Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROMOSI KESEHATAN GIGI MENGGUNAKAN MEDIA FLIPHCHART TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR : DENTAL HEALTH PROMOTION USING FLIPHCHART MEDIA ON KNOWLEDGE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENT Yuli Puspitawati; Ulliana Ulliana; Silvia Sulistiani; Nurlatifa Kholifatu Fadliyah; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 3 No. 1 (2022): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v3i1.486

Abstract

Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan pada anak. Media flipchart adalah salah satu media pembelajaran yang sederhana dan cukup efektif. Flipchart juga dikatakan efektif karena dapat digunakan sebagai pengantar pesan pembelajaran secara terencana ataupun secara langsung disajikan. Tujuan Penelitian: Mengetahui efektifitas media flipchart terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada SDN siswa Cempaka Putih Timur 03. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan quasi eksperimen with pre & post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 sampel diambil secara Stratified Random Sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner pre test dan post test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon untuk menguji dua sampel berpasangan. Hasil Penelitian: hasil uji statistik menunjukkan bahwa media flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada siswa SDN Cempaka Putih Timur 03 yang dimana nilai p 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Kesimpulan: Media Flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada siswa SDN Cempaka Putih Timur 03.
PROMOSI KESEHATAN GIGI MENGGUNAKAN MEDIA FLIPHCHART TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR : DENTAL HEALTH PROMOTION USING FLIPHCHART MEDIA ON KNOWLEDGE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENT Yuli Puspitawati; Ulliana Ulliana; Silvia Sulistiani; Nurlatifa Kholifatu Fadliyah; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 3 No. 1 (2022): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v3i1.486

Abstract

Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan pada anak. Media flipchart adalah salah satu media pembelajaran yang sederhana dan cukup efektif. Flipchart juga dikatakan efektif karena dapat digunakan sebagai pengantar pesan pembelajaran secara terencana ataupun secara langsung disajikan. Tujuan Penelitian: Mengetahui efektifitas media flipchart terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada SDN siswa Cempaka Putih Timur 03. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan quasi eksperimen with pre & post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 sampel diambil secara Stratified Random Sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner pre test dan post test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon untuk menguji dua sampel berpasangan. Hasil Penelitian: hasil uji statistik menunjukkan bahwa media flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada siswa SDN Cempaka Putih Timur 03 yang dimana nilai p 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Kesimpulan: Media Flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada siswa SDN Cempaka Putih Timur 03.
TINGKAT KEAKURATAN PEMERIKSAAN INTRAORAL PADA KASUS IMPAKSI MENGGUNAKAN PESAWAT GENERAL PURPOSE DI INSTALASI RADIOLOGI Nadia Surahmi; Kartika Sari; Ulliana Ulliana; Muhammad Badari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2134

Abstract

Radiodiagnostik merupakan pelayanan untuk melakukan diagnosis dengan menggunakan radiasi pengion (sinar-X). Sinar-X yang dipancarkan dari tabung diarahkan pada bagian tubuh yang akan didiagnosa. Gigi impaksi merupakan gigi yang tidak dapat erupsi ke posisi fungsional normalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keakuratan gambar radiografi dan tata cara pengambilan pemeriksaan radiografi pada gigi molar tiga kasus impaksi menggunakan pesawat general porpose. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara dengan 1 dokter gigi, 1 radiografer dan 1 pasien. Data analisis lalu direduksi untuk dibuat koding terbuka selanjutnya dilakukan interprestasi data dengan cara membandingkan antara teori dan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua gigi superior terlihat menggunakan pesawat general purpose untuk memperlihatkan struktur gigi dan beberapa keadaan patologis yang berasal dari daerah maxilla. Pemeriksaan intraoral kasus impaksi menggunakan teknik kesejajaran dengan posisi pasien duduk di kursi tanpa sandaran kepala dengan arah sinar horizontal. Kesimpulan penelitian ini bahwa pemeriksaan radiologi pada kasus gigi molar tiga impaksi dapat dilakukan menggunakan pesawat general purpose yang menghasilkan tingkat keakuratan gambar yang maksimal.
TINGKAT KEAKURATAN PEMERIKSAAN INTRAORAL PADA KASUS IMPAKSI MENGGUNAKAN PESAWAT GENERAL PURPOSE DI INSTALASI RADIOLOGI Nadia Surahmi; Kartika Sari; Ulliana Ulliana; Muhammad Badari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2134

