Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP KECENDERUNGAN MENGGUNAKAN NAPZA PADA REMAJA DI BANJARMASIN Muhsinin Muhsinin; zaqyyah huzaifah; Noor Khalilati
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.887 KB)

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA pada remaja di Indonesia semakin meningkat, dan perkenalan pertama remaja dengan NAPZA justru datangnya dari teman kelompok sebaya. Laporan tahunan BNN Kalimantan Selatan, bahwa 90% kelompok yang menggunakan narkoba adalah para remaja yang kini duduk dibangku SLTP dan SLTA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan teman sebaya dengan kecenderungan menggunakan NAPZA pada remaja di Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini adalah siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mewakili setiap daerah kecamatan yang ada di Banjarmasin yaitu Banjarmasin Tengah, Banjarmasin Barat, Banjarmasin Timur, Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Selatan. Setiap satu kecamatan diwakili oleh satu SMA. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 250 responden. Teknik sampling menggunakan simple random sampling, instrumen penelitian dengan kuesioner dan statistik menggunakn Spearman Rank. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan teman sebaya terhadap kecenderungan menggunakan NAPZA pada remaja di Banjarmasin dengan nilai p value 0,000. Nilai p < α = 0,05.
HUBUNGAN PENDAMPINGAN PRESEPTOR TERHADAP RASA PERCAYA DIRI MAHASISWA KETIKA MELAKUKAN PROSEDUR KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Zaqyyah Huzaifah; Noor Amaliah; Rohni Taufika Sari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.734

Abstract

Latar Belakang: Fenomena kurang percaya diri sering terjadi pada mahasiswa DIII Keperawatan yang sedang berpraktik klinik, hal ini terlihat dari mahasiswa merasa kurang memiliki keberanian maupun sering merasa gagal dan gugup saat melakukan prosedur tindakan keperawatan. Rasa takut berbuat salah atau kurang percaya diri akhirnya akan berdampak pada minimnya pengalaman klinik mahasiswa selama di lahan praktik. Adanya hubungan yang baik antara preseptor dan mahasiswa akan mampu membantu meningkatkan rasa percaya diri dan akan berdampak pada kemampuan mahasiswa dalam melakukan prosedur tindakan selama mahasiswa tersebut berpraktik.Tujuan: . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan preseptor terhadap rasa percaya diri mahasiswa ketika melakukan prosedur keperawatan di Rumah Sakit. Sampel pada penelitian ini adalah 45 orang mahasiswa DIII KeperawatanHasil: Hasil uji statistik menggunakan chi square didapatkan nilai ρ = 0,585 α = 0,05, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendampingan preseptor terhadap rasa percaya diri mahasiswa ketika melakukan prosedur keperawatan di Rumah Sakit.Simpulan: Pihak institusi pendidikan memiliki andil yang besar dalam rangka memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk mempraktekan prosedur tindakan keperawatan di laboratorium keperawatan sebelum terjun langsung praktik di rumah sakit sehingga dalam diri mahasiswa sudah tertanam rasa percaya diri yang tinggi dan nantinya mampu melaksanakan tindakan keperawatan baik didampingi preseptor ataupun tidak Kata Kunci : Rasa Percaya Diri, Preseptor, MahasiswaTHE RELATIONSHIP OF PRESEPTOR ASSISTANCE TO STUDENTS' CONFIDENCE WHEN PERFORMING NURSING PROCEDURES IN HOSPITALBackground: The phenomenon of lack of self-confidence often occurs in DIII Nursing students who are practicing clinically, this can be seen from students feeling less courageous and often feeling failed and nervous when carrying out nursing procedures. The fear of making mistakes or lack of confidence will ultimately have an impact on the lack of clinical experience for students while in practice. The existence of a good relationship between the perceiver and the student will be able to help increase self-confidence and will have an impact on the student's ability to carry out action procedures while the student is practicing.Aim: . This study aims to determine the relationship between preceptors' mentoring and students' self-confidence when performing nursing procedures at the hospital. The sample in this study was 45 students of DIII Nursing.Results: The results of statistical tests using chi square obtained a value of = 0.585 = 0.05, this indicates that there is no relationship between the mentoring of the receptors on the students' self-confidence when performing nursing procedures at the hospital.Conclusion: Educational institutions have a big role in providing opportunities for students to practice nursing action procedures in nursing laboratories before going directly to practice in hospitals so that students have high self-confidence and will be able to carry out nursing actions both accompanied by a precept or notKeywords: Confidence, Preceptors, Students
Edukasi dan Implementasi Perawatan Luka Klien dengan Diabetes Melitus di Kota Banjarmasin Rohni Taufika Sari; Dessy Handrianti; Anita Agustina; Zaqyyah Huzaifah; Linda linda; Jenny Saherna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.6958

