Muhammad Hamdan
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Filosofi Kafir dalam al-Qur’an: Analisis Hermeneutik Schleiermacher Muhammad Hamdan
Tashwirul Afkar Vol. 39 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51716/ta.v38i02.25

Abstract

Abstrak Kata ‘kafir’ dalam al-Qur’an tidak bisa dimaknai secara tunggal. Dibutuhkan kajian yang mendalam dalam memahami al-Qur’an. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan teori hermeneutik Schleiermacher dengan dua interpretasi yaitu gramatis dan psikologis. Melalui analisis interpretasi gramatis, kata ‘kafir’ dalam al-Qur’an memiliki makna yang beragam seperti: ingkar, tidak bersyukur, tidak beriman, kikir, sombong, dan lain sebagainya. Kemudian vonis kafir adalah otoritas Allah Swt. Sementara itu, dengan analisis interpretasi psikologis, ditemukan hasil bahwa Tuhan seringkali menurunkan kata ‘kafir’ akibat perilaku buruk pelaku kekafiran. Penuduhan kafir terhadap orang lain mengancam kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Individu atau kelompok yang dituduh sebagai kafir rentan mendapatkan diskriminasi. Indonesia adalah negara bangsa yang mempunyai Konstitusi tertinggi yaitu UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. Dalam UUD 1945 Pasal 29 disebutkan bahwa negara menjamin setiap warga negaranya atas kemerdekaan dan kebebasan dalam memeluk agama dan keyakinan. Dalam konteks bernegara, non-muslim memiliki hak dan kedudukan yang setara dengan warga negara lainnya.   Abstract The word ‘kafir’ in the Qur'an cannot be interpreted in a single meaning. It takes an in-depth study in understanding the verses of the Qur'an. One method that can be used is by employing Schleirmacher's hermeneutic theory with two interpretations, namely grammatical and psychological. Through the analysis of grammatical interpretations, the word ‘kafir’ in the Al-Qur'an has various meanings such as: denial, ungratefulness, disbelief, stingy, arrogant, and so on. Then the verdict of disbelief is the authority of Allah Swt. Meanwhile, with the analysis of psychological interpretations, it is found that God often sends down the word ‘kafir’ due to the bad behavior of the infidels. The accusation of being infidels against others has threatened harmony in the life of the nation and state. Individuals or groups accused of being infidels are vulnerable to discrimination. Indonesia is a nation state that has the highest constitution, namely the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The article 29 of the 1945 Constitution affirms that the State guarantees every citizen of freedom to embrace religion and belief. In the context of a state, non-Muslims have equal rights and positions with other citizens.
KONSTRUKTIVISME PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KOMUNIKATIF Muhammad Hamdan
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 5 (2019): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab V
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Kemampuan Bahasa Arab peserta didik dalam pembelajaran bahasa arab sampai saat ini belum mencapai tingkat yang memuaskan, merespon kondisi seperti ini model materi Bahasa Arab kemudian didesain menjadi Bahasa Arab komunikatif sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Arab dengan merujuk kepada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Konstruktivisme sebagai kognitif manusia sering diasosiasikan dengan pendekatan pedagogi yang mempromosikan learning by doing. teori ini memberikan keaktifan kepada manusia untuk belajar menemukan kompetensi diri, pengetahuan atau teknologi dan hal lain yang diperlakukan guna mengembangkan dirinya dengan cara mengkombinasikan paradigma-paradigma linguistik, psikologis dan sosiologis.. Penelitian bertujuan untuk menyelidiki konstruktivisme pada proses pembelajaran Bahasa Arab komunikatif dalam hal pemerolehan pengetahuan berupa bahasa baru, serta menyelidiki proses aktif konstruktif dalam penguasaan kompentesi komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Arab komunikatif, jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan data yang didapat selama melakukan penelitian dengan tehnik wawancara, observasi, dokumentasi,  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam memperoleh pengetahuan baru berupa bahasa yang kemudian dikomunikasikan langsung dengan lawan bicaranya, keterlibatan pengajar bersifat membantu pembelajar agar dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuan melalui bahasa akan dipelajari dengan dukungan materi yang mengacu kepada kegiatan sehari-hari pembelajar. Selanjutnya proses aktif konstruktif pembelajar dalam penguasaan kompentensi komunikatif dilakukan dengan bantuan mufroda>t berbentuk kalimat tanya, dengan cara melakukan pengulangan sebagai bentuk pembiasaan dan kemudian dituangkan dengan kala>m qira>’ah dan kita>bah. kemudian pembelajar secara internal melalui proses regulasi diri dengan teknik saling tukar gagasan antar-individu yang dihimpun dalam bentuk dialog yang berisi pengalaman sosial setiap individu pembelajar.Kata kunci:Bahasa Arab Komunikatif, konstruktivisme