Raihan Raihan
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Metode Kepemimpinan Keuchik Dalam Mencegah Penyebaran Covid 19 Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v4i1.13129

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang Metode Kepemimpinan Keuchik Dalam Mencegah Penyebaran Covid 19. Kajian ini untuk mengetahui metode kepemimpinan yang dijalankan oleh Keuchik dalam mencegah penyebaran Covid 19 di gampong yang dipimpinnya. Dengan menggunakan metode field research (penelitian lapangan) yang merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancarayang diwakili oleh enumerator yang berada di desa terkait. Informan dalam penelitian ini adalah keuchik beserta perangkat desa serta tokoh masyarakat pada gampong yang tersebar di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam metode yang dijalankan oleh Keuchik dalam rangka mencegah penyebaran Covid 19 di gampongnya. Di antara keuchik tersebut ada yang  lebih menitikberatkan metode kepemimpinan memberi perintah, sementara Keuchik lain lebih mengutamakan metode kepemimpinan peka terhadap saran-saran dan yang lainnya. 
DAKWAH MENURUT PERSPEKTIF BUYA HAMKA Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.989 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.4803

Abstract

Tulisan ini berjudul Dakwah Menurut Perspektif Buya Hamka. Tulisan  ini bermaksud untuk memaparkan tentang dakwah dalam perspektif Buya Hamka khususnya yang berkaitan dengan pengertian, tujuan, materi, hukum, metode serta nilai-nilai dalam berdakwah. Tulisan ini juga membahas tentang syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang dai ketika berdakwah.  Tulisan ini termasuk kajian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan historis. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan melacak referensi-referensi dengan teknik dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet), ataupun informasi lainnya yang terkait dengan tema kajian ini. Analisis data dilakukan dengan analisis wacana (discourse analysis) yang dilakukan secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka adalah ulama yang konsen dalam menjalankan dakwah Islamiah sampai akhir hayatnya. Ia juga dinilai sebagai seorang ulama berwibawa di hadapan penguasa yang  teguh dalam memegang prinsip-prinsip keislaman dalam dakwahnya. Baginya, berdakwah yang benar bukanlah dengan menuruti keinginan penguasa, melainkan justru meneguhkan prinsip, menyuarakan kebenaran dan keadilan dengan berakhlaq mulia.
KEPEMIMPINAN PANGLIMA LAOT DALAM MENJAGA KEDAMAIAN ANTAR NELAYAN DI TPI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Raihan Raihan; Mulyadi Ahmad
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i1.1539

Abstract

Tulisan ini berjudul “Kepemimpinan Panglima Laot dalam Menjaga Kedamaian Antar Nelayan Di TPI Kecamatan Sawang Kebupaten Aceh Selatan”. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan tugas Panglima Laot terhadap nelayan di TPI Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan serta mengetahui teknik yang dipergunakan Panglima Laot dalam menjaga kedamaian antar nelayan di TPI Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan lapangan (field research) dan perpustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara umum, tulisan ini menguraikan beberapa hal, yaitu: Pertama, fungsi dan tugas Panglima Laot yaitu : (1) Menyelesaikan sengketa antar nelayan di TPI Lhok Sawang, (2) Sebagai ketua adat atau pemimpin khususnya bagi masyarakat nelayan, (3) Sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat nelayan, (4) Sebagai mitra pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan perikanan dan kelautan. Kedua, teknik yang dipergunakan Panglima Laot dalam menjaga kedamaian antar nelayan di TPI Kecamatan Sawang Kebupaten Aceh Selatan dilakukan dengan: (1) teknik persuasif (2) teknik penerangan (3) teknik partisipatif (4) teknik reward dan (5) teknik punishment.
KONSEP PENGAWASAN TERHADAP DA’I Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v4i2.13155

Abstract

Penyusunan artikel ini  bertujuan untuk menawarkan salah satu alternatif  konsep pengawasan yang diharapkan dapat diaplikasikan di dalam kegiatan dakwah, khususnya pengawasan terhadap  da’i sebagai sumber daya manusia yang memegang peran penting dalam suatu kegiatan dakwah. Adapun uraian di dalam artikel ini berisi tentang jabaran mengenai pengawasan yang dapat diaplikasikan terhadap da’i, Artikel ini ditulis melalui penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah segala jenis referensi yang membahas tentang konsep pengawasan dan keda’ian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dengan menelusuri berbagai referensi bacaan yang terkait dengan tema ini. Adapun referensi bacaan dapat bersumber dari buku-buku maupun sumber bacaan lainnya baik yang bersifat offline maupun online. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan mempergunakan metode content analisis. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pengawasan terhadap da’i dapat dilakukan melalui dua cara yakni pengawasan terhadap dirinya sendiri (pengawasan internal da’i) serta pengawasan yang dilakukan oleh pihak lain terhadap dirinya (pengawasan eksternal da’i).
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN DALAM AL-QURAN Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i2.13121

