Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al Ashriyyah

IsraiIliyyat Dalam Tafsir Al Khathib Asy-Syarbini Fery Rahmawan Asma
Al Ashriyyah Vol. 3 No. 1 (2017): Al Ashriyyah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/alashriyyah.v3i1.20

Abstract

Secara umum, penafsiran Al-Qur`an bi ar-rayi kerap menggunakan metode analitik tahili, dengan metode ini para mufassir relatif lebih leluasa memberikan ragam penafsiran sesuai batasan yang diizinkan syara’ dan kaidah penafsiran yang mu’tabar. Metode ini mampu memberikan banyak penafsiran terkait satu ayat dalam Al-Qur`an. Salah satu ulama yang turut menggunakan metode analitik ini adalah Muhammad asy-Syarbini; pengarang Tafsir as-Siraj al-Munir, salah satu mufasir bermadzhab fikih Asy-Syafi’i. Dalam tafsirnya, ia lebih menonjolkan sisi ilmu ma’ani, dan qira‘at. Namun dibalik itu semua, ada juga ragam kisah israiliyyat di dalamnya, yang sejatinya ini memberikan dampak buruk bagi dunia penafsiran Al-Qur’an secara umum. Penelitian akan tafsir ini penulis khususkan pada bahasan israiliyyat dengan rinciannya yang mendetail, dimana penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan beragam data israiliyyat serta kaitannya dengan pandangan mufassir lainnya. Oleh karena itu, metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, hal ini bertujuan agar dapat mengetahui materi israiliyyat apa saja yang asy-Syarbini sebutkan dalam tafsirnya, langkah apa yang diambil dalam penyebutannya juga responnya terkait kisah-kisah tersebut serta kaitan dirinya dengan para mufassir sebelum masanya terkait kisah israiliyyat. Dari hasil penelitian ini, penulis berhasil memetakan sistem informasi kisah yang disebutkan oleh pengarang tafsir, pandangan ulama terkait kidah-kisah tersebut dan sikap pengarang tafsir dalam mengomentari israiliyyat serta akar dari pandangan asy-Syarbini.
Reinterpretasi Pemaknaan Tasawuf Dan Tarekat Mu’tabarah Fery Rahmawan Asma
Al Ashriyyah Vol. 4 No. 2 (2018): Al Ashriyyah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/alashriyyah.v4i2.41

Abstract

Kajian tasawuf merupakan kajian terkait salah satu rukun agama, rukun iman, rukun islam dan rukun ihsan. Tasawuf merupakan bagian dari rukun ihsan ini, kajian yang terkadang dilupakan dari kajian Islam, sehingga menimbulkan ragam wacana mengenainya. Ada sebagian orang yang menganggap bahwa tasawuf merupakan ruh Islam yang patut diketahui, dikaji secara mendalam dan diamalkan secara konsisten untuk mengarah pada status penghambaan diri pada Allah, meski sebagian orang ada yang menganggap bahwa tasawuf merupakan perkara yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, bahkan banyak perkataan para sufi yang mengindikasikan kekufuran, hal inilah yang coba penulis jawab dalam makalah ini. Tarekat sendiri merupakan sisi amaliyah dari tasawuf secara umum, dalam tarekatlah sisi ketersambungan antara murid dan guru terjaga, dimana ada pula persamaan dan perbedaan tasawuf dengan tarekat.