Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Pembiayaan Mudharabah Terhadap Tingkat Profitabilitas (Profit Margin) PT. Bank Negara Indonesia Syariah Makassar Muhammad Baedawi; Achmad Abubakar; Halimah Basri
Jurnal Mirai Management Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v7i2.2014

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui produktifitas pembiayaan mudharabah, musyarakah, dan murabahah apabila diukur dari total pembiayaan sebesar 100% pada PT. Bank Negara Indoensia (BNI) Syariah Makassar dan pengaruh Pembiayaan mudharabah, musyarakah, dan murabahah Terhadap Tingkat Profitabilitasa (Profit Margin) pada PT. Bank Negara Indoensia (BNI) Syariah Makassar. populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pembiayaan mudharabah, musyarakah, dan murabahah, perenam bulan dari januari 2016 sampai Desember 2018. metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Analisis Pembiayaan Menurut Yuliana (Keuanagan), mengemukakan bahwa standarisasi suatu pembiayaan dapat dikatakan produktif apabila konstribusi pembiayaan dan Analisis Keuangan (Net Profit Margin). Analisis menggunakan alat statistik SPSS dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Selanjutnya utuk membuktikan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini akan dilihat melalui uji koefisien determinasi, uji parsial (uji-t). Konstribusi pembiayaan mudharabah berada di bawah standar produktifitas yang ditentukanKon, stribusi pembiayaan musyarakah melawati standarisasi yang di tentukan produktifitas, Konstribusi pembiayaan murabahah berada di bawah standar produktifitas yang ditentukan, Mudharabah, Musyarakah, dan Murabahah, tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Keywords: Pembiayaan Mudharabah, Profitabilitas
URGEN UKHUWAH DALAM BINGKAI BERTETANGGA PERSEPKTIF AL-QUR’AN Rahma Ashari Hamzah; Nur Alamsyah; Halimah Basri; Sohrah Sohrah
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v5i1.1871

Abstract

Abstract: The implementation of ukhuwah in reality is currently experiencing a shift when discussed in a neighborly frame where in reality many people are neighbors but it turns out they still don't relate to each other so it is very interesting to study. The aim of this research is to provide clarity regarding the study of the importance of strengthening ukhuwwah within a neighborly frame from the perspective of the Qur'an. This article uses the maudhu'iy method or thematic method. This article uses a normative approach. The interpretation analysis technique used is: content analysis technique. In the data collection method, researchers used two types of data, namely; primary and secondary. The collected data is then processed using the comparative method with content analysis techniques. The results of the research shed more light on the importance of strengthening and maintaining ukhuwah within a neighborly framework so that people can live in peace and love.Keywords: ukhuwwah; neighboring frames; Al-Qur'an perspective Abstrak: Implementasi ukhuwah pada realitanya saat ini mengalami pergeseran ketika dibahas pada bingkai bertetangga dimana realitanya banyak orang yang bertetangga namun ternyata masih tidak saling mengenal satu dengan lainnya sehingga sangat menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan kejelasan terkait kajian pentingnya mempererat ukhwuwah dalam bingkai bertetangga dari perpektif Al- Qur’an. Artikel ini menggunakan metode maudhu’iy atau metode tematik. Artikel ini menggunakan pendekatan normatif. Teknik analisis tafsir yang digunakan yaitu: teknik analisis isi. Dalam metode pengumpulan data, peneliti menggunakan dua jenis data, yaitu; primer dan sekunder. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan metode komparasi dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian memperjelas lebih mendalam terkait pentingnya mempererat dan memelihara ukhuwah dalam bingkai bertetangga sehingga masyarakat dapat hidup dengan penuh kedamaian dan cinta kasih.Kata Kunci: ukhuwwah; bingkai bertetangga; perspektif Al-Qur’an
Konstruksi Tradisi dan Tafsir : Internalisasi Nilai-Nilai Etos Kerja Berbasis Qur’ani di Era 5.0 Ridwan; Achmad Abubakar; Halimah Basri; Abdul Gafur
PAPPASANG Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v5i2.851