Abstract

Di dalam Al-Quran ditemukan banyak ayat yang membahas tentang karakteristik kepemimpinan. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik kepemimpinan merupakan hal yang penting untuk dipenuhi oleh pemimpin. Artikel ini bertujuan untuk menemukan ayat-ayat yang membahas tentang karakteristik kepemimpinan dalam Al-Quran dan mengetahui karakteristi kepemimpinan apa saja yan ada dalam Al-Quran. Tulisan ini tergolong pada penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis kualitatif. Sumber data primer penelitian ini adalah kitab suci Al Quran, khususnya ayat-ayat yang berkenaan dengan karakteristik kepemimpinan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dengan menelusuri berbagai kitab tafsir yang memuat tentang tema ini.  Sedang teknik analisis data dilakukan dengan metode content analisis. Berdasarkan kajian yang dilakukan ditemukan bahwa ayat-ayat yang membahas tentang karakteristik kepemimpinan dalam Al-Quran yaitu pada Surah Ali Imran ayat 110, Surah At- Taubah ayat 71, Surah Al Anbiya ayat 73, Surah Asy Syura ayat 36-38, Surah As-Sajadah ayat 24, Surah An-Nisa ayat 58, Surah Al Maidah ayat 51 dan Surah Al-Baqarah ayat 247. Sedangkan karakteristik kepemimpinan yang di sebutkan dalam ayat-ayat tersebut adalah: beriman kepada Allah, bertawakkal kepada Allah, hanya menyembah kepada Allah, taat kepada Allah dan rasulNya, meyakini ayat-ayat Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, mengerjakan kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, memberi petunjuk dengan perintah Allah, menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, memberi maaf ketika marah, bermusyawarah, berinfak, bersabar, menyampaikan amanat, menetapkan hukum dengan adil, bukan dari golongan non muslim, memiliki ilmu yang luas dan memiliki tubuh yang perkasa.
METODE KEPEMIMPINAN TEUNGKU MUHAMMAD AMIN (ABU TUMIN ) DALAM PEMBENTUKAN KADER ISLAMI Raihan Raihan; Nor Syuhada Binti Roslan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i2.2671

Abstract

Teungku Muhammad Amin atau yang biasa dikenal dengan Abu Tumin merupakan salah seorang ulama kharismatik di Aceh. Kepemimpinan Abu Tumin dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu sebagai pemimpin manajemen dakwah sekaligus sebagai pemimpin dakwah. Kepemimpinan manajemen dakwahnya dapat ditinjau dari keberadaannnya sebagai pemimpin dalam mengatur dan mengelola Dayah Al-Madinatuddiniyah Babusssalam. Sedangkan kepemimpinan dakwah Abu Tumin dapat ditinjau dari kiprahnya sebagai seorang ulama dan konsen dalam menyebarkan dakwah Islamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode kepemimpinan Abu Tumin di Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kabupaten Bireuen, serta untuk mengetahui metode Abu Tumin dalam membentuk kader Islami di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang didapatkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa metode kepemimpinan Abu Tumin di Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kabupaten Bireuen diaplikasikan dengan memberikan perintah, memberikan penghargaan dan hukuman, menjadi teladan, membina persatuan dan menciptakan disiplin santri. Sedangkan metode Abu Tumin dalam membentuk kader Islami di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh dijalankan melalui metode informal dan metode formal, yaitu dengan mendidik anak-anaknya dengan pengetahuan agama, memimpin dayah, mengajar kitab-kitab kuning di dayah, berceramah agama di dayah, berceramah agama kepada santri, menasehati santri, serta memberi kesempatan pada santri senior untuk mengajar dan menjadi pengurus dayah.
PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA KEPEMIMPINAN UMAR BIN ABDUL AZIS Nana Audina; Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.592 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4010

Abstract

Khalifah Umar Bin Abdul Aziz merupakan khalifah kedelapan dari empat belas khalifah yang memimpin Bani Umayyah. Kepemimpinan Umar Bin Abdul Azis dinilai berhasil dalam menerapkan prinsip good governance menjadi fenomena menarik untuk di kaji saat ini. Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran ilmiah dalam bidang studi ilmu leadership Islam. Data primer dalam penelitian ini adalah dua buku tentang Umar bin Abdul Aziz yang ditulis oleh Ali Muhammad Ash-Shallabi dengan judul “Biografi Umar bin Abdul Aziz“ dan “Umar bin Abdul Aziz Pembaharu dari Bani Umayyah”. Sedangkan yang menjadi data sekunder diperoleh dari bahan bacaan dan referensi-referensi lain terkait dengan tema penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet), ataupun informasi lainnya yang terkait dengan tema kajian ini. Sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah Dinasti Umayyah yang berusaha menghidupkan kembali ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat. Di dalam sistem kepemimpinannya, Umar berusaha mengangkat gubernur yang terpercaya, membuat perencanaan dan tujuan yang jelas serta melakukan pengawasan terhadap jalannya roda kepemimpinannya. Di antara upaya Umar dalam menjalankan good governance terlihat dalam praktik-praktik kepemimpinan yang dilakukannya seperti menegakkan keadilan, menjalankan prinsip musyawarah, mempraktikkan prinsip persamaan derajat, menerapkan prinsip kebebasan dan bertanggung jawab terhadap kekuasaan yang dipikulnya. Prinsip-prinsip tersebut telah mampu membawa kehidupan kaum muslimin kepada pembaharuan.
IMPLEMENTASI PEMIKIRAN DAKWAH MOHAMMAD NATSIR DI DEWAN DAKWAH ISLAMIYAH INDONESIA PROVINSI ACEH Raihan Raihan
Islam Futura Vol 15, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v15i1.559

