Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENDEKATAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DALAM PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SMP NEGERI 1 DUKUPUNTANG Hikmah Nida Lutfia; Heny Rohayani; Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 1 (2021): Februari, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i1.32157

Abstract

Rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadappeningkatankreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari. Secaraspesifikpermasalahandalamdirumuskansebagaiberikut: Bagaimanakreativitassiswakelas VIII di SMP Negeri 1 Dukupuntangsetelahditerapkannyapendekatan HOTS dalampembelajaransenitari. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII I di SMP Negeri 1 Dukupuntang dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa.Instrumen yang digunakandalampenelitianiniadalahobservasi, tes, danwawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa adapeningkatankreativitas siswa setelah diterapkannya pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran seni tari. Dibuktikandenganhasiluji t yang diperolehthitungsebesar 24,13 dan t tabel 1,706. DapatdiketahuibahwathitungttabelinimenunjukkanbahwapendekatanHigher Order Thinking Skills (HOTS) signifikanterhadappeningkatankreativitassiswa.
MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF MELALUI DARING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN GERAK TARI Aisya Apriliani Hijriyanni; frahma sekarningsih; Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i2.35862

Abstract

Fokus masalah dalam penelitian ini yaitu lemahnya pemahaman siswa khususnya pemahaman gerak tari yang diakibatkan saat proses pembelajaran guru jarang menggunakan model pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dan pemberian materi belum optimal yang mengakibatkan hasil pembelajaran tidak sesuai dengan kemampuan siswa sebenarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran setelah diterapkannya model Problem Based Learning berbasis multimedia interaktif melalui daring. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan pendekaran kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan one group pretest posttest. Alasan digunakannya metode tersebut karena penelitian ini hanya terfokus pada satu kelompok saja, sehingga perlakuan yang diberikan lebih intens serta memperoleh hasil yang lebih maksimal. Penelitian ini dilakukan di SMPN 12 Bandung pada siswa kelas VII G berjumlah 31 orang siswa. Untuk mengetahui hubungan antara sebab-akibat antara variabel X dan Y, peneliti memberikan pretest untuk mengetahui pemahaman gerak tari sebelum diberikan perlakuan, kemudian melakukan treatment dengan menerapkan model Problem Based Learning berbasis multimedia interaktif melalui daring yang dilakukan sebanyak tiga pertemuan dengan materi level dan pola lantai pada gerak tari, setelah itu diberikan Posttest untuk mengetahui pemahaman gerak tari setelah diberikan perlakuan. Penggunaan model Problem Based Learning berbasis multimedia interaktif melalui daring terbukti dapat meningkatkan pemahaman gerak tari pada siswa setelah dilakukannya penelitian dengan membandingkan hasil pretest dan posttest siswa. Peningkatan pemahaman gerak tari terlihat dari perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest. Hal ini dibuktikan juga dengan uji hipotesis yang dilakukan, hasil analisis uji t menunjukkan thitung ttabel atau 19,2 1,697 artinya H1 dapat diterima dan H0 ditolak.
PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI DARI YOUTUBE UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA siti Asyifs; Juju Masunah; Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 1 (2022): Februari, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i1.44425

