Mulyanto .
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Blanket Warmer Pada Pasien Pasca Sectio Caesaria Yang Mengalami Hipotermi Di Rs Pku Muhammadiyah Surakarta Shinta Rositasari; Mulyanto .; Vitri Dyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pada pasien pasca bedah sectio caesaria kejadian menggigil adalah sebagai mekanisme kompensasi tubuh terhadap hipotermi. Studi pendahuluan yangdilakukan di RS PKU Muhamamdiyah Surakarta dengan mengambil lima orang pasien hipotermia pasca bedah sectio caesaria diketahui bahwa proses pengembalian suhu ke rentang normal (360C-37,50C) berbeda antara selimut tebal dan blangket warmer. Pada dua orang diberikan intervensi selimut tebal didapatkan waktu rata-rata kembalinya suhu ke rentang normal adalah 65 menit dan tiga orang mendapat penanganan dengan blangket warmer didapatkan waktu rata-rata 40 menit. Tujuan: Mengetahui efektifitas pemberian blanket warmer pada pasien pasca sectio caesaria yang mengalami hipotermi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.Metode: Jenis penelitian quasi eksperimental dengan rancangan penelitian Two Group Post Test Design. Populasi semua pasien sectio caesarea di ruang recovery rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta sebanyak 221 orang diambil sampel sebanyak 70 seluruh Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Colomadu IKaranganyar dengan jumlah 2.722 KK, diambil sampel 96 orang dengan teknik simple random sampling. Alat analisis dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi rankspearman. Hasil: (1) Responden yang diteliti mayoritas mempunyai pengetahuan tentang DBD tergolong baik yaitu sebanyak 55 orang (57,3%); (2) Responden yang diteliti mayoritas mempunyai perilaku dalam pencegahan wabah demam berdarah tergolong baik yaitu sebanyak 46 orang (47,9%); (3) Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar (p-value = 0,023). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN BLANKET WARMER PADA PASIEN PASCA SECTIO CAESARIA YANG MENGALAMI HIPOTERMI DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Mulyanto .; Vitri Dyah; Shinta Rositasari
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9 No 1 aPRIL 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pada pasien pasca bedah sectio caesaria kejadian menggigil adalah sebagai mekanisme kompensasi tubuh terhadap hipotermi. Studi pendahuluan yang dilakukan di RS PKU Muhamamdiyah Surakarta dengan mengambil lima orang pasien hipotermia pasca bedah sectio caesaria diketahui bahwa proses pengembalian suhu ke rentang normal (360C-37,50C) berbeda antara selimut tebal dan blangket warmer. Pada dua orang diberikan intervensi selimut tebal didapatkan waktu rata-rata kembalinya suhu ke rentang normal adalah 65 menit dan tiga orang mendapat penanganan dengan blangket warmer didapatkan waktu rata-rata 40 menit. Tujuan: Mengetahui efektifitas pemberian blanket warmer pada pasien pasca sectio caesaria yang mengalami hipotermi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Metode: Jenis penelitian quasi eksperimental dengan rancangan penelitian Two Group Post Test Design. Populasi semua pasien sectio caesarea di ruang recovery rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta sebanyak 221 orang diambil sampel sebanyak 70 seluruh Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar dengan jumlah 2.722 KK, diambil sampel 96 orang dengan teknik simple random sampling. Alat analisis dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Hasil: (1) Responden yang diteliti mayoritas mempunyai pengetahuan tentang DBD tergolong baik yaitu sebanyak 55 orang (57,3%); (2) Responden yang diteliti mayoritas mempunyai perilaku dalam pencegahan wabah demam berdarah tergolong baik yaitu sebanyak 46 orang (47,9%); (3) Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar (p-value = 0,023). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar.
PELAKSANAAN PROGRAM UPAYA KESEHATAN KERJA PADA POS UKK DI WILAYAH KERJA PUSKESEMAS KAMPUNG BUGIS KOTA TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU Mulyanto .; Halinda Sari Lubis; Isyatun Mardiyah Syahri
Lingkungan dan Kesehatan Kerja Vol 2, No 3 (2013): JURNAL LINGKUNGAN DAN KESELAMATAN KERJA
Publisher : Lingkungan dan Kesehatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.158 KB)

Abstract

The implementation of occupational health efforts program at Pos UKK in the workplace of Kampung Bugis Health Center Tanjungpinang City Riau Islands. The main program of occupational health efforts Pos UKK is to provide preventive and promotive services to the workers members. Pos UKK cadre expected to implement health efforts program well. The problem in this research is, how the occupational health efforts program implemented at Pos UKK in the workplace of Kampung Bugis Health Center. This research is a qualitative research method, in order to get more in-depth information about the implementation of occupational health efforts program at Pos UKK. Informants in this study were 6 people, which 2 people from the Pasir Putih Pos UKK (chairman and members), 2 people from Sehat Sejahtera Pos UKK (chairman and members), and 2 people of the Sejahtera Mandiri  Post UKK (chairman and members). The results showed that the occupational health efforts program in Pos UKK Kampung Bugis Health Centre workplace still held by the cadre. However, the implementation wasn’t optimal. The main program of occupational health efforts Pos UKK (health promotion and preventive) can not be carried out by a cadre of Pos UKK. Pos UKK cadres can only perform curative service. This is due to lack of knowledge and understanding of the role and function of cadres Pos UKK especially about health promotion and preventive. This condition also can not be separated from the role of Kampung Bugis health centers to the Pos UKK auxiliaries.The small sources of financial inclusion in Pos UKK in the workplace of Kampung Bugis Health Center also cause this condition.  Coaching and training on the role and functions of Pos UKK cadres (primarily promotion and preventive) are continuous and sustainable to be implemented by the health centers Kampung Bugis in order to improve the knowledge and skills the cadres of Pos UKK. Landing and assisted  health workers of Kampung Bugis Health Centre need to upgrading to the successful occupational health efforts program implemented at Pos UKK in the workplace of Kampung Bugis Health Center. Keywords: occupational health efforts, Pos UKK, Program Implementation