Abstract

Jurnal ini membahas konstruksi tradisi dan tafsir dalam internalisasi nilai-nilai etos kerja berbasis Qur'ani di era 5.0. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis konten, penulis menganalisis teks-teks Qur'ani yang relevan dengan etika kerja dan mengintegrasikannya dengan pemahaman tradisi dan tafsir yang ada. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana nilai-nilai etos kerja Qur'ani dapat diadaptasi dan diterapkan dalam era 5.0 yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan perubahan paradigma dalam dunia kerja. Jurnal ini memberikan wawasan yang mendalam tentang relevansi nilai-nilai etis dan moral yang terkandung dalam Al-Qur'an dalam menghadapi tantangan dan perubahan dalam dunia kerja modern.
Analisis Literatur tentang Prinsip-Prinsip Entrepreneurship Dalam Q.S Quraisy: Sebuah Landasan untuk Pengembangan Strategi Bisnis Berbasis Syariah Pratiwi, Nurul; Halimah Basri; Achmad Abubakar; Muh. Azka Fazaka Rif’aah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 2 (2023): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v4i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur terkait prinsip-prinsip entrepreneurship yang terkandung dalam Surah Quraisy, dengan focus bagaimana prinsip-prinsip ini dapat menjadi landasan yang kokoh untuk pengembangan strategi bisnis berbasis syariah. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam Surah Quraisy seperti mengacu pada paradigmatik Quranik dan Sirah Nubuwwah, mengembangkan strategi bisnis yang koheren, ketekunan, pembelajaran, dan pembiasaan, kemudian kepedulian sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ini dapat membantu pengusaha dalam mengembangkan strategi bisnis yang berkelanjutan, etis, dan bermanfaat bagi Masyarakat, sambal menjaga integritas dan kepatuhan nilai-nilai Islam. Prinsip-prinsip dalam Surah Quraisy memberikan landasan moral yang kuat untuk bisnis syariah, memastikan bahwa bisnis tersebut tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang positif dan adil bagi Masyarakat. Prinsip-prinsip ini menjadi pedoman yang penting bagi mereka yang ingin merintis bisnis yang memadukan keberhasilan materi dengan integritas moral dan nilai-nilai Islam.
Proses Kodifikasi dan Pembukuan Al-Qur’an Pada Masa Nabi Dan Sahabat Muharram, Muh Syahrul; Halimah Basri; Andi Miswar
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek penting yang harus diketahui tentang Al-Qur’an yaitu mengenai proses pengkodifikasian atau pembukuan Al-Qur’an pertama kali, atau biasa disebut dengan Jam’ul Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penulisan Al-Qur’an yang terjadi pada masa Nabi maupun pengumpulan lembaran-lembaran Al-Qur’an pada masa sahabat. Penelitian ini bersifat library research dengan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jam’ul Qur’an adalah suatu proses mengumpulkan, menghimpun atau menyatukan Al-Qur’an. Pengumpulan Al-Qur’an ini dibagi menjadi dua yaitu; pengumpulan dalam dada lewat hafalan dan pengumpulan dalam arti penulisan dan pembukuan. Pada masa Nabi, pengumpulan Al-Qur’an lebih banyak dilakukan dengan menggunakan hafalan karena Nabi yang ummi dan pada saat itu belum memadainya alat tulis. Sedangkan pada masa sahabat pengumpulan Al-Qur’an terjadi secara bertahap, dimulai dari pengumpulan lembaran-lembaran Al-Qur’an yang ditulis pada pelepah kurma, kulit kayu dan lain-lain disusun menjadi mushaf al-Qur’an, kemudian penggandaan mushaf dikarenakan penyebaran wilayah islam yang makin luas, dan penyempurnaan penulisan Al-Qur’an guna memudahkan umat Islam diluar Arab dalam membacanya.
RASM QUR’AN (Proses Penulisan dan Pengklasifikasian Literatur Teks Qur’an) rahman, auliya; Andi Miswar; Halimah Basri
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber pedoman pertama dan yang tentunya paling utama yang diturunkan kepada umat nabi Muhammad saw. Al-qur’an diturunkan Allah swt kepada manusia tentunya sebagai petunjuk keselamatan bagi mereka yang menginginkan kebahagiaan dunia dan terlebih lagi di akhirat. Sebagai firman Tuhan dan mu’jizat bagi nabi Muhammad saw, tentu al-Qur’an disusun dan ditulis dengan penuh penjagaan dari Allah swt dan kehatia-hatian dari para shahabat dalam menyusun kitab al-Qur’an. Seiring dengan berjalannya waktu, al-Qur’an telah ditulis dalam bebarapa versi mushaf yang tersebar di seluruh dunia ini, tentu tidak terlepas dari metode yang ditetapkan para sahabat dalam menyusun dan menulis al-Qur’an itu sendiri. Penulisan al-Qur’an itu sendiri salah satunya didasari dengan perbedaan dialeg khusunya orang non-arab yang pada saat itu sudah ada yang masuk islam sehingga muncul ide para sahabat dalam meningkatkan metode penulisan agar al-Qur’an dapat dibaca dan dipahami diberbagai negara.
Entrepreneurship Dan Strategi Bisnis Dalam Islam (Overview QS. Quraisy: 1-4) Dwiatmaja, Ahmad Zikri; Halimah Basri; Muhammad Daming
BISMA : Business and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Bisma : Business and Management Journal
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/bisma.v2i2.920