Abstract

Adanya wabah virus Corona mengakibatkan kegiatan pembelajaran tari tidak dapat dilaksanakan secara langsung, maka guru membuat video pembelajaran tari pada aplikasi Youtube untuk siswa sekolah menengah pertama agar pembelajaran tari dapat dilaksanakan walaupun secara online. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan rancangan pembelajaran tari, proses pembelajaran tari, dan hasil pembelajaran tari untuk meningkatkan kreativitas siswa tingkat sekolah menengah pertama pada video pembelajaran melalui Youtube dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 2 orang pembuat video pembelajaran tari dan 4 siswa kelas VIII SMPN 12 Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah siswa mampu meningkatkan hasil belajar melalui penguasaan psikomotor, akademik, kreativitas, berani, disiplin dalam belajar dan siswa mampu membuat gerak tari sesuai dengan ruang, tenagam waktu. Melalui video pembelajaran dari youtube ini diharapkan siswa mampu meningkatkan hasil belajar siswa termasuk dalam kreativitas dan siswa mampu memahami materi pembelajaran dan tugas yang diberikan guru, serta mampu belajar dengan maksimal.
KREATIVITAS ANAK : PERMAINAN KOMPOSISI SIKAP DAN GERAK TARI (Sebuah Pendekatan Imajinatif melalui Aktivitas Metaforik Berbasis Alam Sekitar Untuk Pembelajaran Seni Tari di Pendidikan Dasar) Beben Barnas
RITME Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is very possible to help students learn how to see and response their environment. Hawkin posits that if one teaches choreography in an experimental class, it is better to use a certain model of observation as a tool to help him perceive the pattern. From the perspective of a teacher about creativity is that it includes all productive efforts which are unique from the individual to help children digging and developing their potency optimally. A teacher has been encountered by an important question: how to create a situation which can help students to build an achievable environment for each individual to response intuitively and attract to move creatively. The lack of confidence in children and environment can complicate and even block the attitude to accept experiences and the encouragement to create a dance movement. A necessity of learning creative dance needs an environmental maintenance which gives freedom to the children to react intuitively without feel scared of judgment (right or wrong) of their creativity. Furthermore, it enables children to be confident. The role of a teacher here is to stimulate students’ creativity by giving some metaphorical expressions so that they can create and develop their own creative movements.  Metaphorical activity in encouraging children’s creativity in learning dance is a process of learning which gives a way of working to help its environment. It gives facilities and opportunities to the students to develop their ability. The ability to explore and find dance movement through their potential creativity is expected will give them freedom to experience, find, and create passion -from their heart- in creating variety of dance movements which are appropriate with the purpose of the study which is determined in dance subject in the Elementary Schools.
Analisis Korelasi Antara Kemampuan Mengoprasikan Video Tutorial Berbasis CAMTASIA STUDIO 7 Dengan Kemampuan Kritik Tari Siswa Kelas XI SMA NEGERI 4 BANDUNG muhammad iklil; Trianti Nugrahaeni; Beben Barnas
IRAMA Vol 1, No 2 (2019): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/irama.v1i2.22257

Abstract

dalam menyampaikan kritik, serta korelasi antara keduanya. Sebuah fenomena dimana penggunaan multimedia cenderung minim efisiensi serta rendahnya kualitas komunikasi peserta didik saat ini, antara lain melakukan kritik terhadap karya seni tari. Keduanya disinyalir memiliki keterkaitan yang sangat erat dimana perangkat multimedia terus mengalami pemutakhiran seiring berjalannya waktu dengan basis utama telekomunikasi. Peserta didik di usia SMA dalam hal ini menjadi pengguna yang sangat aktif, tentu sangat memiliki peran dalam perkembangan teknologi dan komunikasi, salah satunya siswa-siswi di SMA Negeri 4 Bandung kelas XI MIPA 4 yang kemudian dijadikan sampel penelitian. Termilikinya wawasan mengenai efisiensi penggunaan teknologi dan tata cara menyampaikan kritik menjadi manfaat utama bagi peserta didik, dan bagi guru tentunya menjadikan penelitian ini sebagai bahan kajian dan inovasi terhadap pembelajaran. Dengan metode penelitian korelasi ini, peneliti menggunakan instrumen observasi, angket dan studi dokumentasi, yang ternyata ditemukan bahwa kepemilikan perangkat dan penggunaan teknologi yang sangat tinggi, tetapi cenderung rendah dalam hal pendalaman aplikasi dan perangkat teknologi itu sendiri, didapat dari hasil penyebaran angket oleh peneliti sebelum dilakukan perlakuan, pun rendahnya kualitas kritik tari yang dilakukan oleh siswa dalam bentuk tulisan tangan didapat dari pre-test. Oleh karena itu peneliti mengarahkan siswa untuk mengaplikasikan kritik yang telah ditulis ke dalam aplikasi video tutorial berbasis Camtasia Studio 7, dengan produk sebuah video kritik. Hasilnya tingkat efisiensi penggunaan multimedia pun membaik dengan nilai minimum berada 10 nilai di atas nilai KKM, penyampaian kritik tari siswa pun menjadi lebih optimal dengan peningkatan rata-rata nilai sebesar 6,34, serta nilai korelasi keduanya berada pada poin 0,78 menandakan bila kritik didesain sedemikian rupa dengan efektivitas penggunaan Camtasia Studio 7, maka kualitas kritik dan kemampuan mengoperasikan aplikasi pun menjadi berkembang.
Analisis Korelasi Antara Kemampuan Mengoprasikan Video Tutorial Berbasis CAMTASIA STUDIO 7 Dengan Kemampuan Kritik Tari Siswa Kelas XI SMA NEGERI 4 BANDUNG muhammad iklil; Trianti Nugraheni; Beben Barnas
IRAMA Vol 1, No 2 (2019): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.427 KB) | DOI: 10.17509/irama.v1i2.22261

