Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Improving Reading Literacy Strategy through Seven Programs of Reading Interest containing Da’wah Message Abrori Abrori
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.239 KB) | DOI: 10.18326/attarbiyah.v3i2.205-225

Abstract

The purpose of this study was (1) to describe the factors that cause low interest of students’ reading; (2) to describe the strategy to increase reading literacy through seven reading interest programs with preaching/ da’wah content at MTs Al Asror. The research method used was descriptive qualitative with literature literacy study. The results of the study showed that students are familiar with the 60 minute reading activity every morning. Selected reading material containing da'wah can shape the students’ characters that are polite, honest, obedient, and respectful and appreciative. In addition, the seven steps of the program which was done to improve students’ reading literacy are: (1) Library Management; (2) Seminars and Workshops; (3) 60 Minute Reading Movement every morning; (4) School Literacy Competition; (5) Book Review; (6) Literacy Award; and (7) The Book Exhibition. Those steps were proven to inspire, motivate, and attract students to read books.
Ekspektasi Dakwah KH. Mahfud Ridwan Dalam Mengembangkan Keharmonisan Antar Umat Beragama di Kabupaten Semarang Tahun 1984-2015 Abrori Abrori; Ahmad Kharis; Kuni Barirotus Sa'adah
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 5, No 1 (2022): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v5i1.5432

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi masyarakat Kabupaten Semarang periode pra dan pasca dakwah KH. Mahfud Ridwan, serta mengetahui dakwah KH. Mahfud Ridwan dalam mengembangkan keharmonisan antar umat beragama tahun 1984-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sementara teknik validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi masyarakat kabupaten sebelum dakwah KH. Mahfud Ridwan sudah mulai kondusif dan setelah dakwahnya beliau semakin membaik. KH. Mahfud Ridwan berdakwah menggunakan metode: (1) Bil hikmah dengan akal budi yang mulia, bijaksana lapang dada dan hati yang bersih. Wujud dakwah yang dilandasi bil hikmah diantaranya menggerakkan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan dan keagamaan antara lain LSM Yayasan Desaku Maju, Forum Gedangan, FSUB dan gerakan SOBAT. Disamping itu KH. Mahfud Ridwan juga mendirikan Pondok Pesantren Edi Mancoro sebagai perantara untuk menebar manfaat untuk masyarakat dengan membentuk karakter santri yang berwawasan keagamaan, kebangsaan serta kemasyarakatan. (2) Bil mau’idzah hasanah dengan mengadakan pengajian rutin, mengajar di pesantren dan madrasah, kultum dan kegiatan hari besar Islam. (3) Bil mujadalah dengan mengadakan kegiatan diskusi dan dialog yang mengundang berbagai tokoh lintas agama.
Da'wah Expectations KH. Mahfud Ridwan in Developing Harmony Between Religious People in Semarang Regency 1984-2015 Abrori Abrori; Ahmad Kharis; Kuni Barirotus Sa'adah
Journal of Nahdlatul Ulama Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Nahdlatul Ulama Studies
Publisher : Lakpesdam PCNU Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/jnus.v3i2.114-127

Abstract

The goal to be achieved in this study is to determine the condition of the people of Semarang Regency in the pre and post-dawa period of KH. Mahfud Ridwan, as well as knowing the da'wah of KH. Mahfud Ridwan in developing inter-religious harmony in 1984-2015. The research method used is descriptive qualitative with a historical approach. The data in this study were obtained through interviews, observation and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. While the data validation technique in this study uses triangulation. The results showed that the condition of the district community before the preaching of KH. Mahfud Ridwan has started to be conducive and after his preaching he is getting better. KH. Mahfud Ridwan preached using the following methods: (1) Bil wisdom with a noble mind, wise, broad chested and a clean heart. The form of da'wah based on bil wisdom includes mobilizing the community through community and religious organizations including the NGO Desaku Maju Foundation, Gedangan Forum, FSUB and the SOBAT movement. Besides that, KH. Mahfud Ridwan also founded the Edi Mancoro Islamic Boarding School as an intermediary to spread benefits to the community by forming the character of students who have religious, national and community perspectives. (2) Bil mau'idzah hasanah by holding regular recitations, teaching in Islamic boarding schools and madrasas, cults and Islamic holidays. (3) Bil mujlah by holding discussion and dialogue activities that invite various interfaith figures.
Efektivitas Pemberdayaan Kelompok Tani Subur Makmur oleh Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) di Desa Mriyan Kabupaten Boyolali Ahmad Kharis; Abrori Abrori; Desti Ananda Puteri Listyanti
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 2 (2022): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2022.112-03

Abstract

The traditional management of coffee farming in Mriyan Village, Boyolali Regency, was responded to by the Institute for the Development of Agricultural Technology (LPTP) by providing training in the form of a field school. Assistance to coffee farmers is carried out to increase farmers' capacity to produce quality coffee products. This study aims to evaluate the effectiveness of LPTP's assistance to farmers in Mriyan Village. To achieve this goal, this study used qualitative methods through field research. The data was analyzed using evaluation theory to find comparative results before and after the assistance. This research found an assistance model carried out by LPTP, which began with forming farmer groups followed by the formation of knowledge and practices of proper coffee cultivation. Planting techniques, maintenance, and selection of coffee suitable for the climate of Mriyan Village are complemented by training in coffee management into industrial products. The assistance conducted was identified as effective, from the positive impacts on economic, social, and environmental improvements. The effectiveness of the mentoring was also due to the formation of farmers' awareness of potential barriers and maximization of existing support. Awareness of potential obstacles arises from strengthening the organization so that the agricultural management process takes place in the spirit of the community. This spirit encourages problem-solving to be done together, which impacts mutual prosperity. Keyword: Empowerment, Field School, Subur Makmur Farmer Group Pengelolaan pertanian kopi di Desa Mriyan, Kabupaten Boyolali yang dilakukan secara tradisional direspons oleh Lembaga Pengembangan Teknologi Pedasaan (LPTP) dengan memberikan pelatihan dalam bentuk sekolah lapang. Pendampingan petani kopi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petani guna menghasilkan produk kopi yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi atas efektivitas pendampingan LPTP terhadap petani di Desa Mriyan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui penelitian lapangan. Data yang dihasilkan dianalisis dengan menggunakan teori evaluasi untuk menemukan hasil perbandingan sebelum dan sesudah pendampingan. Penelitian ini menemukan model pendampingan yang dilakukan LPTP yang dimulai dengan pembentukan kelompok tani yang dilanjutkan dengan pembentukan pengetahuan dan praktik budidaya kopi yang benar. Teknik penanaman, perawatan, dan pemilihan kopi yang cocok untuk iklim Desa Mriyan dilengkapi dengan pelatihan pengelolaan kopi menjadi produk industri. Pendampingan yang dilakukan teridentifikasi efektif yang ditemukan dari dampak positif terhadap peningkatan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Efektivitas pendampingan juga disebabkan pembentukan kesadaran petani terhadap potensi hambatan dan pemaksimalan dukungan yang ada. Kesadaran terhadap beragam potensi yang menghambat muncul dari penguatan kelembagaan sehingga proses pengelolaan pertanian berlangsung dalam semangat komunitas. Semangat ini mendorong penyelesaian masalah dilakukan secara bersama-sama yang berdampak pada kemakmuran bersama. Kata Kunci: Pemberdayaan, Sekolah Lapang, Kelompok Tani Subur Makmur