Abstract

Mohammad Natsir was one of the da’wa figure where his thoughts covered various fields. He was the founder DDII (Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia) who was assessed consistently carried out the Islamic da’wa until the end of his life. As the result of his struggle, related to the vision and mission of the center of DDII, DDII Aceh should not be much different from that set by the center. But in reality, when it is seen through the aspect of the activities being carried out have not been fully applied by Aceh DDII. The result of this study shows that the struggle of Mohammad Natsir as well as the extension of the center management is related to the vision and the mission developed by the Aceh Provincial DDII is not different from that being set by the center. Similarly, the majority of programs are set by Aceh DDII has much in common with the da’wa activities that had been carried out by Mohammad Natsir when leading DDII, namely to conducted promoting and routine qur’anic recitation, building mosques, hampering the effort to silt the creed as well as other programs aimed at improving the Islamic da’wa quality. However, the performance of Aceh DDII is still seemed less productive due to the involvement of management which some still focus on less da’wa activities. In addition, the Aceh DDII is lack of operational funds in carrying out various activities which bring about some programs have been delayed, or even failure in its implementation.
PROBLEMATIKA DAKWAH DA’I Raihan Raihan
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 9 No. 2 (2021): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v9i2.120

Abstract

Seorang da’i yang bertugas dalam menyampaikan amar ma’ruf nahi mungkar tidak terlepas dari adanya masalah yang dihadapinya Masalah da’i dapat dibedakan menjadi: masalah internal da’i serta masalah eksternal da’i . Masalah internal da’i adalah masalah yang sumbernya berasal dari diri da’i sendiri. Sedangkan masalah eksternal da’i  yakni masalah yang sumbernya berasal dari luar diri da’i, yang dapat timbul karena dua sebab yakni masalah yang ditimbulkan sebagai akibat dari adanya masalah internal da’i, serta masalah yang murni berasal dari eksternal da’i  itu sendiri. Penyusunan artikel ini  bertujuan untuk  mengembangkan teori yang berkenaan dengan proses pemecahan masalah yang nantinya diharapkan dapat diaplikasikan oleh da’i dalam menghadapi masalah dakwahnya. Artikel ini ditulis melalui penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menjelaskan bahwa  proses pemecahan masalah bagi da’i dapat dijalankan dalam empat tahap yang disingkat menjadi rumus 4B (Bertawakal kepada Allah; Berdoa kepada Allah; Bertaqwa kepada Allah; Berusaha dengan ikhtiar yang maksimal).  
TEKNIK KEPEMIMPINAN ORANG TUA DALAM MENGARAHKAN ANAK MELAKSANAKAN SHALAT FARDHU Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v5i1.14435

Abstract

Penyusunan artikel ini bertujuan untuk menawarkan alternatif teknik kepemimpinan orang tua yang diharapkan dapat diaplikasikan dalam mengarahkan anak agar melaksanakan shalat fardhu sehingga pelaksanaan shalat fatdhu menjadi budaya yang sangat penting’ yang mesti selalu dijaga oleh seluruh anak muslim dalam rangka terbentuknya generasi penerus yang bertaqwa serta bertanggung jawab di dunia dan di akhirat.. Adapun uraian di dalam artikel ini berisi tentang jabaran mengenai berbagai teknik kepemimpinan yang dapat diaplikasikan oleh orang tua terhadap anaknya, khususnya dalam rangka mengarahkan shalat fardhu bagi sang anak. Artikel ini ditulis melalui penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah segala jenis referensi yang membahas tentang konsep teknik kepemimpinan serta berbagai dalil yang berkaitan dengan kewajiban mengajarkan shalat fardhu bagi anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dengan menelusuri berbagai referensi bacaan yang terkait dengan tema ini. Adapun referensi bacaan dapat bersumber dari terjemah Al-Qur’an, terjemah hadits, tafsir Al-Qur’an, buku-buku maupun sumber bacaan lainnya baik yang bersifat offline maupun bersifat online yang mendukung penulisan artikel ini. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan mempergunakan metode content analisis. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat berbagai teknik kepemimpinan yang dapat diaplikasikan oleh orang tua dalam mengarahkan anak agar melaksanakan shalat fardhu, yakni melalui teknik kepemimpinan menyiapkan anak agar menjadi generasi penerus yang bertaqwa; teknik kepemimpinan menjadi teladan; teknik kepemimpinan persuasi/nasehat (mengajak dari hati ke hati); teknik kepemimpinan memberi perintah; teknik kepemimpinan memberi reward dan teknik kepemimpinan memberi hukuman (punishment).