Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

UJI AKURASI ARAH KIBLAT MASJID DI DESA BONTOKASSI KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR MENGGUNAKAN METODE KLASIK DAN KONTEMPORER Khaidir Ali Sahid; Sohrah Sohrah
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.23105

Abstract

Arah kiblat menjadi suatu masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, hal ini dikarenakan arah kiblat menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam khususnya pelaksanaan ibadah shalat yang setiap hari dikerjakan oleh umat muslim, sehingga kebenaran posisi arah kiblat menjadi hal yang sangat penting diperhatikan karena menjadi salah satu syarat sahnya shalat. Dahulu penentuan arah kiblat dilakukan hanya dengan berdasar pada posisi matahari terbenam selain itu juga berpedoman pada benda-benda langit, namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, metode penentuan arah kiblat mengalami inovasi baik dari segi alat yang digunakan maupun dari segi penggunaan alat yang semakin sangat mudah untuk dilakukan, bahkan perkembangan teknologi juga ikut merespon perkembangan metode pengukuran arah kiblat misalnya munculnya berbagai aplikasi atau software yang dapat digunakan melalui komputer ataupun handphone. Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam mengenai metode yang digunakan masyarakat dalam penentuan arah kiblat serta melakukan uji keakuratan posisi arah kiblat tersebut dengan menggunakan alat atau metode yang sangat akurat.Kata Kunci: Arah Kiblat, Masjid, Metode Klasik, dan Metode Modern.
URGEN UKHUWAH DALAM BINGKAI BERTETANGGA PERSEPKTIF AL-QUR’AN Rahma Ashari Hamzah; Nur Alamsyah; Halimah Basri; Sohrah Sohrah
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v5i1.1871

Abstract

Abstract: The implementation of ukhuwah in reality is currently experiencing a shift when discussed in a neighborly frame where in reality many people are neighbors but it turns out they still don't relate to each other so it is very interesting to study. The aim of this research is to provide clarity regarding the study of the importance of strengthening ukhuwwah within a neighborly frame from the perspective of the Qur'an. This article uses the maudhu'iy method or thematic method. This article uses a normative approach. The interpretation analysis technique used is: content analysis technique. In the data collection method, researchers used two types of data, namely; primary and secondary. The collected data is then processed using the comparative method with content analysis techniques. The results of the research shed more light on the importance of strengthening and maintaining ukhuwah within a neighborly framework so that people can live in peace and love.Keywords: ukhuwwah; neighboring frames; Al-Qur'an perspective Abstrak: Implementasi ukhuwah pada realitanya saat ini mengalami pergeseran ketika dibahas pada bingkai bertetangga dimana realitanya banyak orang yang bertetangga namun ternyata masih tidak saling mengenal satu dengan lainnya sehingga sangat menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan kejelasan terkait kajian pentingnya mempererat ukhwuwah dalam bingkai bertetangga dari perpektif Al- Qur’an. Artikel ini menggunakan metode maudhu’iy atau metode tematik. Artikel ini menggunakan pendekatan normatif. Teknik analisis tafsir yang digunakan yaitu: teknik analisis isi. Dalam metode pengumpulan data, peneliti menggunakan dua jenis data, yaitu; primer dan sekunder. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan metode komparasi dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian memperjelas lebih mendalam terkait pentingnya mempererat dan memelihara ukhuwah dalam bingkai bertetangga sehingga masyarakat dapat hidup dengan penuh kedamaian dan cinta kasih.Kata Kunci: ukhuwwah; bingkai bertetangga; perspektif Al-Qur’an