Abstract

dalam menyampaikan kritik, serta korelasi antara keduanya. Sebuah fenomena dimana penggunaan multimedia cenderung minim efisiensi serta rendahnya kualitas komunikasi peserta didik saat ini, antara lain melakukan kritik terhadap karya seni tari. Keduanya disinyalir memiliki keterkaitan yang sangat erat dimana perangkat multimedia terus mengalami pemutakhiran seiring berjalannya waktu dengan basis utama telekomunikasi. Peserta didik di usia SMA dalam hal ini menjadi pengguna yang sangat aktif, tentu sangat memiliki peran dalam perkembangan teknologi dan komunikasi, salah satunya siswa-siswi di SMA Negeri 4 Bandung kelas XI MIPA 4 yang kemudian dijadikan sampel penelitian. Termilikinya wawasan mengenai efisiensi penggunaan teknologi dan tata cara menyampaikan kritik menjadi manfaat utama bagi peserta didik, dan bagi guru tentunya menjadikan penelitian ini sebagai bahan kajian dan inovasi terhadap pembelajaran. Dengan metode penelitian korelasi ini, peneliti menggunakan instrumen observasi, angket dan studi dokumentasi, yang ternyata ditemukan bahwa kepemilikan perangkat dan penggunaan teknologi yang sangat tinggi, tetapi cenderung rendah dalam hal pendalaman aplikasi dan perangkat teknologi itu sendiri, didapat dari hasil penyebaran angket oleh peneliti sebelum dilakukan perlakuan, pun rendahnya kualitas kritik tari yang dilakukan oleh siswa dalam bentuk tulisan tangan didapat dari pre-test. Oleh karena itu peneliti mengarahkan siswa untuk mengaplikasikan kritik yang telah ditulis ke dalam aplikasi video tutorial berbasis Camtasia Studio 7, dengan produk sebuah video kritik. Hasilnya tingkat efisiensi penggunaan multimedia pun membaik dengan nilai minimum berada 10 nilai di atas nilai KKM, penyampaian kritik tari siswa pun menjadi lebih optimal dengan peningkatan rata-rata nilai sebesar 6,34, serta nilai korelasi keduanya berada pada poin 0,78 menandakan bila kritik didesain sedemikian rupa dengan efektivitas penggunaan Camtasia Studio 7, maka kualitas kritik dan kemampuan mengoperasikan aplikasi pun menjadi berkembang.
EKSPLORASI GERAK TARI DENGAN MODEL SNOWBALL THROWING (Studi Eksperimen Pada Siswa SMA) Eka Marselina Pratiwi; Agus Budiman; Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50184

Abstract

Permasalahan kemampuan eksplorasi gerak tari siswa adalah fokus dari penelitian ini. Dalam pembelajaran tari, kegiatan eksplorasi merupakan bagian dari tahapan penciptaan tari yang mesti dipelajari oleh siswa. Akan tetapi kenyataannya siswa belum memiliki perangkat pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh penggunaan model snowball throwing terhadap kemampuan eksplorasi gerak tari. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasinya merupakan siswa SMA, sampel yang digunakan 40 siswa dengan siswa laki-laki 18 dan perempuan 22 siswa dengan teknik pengambilan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan empat cara yaitu: obervasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh data bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 69.5 saat treatment berlangsung respon siswa sangat baik dan positif sedangkan perolehan rata-rata nilai posttest sebesar 82 yang kemudian dilakukan analisis dengan uji hipotesis yaitu Uji T dalam hasil perhitungan menunjukkan thitung sebesar 5.012 dan ttabel 2.024 dengan taraf signifikansi 0.05. berdasarkan kriteria pengujian maka diperoleh thitung ttabel atau 5.012 2.024 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan penerapan Model Snowball Throwing terhadap kemampuan eksplorasi gerak tari siswa kelas XI SMAN 6 Kab.Tangerang.
PENINGKATAN SELF CONFIDANCE SISWA DALAM PEMBELAJARAN TARI DI SDN LEMBANG CILILIN Ismi Laila anugrah; frahma Sekarningsih; beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.51971

