Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Supporting factors in the aqidah-akhlaq teaching and learning process (study at islamic senior high schools in West-South Aceh regions) Fedry Saputra
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 4, No 2 (2019): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v4i2.229-249

Abstract

The subject of aqidah-akhlaq has a contribution in providing motivation to students to practice the values of religious belief (monotheism) and moral behavior in daily life. In this study, supporting factors in the implementation of the learning process of this subject at Islamic senior high schools (MAs) were the factors of the teachers and the environment. The research is concerned with, firstly the delivery of the teaching and learning process on the aqidah-akhlaq subject at MAs, and secondly the supporting factors of teachers in the learning process of the aqidah-akhlaq subject in MA students. This research used a qualitative approach with descriptive research method. Meanwhile, the data was collected through observation, interviews, and documentation. Research subjects were MA teachers who were in the West-South Aceh covering 5 regions: Aceh Jaya, West Aceh, Nagan Raya, Southwest Aceh, and South Aceh. The results showed that (1) there were several steps in the learning process carried out by the teachers, i.e. preparing lesson plans, delivering subject consisting of two aspects: firstly varied teaching methods and secondly varied learning media, conducting an assessment of learning outcomes, and performing follow-up efforts through individual approaches to deal with problematic students, and (2) in terms of supporting factors from both parents and society, it showed that some were supportive and some others did not care of their children.
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMPN 3 SAMATIGA Fedry Saputra
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 1, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/.v1i3.532

Abstract

The media used by the teacher is still very simple, because the school is newly built, there is a lack of necessary learning facilities, including very limited teaching aids. Based on the background that the author raised above, the formulation of the problem is as follows: (1) What forms of media are used in learning Islamic Religious Education at SMPN 3 Samatiga (2) What factors support the use of media in PAI learning at SMPN 3 Samatiga? This research method uses a qualitative approach with descriptive research methods. The results of the research are: (1) The use of learning media at SMPN 3 Samatiga is as follows: the use of picture chart media, the use of blackboard media, the use of print media, the use of the Koran practical demonstration media, and the use of murattol tapes. (2) Supporting factors: the willingness and readiness of students and a sense of enthusiasm for students to accept learning using media, including the student learning environment, participation of parents and school equipment, Inhibiting factors: limitations and lack of variety of educational media used in the learning process.
Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal Terhadap Perilaku Anak Fedry Saputra
AT-TA'DIB: JURNAL ILMIAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 2 (Desember 2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.846 KB)

Abstract

The environment where people, either adult or children, live is divided into two; physicalenvironment and abstract environment. Physical environment consists of family, school,and society. Meanwhile, the abstract environment covers the social environment. Thissocial environment is a place where children do numerous activities such as playing,performing daily activities, and practicing religious activities. The influence of environment toward children behaviour is through parenting style either from family, school, or society. A child is born pure, it is the environment that shapes the behavior andcharacter. Parenting through education includes basic education that covers religiouseducation (ukhrawi) like tauhid (the oneness of God), fiqh and akhlak as well as generaleducation like economics and technology. Endogenic factor is an inhereted or innatefactor. An individual possesses this endogenic factor since sperm penetrates the ovum,hence it similar to his/her parents
SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Fedry Saputra
AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/al-hikmah.v3i1.1137

Abstract

Abstrak: Sejarah pendidikan Islam di Indonesia mencakup fakta-fakta atau kejadian–kejadian yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, baik formal maupun non formal. Pendidikan masa Belanda memperkenalkan sistem dan metode baru tetapi sekedar untuk menghasilkan tenaga yang dapat membantu kepentingan mereka dengan upah yang murah dibandingkan jika mereka harus mendatangkan tenaga dari Barat dengan tujuan westernisasi dari kristenisasi yaitu untuk kepentingan Barat dan Nasrani. Pendidikan zaman Jepang disebut “Hakko Ichiu”, yaitu mengajak bangsa Indonesia bekerjasama dalam rangka mencapai kemakmuran bersama Asia Raya. Melalui perjalanan panjang proses penyusunan sejak tahun 1945-1989 UU nomor 2 tahun 1989, sebagai usaha untuk mengintegrasikan pendidikan Islam dan umum dengan tujuan mengembangkan pendidikan Islam haruslah mempunyai lembaga-lembaga pendidikan, sehingga menjadi "lahan subur" tempat persemaian generasi baru. Pada masa reformasi gelombang peradaban masa depan merupakan satu kesatuan dari gejolak magma cultural dari dalam dan kekuatan globalisasi yang menerjang dari luar. Kehidupan pesantren masa depan tidak terlepas dari kedua gelombang peradaban ini. pendidikan pesantren akan survise dan menjadi pendidikan alternatif dari masyarakat Indonesia apabila dia peka terhadap gelombang peradaban tersebut. Oleh karena itu perlu kita kaji apa yang merupakan kekuatan dan kelemahan dari pendidikan pesantren dan madrasah.
Pemahaman Masyarakat Tentang Mudharabah (Qiradh), Hiwalah, Dan Syirkah dalam Islam Fedry Saputra; Amar Maulana
MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 1, No. 1 (Juni 2021)
Publisher : MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum diterbitkan oleh Program Studi Hukum Pidana Islam Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.527 KB) | DOI: 10.47498/maqasidi.v1i1.602

