Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dukungan Keluarga dan Keputusan Inisiasi Hemodialisis Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Kota Madiun Julia Pertiwi
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2: Oktober 2020
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.845 KB) | DOI: 10.47575/jpkm.v1i2.190

Abstract

Data Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperlihatkan yang menderita gagal ginjal baik akut maupun kronik mencapai 50% sedangkan yang diketahui dan mendapatkan pengobat7an hanya 25% dan 12,5% yang terobati dengan baik. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keputusan inisiasi hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUD Kota MadiunTeknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah 47 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan uji chi-square didapatkan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden dengan dukungan keluarga mendukung keputusan inisiasi terdapat 26 (55,3%) responden dan yang tidak menunda keputusan inisiasi hemodialisis terdapat 17 (36,2%) responden sedangkan responden dengan dukungan keluarga kurang 2 (4,3%) responden dan yang menunda keputusan inisiasi hemodialisis terdapat 2 (4,3%) responden dan didapatkan nilai ρ value = 0,000. Kesimpulan ini menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan keputusan inisiasi hemodialisis di Ruang Hemodialisa pada responden di ruang hemodialisa RSUD Kota Madiun. 
Edukasi Rekam Medis Elektronik Sebagai Upaya Transformasi Kesehatan Digital Di Puskesmas Selogiri Rika Andriani; Julia Pertiwi; Arifatun Nisaa
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2036

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam pengabdian masyarakat di Puskesmas Selogiri adalah kurangnya pemahaman staf terhadap implementasi rekam medis elektronik (RME). Hal ini diperparah oleh minimnya partisipasi staf dalam sosialisasi dan pelatihan terkait RME yang diselenggarakan oleh dinas kesehatan dan organisasi profesi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman staf Puskesmas Selogiri tentang RME untuk mendukung transformasi kesehatan digital. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode penyuluhan yang melibatkan tahapan identifikasi permasalahan, persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah seluruh staf Puskesmas Selogiri, termasuk kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan staf administrasi. Sebanyak 63 orang terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari berbagai profesi seperti dokter, perawat, dan staf lainnya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman staf terhadap RME. Data kuantitatif dari pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata nilai total dari 46,17 menjadi 88,35. Data kualitatif dari diskusi dan observasi mengindikasikan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi pelatihan.  Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman staf mengenai RME, yang dapat mendukung keberhasilan implementasi RME di Puskesmas Selogiri. Rekomendasi yang dihasilkan adalah perlunya pelatihan lanjutan mengenai alih media dari rekam medis berbasis kertas menjadi elektronik untuk memastikan kelancaran implementasi dan keberlanjutan program. Pelatihan tambahan juga dapat meningkatkan kesiapan dan keterampilan staf dalam menghadapi tantangan teknologi kesehatan di masa depan. Electronic Medical Records Education to Accelerate Digital Health Transformation at Selogiri Community Health Center  The main issue addressed in the community service program at Selogiri Community Health Center was the limited understanding of staff regarding the implementation of electronic medical records (EMR). This issue was exacerbated by the low participation of staff in EMR-related training and socialization conducted by health authorities and professional organizations. The goal of this initiative was to enhance the knowledge and understanding of Selogiri Community Health Center staff about EMR to support digital health transformation. The implementation method employed was the counseling method, involving stages of problem identification, preparation, implementation, monitoring, and evaluation.The partners involved in this activity were the entire staff of Selogiri Community Health Center, including the head of the health center, healthcare professionals, and administrative staff. A total of 63 participants were involved, comprising various professions such as doctors, nurses, and other staff members. The results of this program indicated a significant increase in staff understanding of EMR. Quantitative data from pre-test and post-test assessments showed an increase in the average total score from 46.17 to 88.35. Qualitative data from discussions and observations indicated increased enthusiasm and active participation among participants during the training sessions.The conclusion of this program is that the counseling method is effective in improving staff understanding of EMR, which can support the successful implementation of EMR at Selogiri Community Health Center. The recommendations derived from this activity include the need for further training on the transition from paper-based medical records to electronic records to ensure the smooth implementation and sustainability of the program. Additional training can also enhance staff readiness and skills in facing future challenges related to health technology.