Abstract

Berkaitan dengan pendidikan karakter Self Cofidance memberikan pengaruh bagi individu atau peserta didik pada pembelajaran, dimana peserta didik akan memperjuangkan keinginannya dalam meraih prestasi dan ini mempengaruhi keberhasilan belajar. Penulisan artikel ini betujuan untuk memperoleh data hasil penelitian mengenai implementasi model index card match untuk meningkatkan self confidence peserta didik dalam pembelajaran tari di kelas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan kuantitaif. Jenis pre-eksperimental yang digunakan pada penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group Pretest-posttest Design. Sampel dalam penelitian ini yaitu peserta didik di SDN Lembang Cililin berjumlah 41 orang. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya peningkatan self confidence peseta didik dibandingkan sebelum diterapkannya model index card match, berdasarkan hasil penilaian peserta didik antara pretest dan posttes. Hasil analisis yang dilakukan melalui uji hipotesis, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata Self Confidance peserta didik meningkat, yaitu nilai rata-rata siswa pada saat pretest adalah 73 dan nilai rata-rata siswa pada saat setelah posttest menjadi 83. Maka, berdasarkan hasil perhitungan diatas, nilai t hitung yang didapatkan adalah 9,63. Dilakukan dengan membandingkan bahwa t hitung dari t table atau 9,63 1,684. Maka, Ha diterima dengan arti implementasi model index card match dapat meningkatkan self confidance peserta didik dalam pembelajaran tari.
MENINGKATKAN KEMMAPUAN PSIKOMOTORIK DENGAN MODEL EXPLICIT INTRUCTION : PENELITIAN TINDAKAN KELAS Winda Geri Novita Sari; Heny Rohayani; Beben barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50169

Abstract

AbstrakPermasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan psikomotorik siswa dalam desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional merupakan latar belakang dari penelitian ini, Permasalahan yang terjadi dalam mata pelajaran Seni budaya khusus nya pembelajaran seni tari pada siswa kelas VIII SMPN 19 Bandung adalah menurunnya hasil belajar. Secara khusus ditemukan lemahnya kemampuan aspek psikomotorik terutama dalam kompetensi mendesain dan memperagakan pola lantai pada jenis tari tradisional. Penyebab munculnya permasalahan tersebut adalah kecenderungan guru dalam mengedepankan pembelajaran yang bersifat teori daripada praktik.. Tujuan umum dari penulisan artikel ini untuk memperbaiki pembelajaran di kelas menggunakan model pembelajaran explicit intruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa kemampuan psikomotorik aspek desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional kelas VIII SMPN 19 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasrkan hasil data yang ditemukan oleh peneliti, dapat dijelaskan bahwa saat diterapkannya model explicit intruction ketika proses pembelajaran berlangsung pada siswa kelas VIII-F SMPN 19 Bandung yang dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru telah berjalan dengan lancar dan baik, yakni dimana pada proses pembelajaran berlangsung mengalami pening  katan signifikan yang terjadi pada setiap siklusnya. Dengan diterapkannya model explicit intruction tidak hanya dapat menngkatkan hasil belajar siswa, melainkan dijadikan bahan acuan dan alternatif pembelajaran di kelas, untuk menarik perhatian siswa pada saat pemebelajaran berlangsung terutama untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan psikomotorik siswa dalam perbaikan pembelajaran di kelas.                                                                                               Kata Kunci: Explicit Intruction, Kemampuan Psikomotorik, Pembelajaran Tari
PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA Navika Putri Dwi Lestari; Dewi Karyati; Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.50139

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kreativitas gerak siswa SMP Negeri 2 Ngamprah yang memiliki kelemahan dalam pembelajaran seni tari dan memerlukan pengembangan melalui pendidikan dalam pembelajaran tari. Indikator penilaian pada skripsi ini meliputi eksploring, composing dan demonstration dalam membuat karya tari yang bertemakan tari tani. Tujuan dalam penulisan ini adalah menguji coba media pembelajaran berbasis animasi untuk melihat keberhasilan dalam meningkatkan kreativitas gerak siswa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Pre-Experimental Design dengan desain One-Group Pretesr-Posttest, dengan partisipan siswa kelas VII dan sampel VII D dengan jumlah siswa 36 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, studi literatur, wawancara, dokumentasi dan tes. Dalam penelitian ini terdapat rancangan pembelajaran dengan 4 pertemuan. Analisis data yang digunakan dengan rumus uji-t. Hasil penelitian ini berupa uji tes yang mana pada rata rata pre-test yaitu 65,63 dan post-test 84,75. Hasil lainnya yang didapatkan dari perhitungan uji t adalah t hitung t tabel dengan hasil 395,5 1,697. Maka kesimpulan yang didapat bahwa pembelajaran elemen gerak tari berbasis video animasi untuk meningkatkan kreativitas pada siswa secara signifikan, artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Adanya penelitian ini direkomendasikan agar guru lebih memperhatikan kondisi siswa dan menentukan media pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan minat dan apresiasi pada siswa sehingga yang berpengaruh terhadap peningkatan kreativitas siswa.