Abstract

ABSTRAK Jumlah penderita DM dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. WHO memperkirakan jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2015 sebanyak 415 juta dan meningkat menjadi 642 juta di tahun 2019 . Hiperglikemia jangka panjang dapat mempengaruhi sirkulasi pembuluh darah perifer yang kemudian menyebabkan neuropati (Waspadji, S., 2010). Neuropati perifer sering mengenai saraf ekstremitas bawah (Smeltzer & Bare, 2013). Kejadian Diabetic Foot saat ini masih cukup tinggi dan dialami oleh 85% pasien dengan diabetes melitus (DM). Satu dari setiap 20 pasien DM rawat inap menderita diabetic foot menurut tinjauan sistematis pasien dengan diabetes (Gitarja, 2017). Anggota tubuh bagian bawah hilang karena diabetes setiap 20 detik (Yazdanpanah et al., 2018). Metode perawatan luka yang sesuai kebutuhan akan membantu meningkatkan proses penyembuhan.Saat ini, teknik perawatan luka telah banyak mengalami perkembangan, dimana perawatan luka telah menggunakan balutan yang lebih modern. Prinsip dari manajemen perawatan luka modern adalah mempertahankan dan menjaga lingkungan luka tetap lembab untuk memperbaiki proses penyembuhan luka, mempertahankan kehilangan cairan jaringan dan kematian sel (Ismail, Dina Dewi Sartika, Lestari, n.d.). Pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa edukasi dan implementasi perawatan luka klien dengan Diabetes Mellitus bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit diabetes mellitus, metode perawatan yang tepat pada kondisi diabetic foot dan membantu proses penyembuhan luka. Metode yang digunakan adalah edukasi tentang penyakit diabetes mellitus dan Implementasi perawatan luka modern. keluarga dan klien memahami tentang penyakit diabetes mellitus dan metode perawatan luka klien dengan diabetes mellitus terutama yang mengalami diabetic foot secara tepat, klien merasa nyaman setelah dilakukan tindakan. Pentingnya informasi yang benar mengenai perawatan luka modern pada penderita diabetes mellitus, baik pada anggota keluarga maupun pada klien penderita diharapkan mampu membantu meningkatkan proses penyembuhan luka dan menekan angka kesakitan klien diabetes mellitus yang mengalami diabetic food.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot, Perawatan Luka Modern ABSTRACT The number of DM sufferers from year to year continues to increase. WHO estimates that the number of people with DM in the world in 2015 was 415 million and increased to 642 million in 2019. Long-term hyperglycemia can affect peripheral blood circulation which then causes neuropathy (Waspadji, 2010). Peripheral neuropathy often affects the nerves of the lower extremities (Smeltzer & Bare, 2013). The incidence of Diabetic Foot is still quite high and is experienced by 85% of patients with diabetes mellitus (DM). One out of every 20 in patients with diabetes mellitus suffers from diabetic foot according to a systematic review of patients with diabetes. Lower limbs are lost due to diabetes every 20 seconds (Yazdanpanah et al., 2018). Appropriate wound care methods will help improve the healing process. Currently, wound care techniques have undergone many developments, where wound care has used more modern dressings. The principle of modern wound care management is to maintain and maintain a moist wound environment to improve the wound healing process and maintain tissue fluid loss and cell death (Ismail, 2010). The implementation of community service in the form of education and implementation of wound care for clients with Diabetes Mellitus aims to increase public understanding about diabetes mellitus, and appropriate treatment methods for diabetic foot conditions, and assist the wound healing process.The method used is education about diabetes mellitus and the Implementation of modern wound care. Family and clients understand diabetes mellitus and wound care methods for clients with diabetes mellitus, especially those who experience diabetic foot appropriately, the client feels comfortable after the procedure. The importance of correct information regarding modern wound care for people with diabetes mellitus, both for family members and for patients with patients, is expected to be able to help improve the wound healing process and reduce the morbidity of diabetes mellitus clients who experience diabetic food.Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot, Modern Wound Care