduino Indira Savitri; Agus Kusnayat; Sri Martini
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan parameter utama yang mempengaruhi hasil pengupsan dengan 2D UVAT adalah speed, depth of cut, feed rate perancangan mesin perbaikan dilakukan berdasarkan metode Reverse Engineering lalu desian terpilihakan disimulasikan menggunakan metode Finite Element Method .Finite element method merupakan suatu metode teknik numerik yang paling banyak digunakan dalam proses permesinan. Prinsip dasar metode elemen hingga adalah melakukan penggantian sebuah kontinum oleh unsur-unsur terbatas yang membentuk mesh. Masing-masing geometri disederhakan dalam elemen hingga untuk memudahkan analisis struktur yang sebenarnya. Tujuan dari kajian ini adalah menghitung lifetime dan hasil pengupasan pada perbaikan mesin pengupasan kulit ari kelapa tersebut. Kata kunci: Reversse engineering, Finite element method, pre-processing, processing, post- processing, 2D UVAT, lifetime dan hasil
Pengembangan Alat Bantu Sikat Tengah Mesin Pencuci Galon Menggunakan Metode Reverse Engineering & Redesign Methodology Di CV Barokah Abadi Gabrielle Benita Sitompul; Agus Kusnayat; Sri Martini
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di CV. Barokah Abadi di Kota Bandung ditemukan permasalahan terkait penanganan untuk pembersihan galon. Penanganan pada proses pembersihan kemasan galon sebelumnya menggunakan sikat yang dilakukan langsung oleh operator yang kemudian mempengaruhi hasil pencucian kemasan yang kurang bersih karena masih tedapat bagian – bagian pada kemasan galon yang belum terkena sikat pada saat proses pencucian. Proses pencucian kemasan galon yang kurang bersih dapat berakibat fatal karena air yang masuk ke dalam galon akan terkontaminasi dengan kotoran sehingga dapat mengganggu kesehatan jika tidak ditangani dengan cepat. Sikat galon bagian tengah yang mencuci permukaan galon bagian dalam tidak dapat membersihkan permukaan dasar galon karena terbatasnya desain sikat pada kondisi eksisting. Perancangan sikat tengah untuk membersihkan permukaan galon bagian dalam menggunakan metode Reverse Engineering & Redesing Methodology. Perubahan dilakukan dengan memodifikasi sikat tengah eksisting dengan memperpanjang bulu sikat untuk membersihkan permukaan bawah galon dan merubah material bulu sikat tengah dengan jenis nylon yang lebih lentur melalui pemilihan alternatif model rancangan pada morfologi chart sehingga menghasilkan produk usulan yang mampu membersihkan permukaan galon serta menghasilkan pH air setelah pencucian bernilai 6 yang menghambat perkembangan bakteri. Kata Kunci : perancangan produk, Reverse Engineering & Redesign Methodology, sikat pencuci galon, sikat pembersih galon. Abstract CV Barokah Abadi Bandung is one of the drinking water depot that provides service in refilling drinking water and has a serious problem about gallon washing process. In the previous and the existing condition, CV Barokah Abadi is using manpower to wash the gallon by using gallon brush manually which affect the result of the washing process. The result of the washing process shows some imperfection and left dirt inside also outside the gallon surface. The dirt left at the gallon surfaces can cause serious problems for consumer as it will contaminate the refill water and cause waterborne disease such as diarrhea. If this problem can’t be handled quickly, it will raise a serious yet lethal disease further more. The middle part of the gallon washing machine can’t perfectly wash the inside surface of the gallon because the reach range of the brush bristle is way too short. New brush design planning is created by solving the problem above by using Reverse Engineering & Redesign Methodology and changing the bristle material by using morphology chart.to choose the best alternative design. This research proceeds Changes will be made to the middle part of the brush by extending the brush bristle. This study produced a brush that is able to clean the entire surface of the gallon, and accelerate the washing time also prevent bacterial growth proven by water pH level at 6. Keywords: Product Design, Reverse Engineering & Redesign Methodology, Brush for Gallon Washing Process
