Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Running Away from Authority to Gain Recognition (The Case of Indonesian Interfaith Marriage Overseas) Sri Wahyuni
AIUA Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : AIUA Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.452 KB)

Abstract

This article discusses about the regulation of state authorities for the interfaith marriage in Indonesia; the recognition of state authorities for the interfaith marriages are carried out by citizen abroad; and what is the meaning of state recognition for them. This is a law research that takes an anthropological pattern. Indonesia as a modern nation state has authority to regulate the marriage of citizen. The state also gives authority to the religion for the recognition of the validity of marriage, as Section 2 (1) of Act No. 1 of 1974 on the marriage Marriage. Relating to interfaith marriage is also based on that article, so that the religious authorities determine its validity. It’s difficult to be conducted in Indonesia.Regulation of Indonesian State authority for citizen marriage overseas is in Article 56 (1) and (2). According to the article, the state of Indonesia also has authority over the marriage of its citizens abroad, both in the implementation of the marriage (that must follow the local law and Indonesian law) and authority to record after the citizens returned to Indonesia. In the practice, State authorities in the marriage registration is only administratively population recording, without regarding the validity of the marriage. This registration is also for the interfaith marriage abroad. Therefore, the State authorities can also recognize interfaith marriages of Indonesian citizens abroad upon arrival in Indonesia, while it’s difficult to be implemented in Indonesia.They also get a marriage certificate for their marriage abroad as a symbol of recognition from an authority. With the certificate, they fully get their rights as well as the marriages performed in Indonesia which are recognized by the authority of the Indonesian State. Among those rights are the rights to survival and the consequences of legal marriage and the right to offspring.
Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Kreativitas Anak Usia Dini di Annur I Sleman Yogyakarta Winda Nuri Adinda; Sri Wahyuni; Khotimatul Majidah S
JURNAL RAUDHAH Vol 8, No 1 (2020): Raudhah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.713 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v8i1.589

Abstract

Pembelajaran kreativitas sangat penting dinilai menggunakan penilaian autentik. Melalui penilaian autentik pengalaman anak dalam konteks dunia nyata dapat direalisasikan dalam pembelajaran kreativitas. Penilaian autentik dapat berarti dan sekaligus menjamin objektivitas, nyata, benar-benar hasil tampilan peserta didik, akurat, dan bermakna. Jadi dengan menggunakan model peneilaian autentik dalam kerja pengukuran hasil pembelajaran kreativitas, hal itu sekaligus menjamin keadaan dan informasi yang sebenarnya tentang anak. Skor atau nilai yang diperoleh seorang anak sekaligus menunjukkan kompetensi yang sebenarnya. Penelitian ini dilakukan di TK An-Nur I yang beralamat di Jl. Solo Km.9 Kembang, Maguwoharjo, Sleman, DIY. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatis deskriptif. Penulis dapat mengetahui realita dan fakta yang sebenarnya mengenai pelaksanaan penilaian autentik di TK An-Nur I. Dari objek-objek yang ditemukan dilapangan baik itu berupa karya, prestasi, metode pembelajaran, dan penilaian menggunakan penilaian autentik dalam pembelajaran kreativitas bahwa guru banyak melakukan penilaian berdasarkan hasil karya anak.
Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Kreativitas Anak Usia Dini di Annur I Sleman Yogyakarta Winda Nuri Adinda; Sri Wahyuni; Khotimatul Majidah S
JURNAL RAUDHAH Vol 8, No 1 (2020): Raudhah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.713 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v8i1.589

Abstract

Pembelajaran kreativitas sangat penting dinilai menggunakan penilaian autentik. Melalui penilaian autentik pengalaman anak dalam konteks dunia nyata dapat direalisasikan dalam pembelajaran kreativitas. Penilaian autentik dapat berarti dan sekaligus menjamin objektivitas, nyata, benar-benar hasil tampilan peserta didik, akurat, dan bermakna. Jadi dengan menggunakan model peneilaian autentik dalam kerja pengukuran hasil pembelajaran kreativitas, hal itu sekaligus menjamin keadaan dan informasi yang sebenarnya tentang anak. Skor atau nilai yang diperoleh seorang anak sekaligus menunjukkan kompetensi yang sebenarnya. Penelitian ini dilakukan di TK An-Nur I yang beralamat di Jl. Solo Km.9 Kembang, Maguwoharjo, Sleman, DIY. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatis deskriptif. Penulis dapat mengetahui realita dan fakta yang sebenarnya mengenai pelaksanaan penilaian autentik di TK An-Nur I. Dari objek-objek yang ditemukan dilapangan baik itu berupa karya, prestasi, metode pembelajaran, dan penilaian menggunakan penilaian autentik dalam pembelajaran kreativitas bahwa guru banyak melakukan penilaian berdasarkan hasil karya anak.