Abstract

Radiodiagnostik merupakan pelayanan untuk melakukan diagnosis dengan menggunakan radiasi pengion (sinar-X). Sinar-X yang dipancarkan dari tabung diarahkan pada bagian tubuh yang akan didiagnosa. Gigi impaksi merupakan gigi yang tidak dapat erupsi ke posisi fungsional normalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keakuratan gambar radiografi dan tata cara pengambilan pemeriksaan radiografi pada gigi molar tiga kasus impaksi menggunakan pesawat general porpose. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara dengan 1 dokter gigi, 1 radiografer dan 1 pasien. Data analisis lalu direduksi untuk dibuat koding terbuka selanjutnya dilakukan interprestasi data dengan cara membandingkan antara teori dan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua gigi superior terlihat menggunakan pesawat general purpose untuk memperlihatkan struktur gigi dan beberapa keadaan patologis yang berasal dari daerah maxilla. Pemeriksaan intraoral kasus impaksi menggunakan teknik kesejajaran dengan posisi pasien duduk di kursi tanpa sandaran kepala dengan arah sinar horizontal. Kesimpulan penelitian ini bahwa pemeriksaan radiologi pada kasus gigi molar tiga impaksi dapat dilakukan menggunakan pesawat general purpose yang menghasilkan tingkat keakuratan gambar yang maksimal.
Konsumsi Bee Pollen dan Karakteristik Ph Saliva Anak Sekolah (Analisis Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin dan Pendidikan Terakhir Ibu) Silvia Sulistiani; Ulliana Ulliana; Nuraini Nuraini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.26223

Abstract

ABSTRACT Bee pollen is a natural product derived from flower nectar, pollen, enzymes, and bee saliva secretion. Bee pollen contains flavonoids that can lower triglyceride levels and has anti-inflammatory properties. Its bioactive compound content can affect the pH balance of saliva. This study was to analyze the effects of bee pollen consumption onchanges in the salivary area in elementary school students and to examine the factors that influence them, such as age, gender and mother’s last education. This study used a quasi-experimental method before and after consumption. The sample consisted of 104 students from Paseban 01 Elementary School and Susukan 06 Elementary School and were selected based on certain inclusion and exclusion criteria. Salivary-ph measurements were carried out before and after bee pollen consumption using a pH meter. Data analysis was carried out by SPSS software. The pH value of saliva after eating bee pollen at an average pH value before consumption of 3.22 and 5.84 after consumption. The Wilcoxon statistical test is p=0.001 (p0.05), indicating a significant difference before and after treatment. The Linear Regression test result is p=0.001 (p0.05), indicating that all factors simultaneously affect the pH saliva. Bee pollen can be considered as one of natural intakes supporting oral cavity health, particularly in supporting to maintain saliva pH at a non acidic level. Furher research is needed regarding the dosage, ingredients and impact of Bee pollen related to oral and dental health children. Keywords: Bee Pollen, Salivary pH, Dental Health, Elementary School Students.  ABSTRAK Bee pollen adalah produk alami berasal dari nektar bunga, serbuk sari, enzim, dan sekresi air liur lebah. Bee pollenmengandung flavonoid  yang dapat menurunkan kadar trigliserida, dan memiliki sifat anti inflamasi. Kandungan senyawa bioaktifnya dapat mempengaruhi keseimbangan pH air liur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek konsumsi Bee pollen terhadap perubahan area saliva pada siswa sekolah dasar dan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir ibu. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-eksperimental sebelum dan sesudah konsumsi. Sampel terdiri dari 104 siswa dari Sekolah Dasar Paseban 01 dan Sekolah Dasar Susukan 06 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Pengukuran pH saliva dilakukan sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen menggunakan pH meter. Analisis data dilakukan dengan perangkat lunak SPSS. Nilai pH saliva rata-rata sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen sebesar 3,22 dan 5,84. Uji statistik Wilcoxon adalah p=0,001 (p0,05), menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen. Hasil Uji Regresi Linier adalah p=0,001 (p0,05), menunjukkan bahwa semua faktor secara bersamaan mempengaruhi pH saliva. Bee pollen dapat dianggap sebagai salah satu asupan alami yang mendukung kesehatan rongga mulut, khususnya dalam membantu menjaga pH saliva pada tingkat non-asam. Penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai dosis, bahan, dan dampak dari Bee pollen terkait dengan kesehatan gigi dan mulut anak-anak. Kata Kunci: Bee Pollen, Ph Saliva, Kesehatan Gigi, Siswa Sekolah Dasar.