Perancangan Material Handling Equipment Untuk Mengangkat Mold Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment Laras Nurul Fazria; Sri Martini; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT. XYZ Indonesia merupakan perusahaan manufaktur sepatu. Terdapat divisi pendukung yaitu divisi Tooling, dimana tugasnya adalah membuat mold (cetakan) yang digunakan oleh divisi Press untuk membuat outsole. Selama proses penanganan mold divisi Tooling diberikan MHE berupa meja hidrolik untuk membantu operator memindahkan mold antar sub-divisi. Namun, penggunaan MHE tersebut memunculkan skenario-skenario dimana postur operator berisiko cedera muskuloskeletal atau MSDs. Selain itu faktor risiko MSDs lainnya yaitu frekuensi/periode dan beban material pada kondisi di lantai kerja memiliki nilai yang tinggi sehingga mempengaruhi tingkat risiko MSDs. Hasil observasi menyimpulkan bahwa faktor risiko MSDs yang sangat tinggi muncul dikarenakan kurang-sesuainya MHE eksisting dengan kebutuhan di kondisi aktual. Maka dari itu, perubahan rancangan MHE dilakukan untuk membantu mengurangi risiko MSDs operator. Perubahan rancangan MHE eksisting dilakukan menggunakan metode EFD (Ergonomic Function Deployment) untuk perancangan yang memperhatikan kesehatan dan kenyamanan operator. Hasilnya, rancangan akhir MHE usulan menunjukkan bahwa penggunaan MHE usulan membantu menurunkan tingkat risiko MSDs dari skor 11 (risiko sangat tinggi) menjadi skor 6-4 (risiko sedang). Hasil validasi dari Lead User menyatakan bahwa berdasarkan konsep, MHE usulan lebih baik daripada MHE eksisting dalam kesesuaiannya dengan kebutuhan di kondisi aktual. Kata kunci – material handling equipment (MHE), musculoskeletal disorders (MSDs), ergonomic function deployment (EFD).
Perancangan Material Handling Equipment Pada Proses Pengemasan Buah Manggis Menggunakan Metode Perancangan Produk Rasional (studi Kasus Pt. Andalas Fiddini Agrotama) Vito Abisena; Sri Martini
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Andalas Fiddini Agrotama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang usaha buahbuahan. Volume buah yang dijual dalam jumlah yang banyak dan dalam kasus penelitian ini buah yang dijual yaitu buah manggis yang diekspor ke negara Tiongkok. Tingginya permintaan buah dari negara lain membuat perusahaan untuk terus berupaya meningkatkan kualitas perusahaan baik secara finansial maupun non finansial. Dalam hal ini salah satu aspek non finansial yaitu proses produksi pada stasiun kerja. Pada proses produksi pengemasan buah manggis, perpindahan buah dari area pencucian menuju ke area pembersihan masih menggunakan manual material handling dan tanpa alat bantu. Proses tersebut menyebabkan volume perpindahan material yang rendah, namun dengan beban kerja yang melampaui batas aman para pekerja, hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya waste of waiting yang berakibat pada tidak tercapainya target produksi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu material handling equipment sebagai alat bantu bagi pekerja ketika melakukan proses pemindahan buah. Perancangan ini menggunakan metode perancangan produk rasional Nigel Cross untuk merancang dan mendapatkan kombinasi konsep material handling equipment terbaik yang dapat memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Kata Kunci: Material Handling Equipment, Metode Perancangan Produk Rasional, Buah Manggis Abstract PT. Andalas Fiddini Agrotama is one of the companies engaged in the fruit business. The volume of fruit sold in large quantities and in the case of this study the fruit sold is mangosteen exported to China. The high demand for fruit from other countries makes the company continue to work to improve the quality of the company both financially and non-financially. In this case one non-financial aspect is the production process at the workstation. In the production process of mangosteen fruit packaging, the transfer of fruit from the washing area to the cleaning area still uses manual material handling and without tools. The process causes a low volume of material movement, but with workload that exceeds the safety limits of workers, it is one of the causes of waste of waiting which results in not achieving the production target. For this reason, this study aims to design a material handling equipment as a tool for workers when moving the fruit. This design uses Nigel Cross's rational product design method to design and obtain the best combination of material handling equipment concepts that can meet the required criteria. Keywords: Material Handling Equipment, Rational Product Design Methods, Mangosteen Fruit