Heny Rohayani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDEKATAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DALAM PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SMP NEGERI 1 DUKUPUNTANG Hikmah Nida Lutfia; Heny Rohayani; Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 1 (2021): Februari, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i1.32157

Abstract

Rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadappeningkatankreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari. Secaraspesifikpermasalahandalamdirumuskansebagaiberikut: Bagaimanakreativitassiswakelas VIII di SMP Negeri 1 Dukupuntangsetelahditerapkannyapendekatan HOTS dalampembelajaransenitari. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII I di SMP Negeri 1 Dukupuntang dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa.Instrumen yang digunakandalampenelitianiniadalahobservasi, tes, danwawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa adapeningkatankreativitas siswa setelah diterapkannya pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran seni tari. Dibuktikandenganhasiluji t yang diperolehthitungsebesar 24,13 dan t tabel 1,706. DapatdiketahuibahwathitungttabelinimenunjukkanbahwapendekatanHigher Order Thinking Skills (HOTS) signifikanterhadappeningkatankreativitassiswa.
LEARN TO DANCE THROUGH ICE BREAKING GAMES putri khairunnisa; Heny Rohayani; Ria Sabaria
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 2, No 2 (2022): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the lack of motivation, enthusiasm, and interest in students' learning in dance lessons at school. This is allegedly due to the teacher's learning style factor which is fairly monotonous and boring so that it affects learning outcomes that are less than optimal. The purpose of this study was to describe the process and results of dance learning through Ice Breaking in class VII students at SMPN 10 Bandung. The use of Ice Breaking in dance learning activities can foster a pleasant learning atmosphere for students so that they have the desire to learn dance. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Collecting research data using observation, interviews and documentation studies. The subjects of the study were seventh grade junior high school students consisting of 31 students. The results of this study indicate that the Ice Breaking game can create a fun learning atmosphere. In addition, through the Ice Breaking game, it can be seen that there is a development of student learning outcomes in dance learning through increasing student grades from each meeting, so this study concludes that the use of Ice Breaking by teachers has a positive influence and impact on the process and results of dance learning for seventh grade students at SMPN 10 Bandung. This research is expected to provide benefits for readers in general, and especially for teachers in developing the dance learning process creatively and innovatively so that the learning that takes place can be interesting and fun.
MENINGKATKAN KEMMAPUAN PSIKOMOTORIK DENGAN MODEL EXPLICIT INTRUCTION : PENELITIAN TINDAKAN KELAS Winda Geri Novita Sari; Heny Rohayani; Beben barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50169

Abstract

AbstrakPermasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan psikomotorik siswa dalam desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional merupakan latar belakang dari penelitian ini, Permasalahan yang terjadi dalam mata pelajaran Seni budaya khusus nya pembelajaran seni tari pada siswa kelas VIII SMPN 19 Bandung adalah menurunnya hasil belajar. Secara khusus ditemukan lemahnya kemampuan aspek psikomotorik terutama dalam kompetensi mendesain dan memperagakan pola lantai pada jenis tari tradisional. Penyebab munculnya permasalahan tersebut adalah kecenderungan guru dalam mengedepankan pembelajaran yang bersifat teori daripada praktik.. Tujuan umum dari penulisan artikel ini untuk memperbaiki pembelajaran di kelas menggunakan model pembelajaran explicit intruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa kemampuan psikomotorik aspek desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional kelas VIII SMPN 19 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasrkan hasil data yang ditemukan oleh peneliti, dapat dijelaskan bahwa saat diterapkannya model explicit intruction ketika proses pembelajaran berlangsung pada siswa kelas VIII-F SMPN 19 Bandung yang dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru telah berjalan dengan lancar dan baik, yakni dimana pada proses pembelajaran berlangsung mengalami pening  katan signifikan yang terjadi pada setiap siklusnya. Dengan diterapkannya model explicit intruction tidak hanya dapat menngkatkan hasil belajar siswa, melainkan dijadikan bahan acuan dan alternatif pembelajaran di kelas, untuk menarik perhatian siswa pada saat pemebelajaran berlangsung terutama untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan psikomotorik siswa dalam perbaikan pembelajaran di kelas.                                                                                               Kata Kunci: Explicit Intruction, Kemampuan Psikomotorik, Pembelajaran Tari