Abstract

Penerapan ekonomi syariah di Indonesia dewasa ini semakin marak dan semakin dikenal oleh masyarakat. Ekonomi syariah merupakan alternatif yang dapat dipilih oleh masyarakat yang menginginkan setiap muamalah yang dilakukan bebas dari unsur-unsur yang dilarang agama Islam. Umat Islam di Indonesia sudah semakin menyadari bahwa urusan bermuamalah khususnya dalam bidang ekonomi juga ada aturan-aturan serta rambu-rambu yang harus dipatuhi demi keselamatan dunia dan akherat.Maka dalam bermuamalah, umat Islam berusaha menggunakan akad-akad yang diperbolehkan menurut aturan agama Islam. Qiradh bisa juga di sebut Mudharabah termasuk salah satu bentu akad syirkah (perkongsian). Hiwalah ini merupakan system yang unik yang sesuai untuk di adaptasikan kepda manusia. Hal ini karena hiwalah sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Hiwalah sering berlaku dalam permasalahan hutang piutang. Syirkah adalah kerja sama antara dua orang atau lebih dalam berusaha, yang keuntungan dan kerugiannya di tanggung bersama.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Manajemen Sekolah Fedry Saputra
SKILLS : Jurnal Riset dan Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1, No. 1 (Juni 2022)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.893 KB) | DOI: 10.47498/skills.v1i1.1048

Abstract

Leadership is: "the process of directing and influencing activities related to the work of group members". The leadership approach is divided according to Rivai into 3 approach models, namely the first approach to character, the second approach to behavior, and the third approach to the situation. the goal. The principal has a strategic position in efforts to empower school management. With this strategic position, every principal as an educational leader in schools must have good skills.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) PADA KELAS V MIN 8 ACEH BARAT Fedry Saputra
Jurnal Real Riset Vol 5, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jrr.v5i2.1666

Abstract

Keberhasilan dalam proses pembelajaran di sekolah dapat tercapai. Proses pembelajaran akan lebih efektif apabila siswa ikut aktif dalam proses pembelajaran. Tantangan pendidikan pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimasa depan disadari akan semakin berat. Hal ini merupakan konsekuensi kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan yang semakin maju pesat, menghasilkan inovasi di bidang ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan dirasakan lebih pesat dibandingkan dengan inovasi dalam bidang pendidikan.Peningkatan kualitas pendidikan pada saat ini menjadi perhatian. Berdasarkan penerapan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM)ndapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran  di kelas V MIN 08 Aceh Barat dengan adanya hasil uji coba memberikan soal post test dari 20 siswa ada peningkatan secara signifikan.
The Role of Higher Education in Building Religious Tolerance: A Study on the Implementation of Moderation Attitudes among Aceh’s State Islamic Religious Higher Education Institution Students Syibran Mulasi; Fedry Saputra
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.4865

Abstract

Fostering an attitude of religious moderation among students can be achievable when all stakeholders collaborate to create a cohesive understanding of moderation. This study examines the role of universities in promoting religious moderation among students at State Islamic Religious Higher Education Institution (hereafter, PTKIN) Aceh. Utilizing a qualitative approach, data were collected through interviews, focus group discussions (FGDs), and observations. Interviews involved academics focused on religious moderation at PTKIN, while FGDs included students from five state Islamic universities in Aceh, selected purposively to provide insights on students' attitudes and views on religious moderation. Observations were conducted to assess students' attitudes and behaviors. The findings reveal that students exhibit moderate attitudes in daily life, are willing to collaborate socially and respect others' rights and obligations in worship. Challenges in instilling religious moderation values include the need for acceptance of the term within the context of local wisdom and avoiding the perception of moderation as a new religious project. Solutions involve preparing a curriculum based on Islamic tolerance and strengthening the role of religious moderation houses to promote Islamic washatiyah values among students, facilitating easier understanding and implementation in daily life.
Pembinaan Karakter Mahasiswa MelaluiPendidikan Agama Islam di Era Digital Saputra, Fedry
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v1i2.77

Abstract

Pembinaan karakter mahasiswa melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Penelitian ini berfokus pada pentingnya pengembangan karakter mahasiswa dan integrasi pendidikan agama Islam dalam pembinaan karakter tersebut. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan untuk mengatasi tantangan moral dan etika yang muncul akibat penggunaan teknologi digital yang semakin meluas di kalangan mahasiswa. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi bagaimana PAI dapat berperan efektif dalam membina karakter mahasiswa yang berintegritas dan bermoral. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dosen PAI, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terkait kurikulum dan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam PAI dapat meningkatkan aksesibilitas dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta membantu dalam pembentukan karakter yang lebih kuat dan beretika. Temuan ini juga mengungkap pentingnya peran dosen dalam mengarahkan penggunaan teknologi secara bijak dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, PAI memiliki potensi besar untuk membina karakter mahasiswa di era digital jika diterapkan dengan pendekatan yang tepat dan inovatif. Penggunaan teknologi digital dalam PAI tidak hanya memfasilitasi pembelajaran tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan etika yang esensial bagi perkembangan pribadi dan sosial mahasiswa.
MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DALAM PENINGKATAN AKHLAK SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ACEH Saputra, Fedry; Saputra, Aidil; Efendi, Sumardi
AT-TA'DIB: JURNAL ILMIAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 16, No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/tadib.v16i2.3431

Abstract

This study examines the impact of implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on improving students’ moral character in Islamic Religious Education (PAI) lessons in Aceh. The research was conducted in several public and private junior high schools in Aceh Barat, Aceh Selatan, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, and Bireuen. This study aimed to evaluate the effectiveness of CTL in enhancing students’ understanding and application of moral values. The research employed a field study approach with a qualitative methodology. Data were collected through observations, in-depth interviews with PAI teachers and students, and an analysis of school documents. The findings indicate that the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model has a significantly positive impact on improving students’ moral character, particularly in aspects of honesty, responsibility, and social care, while also helping students connect Islamic Religious Education (PAI) material with real-life situations. This provides practical contributions to the development of contextual-based learning in Islamic character education. The study concludes that the CTL model improves students’ moral character in PAI lessons. It is recommended that schools in Aceh consider adopting this model more broadly to achieve holistic educational goals