Nor Syuhada Binti Roslan
Jurusan Manajemen Dakwah UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

METODE KEPEMIMPINAN TEUNGKU MUHAMMAD AMIN (ABU TUMIN ) DALAM PEMBENTUKAN KADER ISLAMI Raihan Raihan; Nor Syuhada Binti Roslan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i2.2671

Abstract

Teungku Muhammad Amin atau yang biasa dikenal dengan Abu Tumin merupakan salah seorang ulama kharismatik di Aceh. Kepemimpinan Abu Tumin dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu sebagai pemimpin manajemen dakwah sekaligus sebagai pemimpin dakwah. Kepemimpinan manajemen dakwahnya dapat ditinjau dari keberadaannnya sebagai pemimpin dalam mengatur dan mengelola Dayah Al-Madinatuddiniyah Babusssalam. Sedangkan kepemimpinan dakwah Abu Tumin dapat ditinjau dari kiprahnya sebagai seorang ulama dan konsen dalam menyebarkan dakwah Islamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode kepemimpinan Abu Tumin di Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kabupaten Bireuen, serta untuk mengetahui metode Abu Tumin dalam membentuk kader Islami di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang didapatkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa metode kepemimpinan Abu Tumin di Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kabupaten Bireuen diaplikasikan dengan memberikan perintah, memberikan penghargaan dan hukuman, menjadi teladan, membina persatuan dan menciptakan disiplin santri. Sedangkan metode Abu Tumin dalam membentuk kader Islami di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh dijalankan melalui metode informal dan metode formal, yaitu dengan mendidik anak-anaknya dengan pengetahuan agama, memimpin dayah, mengajar kitab-kitab kuning di dayah, berceramah agama di dayah, berceramah agama kepada santri, menasehati santri, serta memberi kesempatan pada santri senior untuk mengajar dan menjadi pengurus dayah.