Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tindakan Bullying di Media Sosial; Komparasi Hukum Pidana Islam dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE Hasriani Hasir; Sohrah Sohrah
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum SEPTEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v2i3.21577

Abstract

The focus of this study: (1) How to form acts of bullying on social media. (2) What is the view of Islamic Law towards acts of bullying on social media. (3) How to sanction acts of bullying in social media according to Law No.19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions. This type of research is a type of literature research, the method used is to use normative theological approach (Islamic Law), normative juridical approach (Law), sociological approach, and comparative approach(comparison). The data sources used are primary data sources, secondary data sources, and tertiary data sources. The data used comes from the prevailing laws and regulations, both from Islamic law and positive law. Cyber Bullying is an act of humiliation, intimidation, psychic violence committed by a person, group or institution through social media against people, groups or other institutions. Sometimes the perpetrator of bullying also makes the victim helpless and can even take the victim's life. The regulation of Bullying Act is stipulated in Law No. 19 of 2016 to ensnare the perpetrators.  Although the description of the word Cyber bullying itself has not set about Cyber Bullying and only a few parts that include the type of Cyber Bullying that is, defamation, threats / intimidation, fake news, slander, spreading hatred and hostility. In Islamic Law the act of Cyber Bullying is very clearly prohibited because it includes mistreating or hurting others. Which is not in accordance with the guidance of Syara' that Islam is a religion that highly upholds the honor for each uamtnya, but for the sanctions have not been specifically in nash but the crime of Cyber Bullying is included in the realm of Jarimah Ta'zir
UJI AKURASI ARAH KIBLAT MASJID DI DESA BONTOKASSI KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR MENGGUNAKAN METODE KLASIK DAN KONTEMPORER Khaidir Ali Sahid; Sohrah Sohrah
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.23105

Abstract

Arah kiblat menjadi suatu masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, hal ini dikarenakan arah kiblat menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam khususnya pelaksanaan ibadah shalat yang setiap hari dikerjakan oleh umat muslim, sehingga kebenaran posisi arah kiblat menjadi hal yang sangat penting diperhatikan karena menjadi salah satu syarat sahnya shalat. Dahulu penentuan arah kiblat dilakukan hanya dengan berdasar pada posisi matahari terbenam selain itu juga berpedoman pada benda-benda langit, namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, metode penentuan arah kiblat mengalami inovasi baik dari segi alat yang digunakan maupun dari segi penggunaan alat yang semakin sangat mudah untuk dilakukan, bahkan perkembangan teknologi juga ikut merespon perkembangan metode pengukuran arah kiblat misalnya munculnya berbagai aplikasi atau software yang dapat digunakan melalui komputer ataupun handphone. Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam mengenai metode yang digunakan masyarakat dalam penentuan arah kiblat serta melakukan uji keakuratan posisi arah kiblat tersebut dengan menggunakan alat atau metode yang sangat akurat.Kata Kunci: Arah Kiblat, Masjid, Metode Klasik, dan Metode Modern.
URGEN UKHUWAH DALAM BINGKAI BERTETANGGA PERSEPKTIF AL-QUR’AN Rahma Ashari Hamzah; Nur Alamsyah; Halimah Basri; Sohrah Sohrah
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v5i1.1871

Abstract

Abstract: The implementation of ukhuwah in reality is currently experiencing a shift when discussed in a neighborly frame where in reality many people are neighbors but it turns out they still don't relate to each other so it is very interesting to study. The aim of this research is to provide clarity regarding the study of the importance of strengthening ukhuwwah within a neighborly frame from the perspective of the Qur'an. This article uses the maudhu'iy method or thematic method. This article uses a normative approach. The interpretation analysis technique used is: content analysis technique. In the data collection method, researchers used two types of data, namely; primary and secondary. The collected data is then processed using the comparative method with content analysis techniques. The results of the research shed more light on the importance of strengthening and maintaining ukhuwah within a neighborly framework so that people can live in peace and love.Keywords: ukhuwwah; neighboring frames; Al-Qur'an perspective Abstrak: Implementasi ukhuwah pada realitanya saat ini mengalami pergeseran ketika dibahas pada bingkai bertetangga dimana realitanya banyak orang yang bertetangga namun ternyata masih tidak saling mengenal satu dengan lainnya sehingga sangat menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan kejelasan terkait kajian pentingnya mempererat ukhwuwah dalam bingkai bertetangga dari perpektif Al- Qur’an. Artikel ini menggunakan metode maudhu’iy atau metode tematik. Artikel ini menggunakan pendekatan normatif. Teknik analisis tafsir yang digunakan yaitu: teknik analisis isi. Dalam metode pengumpulan data, peneliti menggunakan dua jenis data, yaitu; primer dan sekunder. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan metode komparasi dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian memperjelas lebih mendalam terkait pentingnya mempererat dan memelihara ukhuwah dalam bingkai bertetangga sehingga masyarakat dapat hidup dengan penuh kedamaian dan cinta kasih.Kata Kunci: ukhuwwah; bingkai bertetangga; perspektif Al-Qur’an