Abstract

This research aims to find out the literature related to entrepreneurship principles and business strategies contained in Surah Quraysh. The research method used in the study is literature analysis, which is also known as literature study. The results of the research show that Surah Quraysh provides a strong foundation for the development of sharia-based business strategies. The example of the Prophet Muhammad (SAW) contained in Surah Quraysh such as developing a coherent business strategy, perseverance, learning, and habituation, then social care that provides a strong ethical foundation for entrepreneurs who want to run a business in accordance with Islamic values. It also encourages social responsibility, concern for society, and integrity in business. By referring to the principles of entrepreneurship in Surah Quraysh, entrepreneurs can build business strategies that are sustainable, ethical and beneficial to society, while gaining blessings in their endeavors. Seeing the example of the Prophet Muhammad SAW. in entrepreneurship and business teaches that forming a sharia business foundation that is in accordance with Islamic values and is oriented towards justice, blessings and sustainability. The business strategy contained in Surah Al-Quraisy verses 1 - 4 is perseverance, learning and habituation from small, Brand Equity and Master Brand, outward expansion, building networks, as well as diplomacy and negotiation skills, market segmentation, balance between business and worship, tawakkal accompanied by hard work.
Perilaku Hedonis dalam al-Qur’an Studi atas Term al-Israf Q.S al-A’raf ayat 31. Adi, Kurniadi; Prades Arianto Silondae; Achmad Abubakar; Halimah Basri; Muh. Azka Fazakah Rifah
AL-MUTSLA Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Al Mutsla Desember 2023
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v5i2.755

Abstract

Perilaku israf dan tabdzir merupakan perilaku yang menunjukkan sikap boros, berlebih-lebihan dan cenderung bermasa bodoh terhadap lingkungan sekitarnya. Orang yang berperilaku hedonis (israf dan tabdzir) senantiasa mencari kesenangan duniawi semata kurang mempertimbangkan dampaknya di akhirat. Tujuan penelitian ini mengkaji mengenai pandangan al-Qur’an terkait perilaku hedonis, yaitu israf dan tabdsir khususnya dalam perilaku konsumsi. Penelitian ini juga mengkaji surah al-A’raf ayat 31 sebagai gambaran larangan perilaku israf dan tabdzir. Metode yang digunakan dalam dalam peneltian ini adalah library research. Hasil dalam peneltian menunjukkan bahwa Islam melarang perbuatan berlebih-lebihan, baik dalam mengluarkan harta untuk kosumsi ataupun dengan tujuan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan kadarnya dan tidak pada tempatnya. Hal tersebut dilarang karena termasuk dalam perbuatan syetan. Agar tehindar dari perbuatan israf dan tabdzir seorang Muslim diharuskan senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah supaya selalu dijaga dan dipelihara oleh Tuhan. Seorang hamba harus selalu mengingat Allah dan berserah diri atas segala apa yang hendak diperbuatnya.
ZAKAT DAN FUNGSINYA BAGI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT: KAJIAN TAFSIR EKOMOMI QS. AL-TAUBAH AYAT 103 A M Nur Atma Amir; Achmad Abubakar; Halimah Basri; Muh. Azka Fazaka Rif’ah
El-Iqthisadi Volume 5 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.vi.44120

