Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isu Dinasti Politik pada Pilkada Serentak 2020 di Media Daring: Analisis Isi Pemberitaan Kompas.com Ningtyas Septiani Putri; Helmi Hidayat; R. Cecep Romli
Jurnal Studi Jurnalistik Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Fidikom UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v3i2.22988

Abstract

Pemberitaan dinasti politik menjadi diskusi popular dan akademis dalam Pilkada serentak 2020 sejak majunya anggota keluarga Presiden dan Wakil Presiden dalam ajang kontestasi politik di Indonesia. Demikian halnya Kompas.com yang sangat intens memberitakan isu dinasti politik ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan sekaligus memilah kategori berita yang paling dominan dan sikap Kompas.com dalam mengemas pemberitaan isu dinasti politik. Metode yang digunakan adalah analisis isi dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan imbangnya jumlah paragraf berita yang mendukung pasangan calon berlatar dinasti politik dan sekaligus pemberitaan yang mengkritiknya, yakni sebanyak 300 paragraf dan 296 paragraf. Sedangkan sikap penulisan yang dominan adalah kategori netral yakni sebanyak 520 paragraf atau 38.23%. Dengan kata lain, meski pemberitaan media Kompas.com dapat disimpulkan independen, berimbang dan mengulasnya sesuai kebenaran factual secara kritis, tetapi Kompas.com tidak menolak adanya praktik dinasti politik tersebut terjadi dalam kontestasi pilkada serentak 2020.
A Legal Analysis of Debt Relations from the Perspective of the Qur’an and Indonesian Positive Law Adi Prihasmoro; Helmi Hidayat
Indonesian Journal of Law and Policy Studies Vol. 6 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Law and Policy Studies
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ijlp.v6i1.16117

Abstract

This study examines debt settlement practices in society from the perspectives of the Qur’an and Indonesian positive law. It employs a literature review and statutory approach, with qualitative analysis presented descriptively. The findings reveal that debt is comprehensively regulated in QS. Al-Baqarah (2:282), known as the mudayanah verse, which situates debt within commercial transactions, prohibits usury, and encourages almsgiving as part of broader muamalah (civil relations). Debt should not be narrowly understood as mere borrowing, but as encompassing all legal engagements arising from agreements, transactions, and reciprocal relations. Normatively, debt constitutes an obligation that must be fulfilled by the debtor, even taking priority over inheritance distribution upon death. However, in practice, debt relations risk leading to usury. Therefore, the Qur’an provides ethical guidance, including granting repayment extensions or partial/complete debt relief for debtors facing hardship. Overall, debt regulation reflects a balance between compassion and responsibility in managing wealth, serving both social harmony and spiritual objectives. These principles remain relevant and can be implemented by Indonesian Muslims in alignment with the existing legal framework