p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sehat Masada
Maya Indriati
STIKes Dharma Husada Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Angka Kejadian Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ibrahim Adjie Bandung Sebelum dan Saat Masa Pandemi Covid-19 Noni Tia Putriani; Maya Indriati; Rosita Rosita
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.265

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika di bandingkan dengan umur. Kejadian pandemi mengakibatkan timbulnya berbagai risiko perburukan kejadian stunting di Indonesia, ditambah lagi pemantauan kasus yang masih minim. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran angka kejadian dan karakteristik balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Ibrahim Adjie sebelum pandemi tahun 2019 dan saat masa pandemi covid 19 tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa Laporan BPB UPT Puskesmas Ibrahim Adjie Bulan Agustus Tahun 2019- 2020. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah kejadian stunting berdasar angka status gizi BB/TB dan TB/U UPT Puskesmas Ibrahim Adjie sebelum dan sesudah pandemi mengalami penurunan. Pada tahun 2019, berdasar angka status gizi BB/TB, terdapat sebanyak 74 anak usia 24-39 bulan yang mengalami , sedangkan pada tahun 2020 angka kasus tercatat sebesar 61 anak. Jumlah kejadian stunting berdasar angka status gizi TB/U sebelum dan sesudah pandemi mengalami penurunan yang sama. Pada tahun 2019 terdapat sebanyak 177 anak usia 24-59 bulan yang mengalami, sedangkan pada tahun 2020 angka kasus tercatat sebesar 125 anak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa justru terjadi penurunan angka kasus stunting di masa pandemi.
PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG METODE KANGGURU PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH di RSUD dr. SLAMET GARUT Maya Indriati; Filby Lahutani
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu perawatan bayi dengan BBLR yaitu perawatan metode kangguru. Metode kangguru adalah metode perawatan dengan skin to skin antara ibu dan bayi dalam posisi seperti kangguru. Dengan metode ini mampu memenuhi kebutuhan asasi bayi BBLR dengan menyediakan situasi dan kondisi yang mirip dengan rahim ibu, sehingga memberikan peluang untuk beradaptasi dengan baik dengan dunia luar. Perawatan metode kangguru ini telah terbukti dapat meningkatkan berat badan bayi, menurunkan stress fisiologis ibu dan bayi serta memudahkan dan membantu keberhasilan pemberian ASI. Angka BBLR di Indonesia Nampak bervariasi , secara nasional berdasarkan analisis lanjut RISKESDAS 2018 angka BBLR adalah 6,2% presentasi ini menurun jika dilihat dari hasil RISKESDAS tahun 2013 yang menunjukkan angka 10,2% , tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa BBLR masih menjadi penyebab angka kematian bayi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu nifas tentang Metode Kangguru pada bayi BBLR di RSUD dr. Slamet Garut. Metode: jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi sebanyak 105 orang, dan sampel 35 orang dengan menggunakan teknik Accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan menggunakan data primer. Hasil: hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 35 responden ibu nifas yang memiliki bayi BBLR yang pengetahuan baik 23 responden (65,7%), kemudian yang pengetahuan cukup 9 responden (25,7%), dan yang pengetahuan kurang 3 responden (8,6%). Kesimpulan: berdasarkan hasil analisa data yang telah dilakukan didapatkan hasil penelitian pengetahuan ibu nifas tentang perawatan metode kangguru di RSUD dr. Slamet Garut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang metode kangguru 23 responden (65,7%).