Abstract

Abstrak Salah satu ayat yang menjelaskan fungsi zakat adalah Surah al-Taubah ayat 103. Penelitian ini mencoba mengkaji makna dari lafaz ṣadaqah di dalam ayat tersebut serta perbandingannya dengan infak dan sedekah. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji fungsi zakat baik secara social maupun secara ekonomi yang terkandung dalam surah al-Taubah ayat 103 tersebut. Penelitian ini meupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode interpretasi dengan pendekatan metode tafsir tahlili yang merupakan salah satu metode untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa maksud dari lafaz ṣadaqah dalam Surah al-Taubah ayat 103 menurut mayoritas mufasir adalah zakat. Zakat merupakan bagian dari infak karena termasuk penggunaan uang dan merupakan bagian dari sedekah karena merupakan bentuk tindakan yang menjadi bukti keimanan. Adapun fungsi zakat yang terkandung dalam surah al-Taubah ayat 103 ada dua yang meliputi muzaki, mustahik, dan harta itu sendiri. Secara sosial zakat berfungsi mensucikan hati muzaki dari sifat rakus dan kikir. Zakat juga berfungsi mensucikan hati mustahik dari sifat iri, dengki, dan amarah. Zakat juga mensucikan harta dari kotoran dan syubhat. Pada akhirnya, zakat mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang aman, tentram, dan harmonis. Secara ekonomi, zakat berfungsi meningkatkan konsumsi mustahik, zakat juga berfungsi meningkatkan produktifitas muzaki. Sementara bagi harta, fungsi zakat dapat dilihat dari aspek makro berupa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Kata Kunci: Zakat, Sosial Masyarakat, Ekonomi Masyarakat, Tafsir Ekonomi, dan Surah al-Taubah ayat 103 Abstract One of the verses that explains the function of zakat is Surah al-Taubah verse 103. This research tries to examine the meaning of the ṣadaqah statement in this verse and its comparison with infaq and alms. Apart from that, this research also examines the function of zakat both socially and economically as contained in surah al-Taubah verse 103. This research is a type of qualitative descriptive research using an interpretation method with a tahlili interpretation method approach which is one method for studying verses of the Al-Qur'an. From the results of this research, it can be concluded that the meaning of the ṣadaqah lafaz in Surah al-Taubah verse 103 according to the majority of interpreters is zakat. Zakat is part of infaq because it includes the use of money and is part of alms because it is a form of action that is proof of faith. There are two functions of zakat contained in surah al-Taubah verse 103, including muzaki, mustahik, and the treasure itself. Socially, zakat functions to purify the muzaki's heart from greed and stinginess. Zakat also functions to purify the mustahik's heart from envy, envy and anger. Zakat also purifies wealth from dirt and doubts. In the end, zakat is able to create a safe, peaceful and harmonious social life. Economically, zakat functions to increase mustahik consumption, zakat also functions to increase muzaki productivity. Meanwhile, for assets, the function of zakat can be seen from the macro aspect in the form of sustainable and fair economic growth. Keywords: Zakat, Social Society, Economy Society, Economic Interpretation , and Surah al-Taubah verse 103.
PENGELOLAAN HARTA DALAM TINJAUAN Q.S AT-TAKATSUR Ita Rukmanasari; Halimah Basri; Achmad Abubakar; Muh. Azka Fazaka Rifa’ih4
TAFAQQUH Vol. 8 No. 02 (2023): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/3ttxby58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan harta dalam tinjauan surah At-Takatsur, dengan menggunakan metode penelitian library research atau kepustakaan yang merujuk pada teori-teori yang relevan dengan penelitian ini. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu perbuatan yang merusak kehidupan manusia adalah saling bermegah-megahan dan saling membangga-banggakan kehebatan. Hal tersebut dapat melalaikan seseorang dari perbuatan mulia yang semestinya dikerjakannya. Kemudian bermegah-megahan dapat melakaikan manusia hingga masuk kedalam kubur. Sesungguhnya Allah sangat melarang manusia untuk merbegah-megahan karena balasan bagi perbuatan tersebut adalah neraka yang jahim