Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit Yudi Susanto; Nopriadi Nopriadi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.3 No.1 Juli (2021) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v3i1.6272

Abstract

Latar Belakang & Tujuan: Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Rumah Sakit belum sepenuhnya dilaksanakan di RSUD Bangkinang, seperti evaluasi lingkungan kerja, pendokumentasian pemeriksaan kesehatan khusus dan berkala, resiko terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK). Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program K3 Rumah Sakit di RSUD Bangkinang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan 10 orang informan yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi lapangan dan telaah dokumen mulai bulan Februari-November 2019. Analisis data menggunakan metode content analysis. Hasil: Hasil penelitian pada komponen input: SDM K3, anggaran dan sarana K3 yang disediakan masih kurang. Pada komponen proses: Manajemen risiko, upaya keselamatan dan keamanan rumah sakit, pelayanan kesehatan kerja dan pengelolaan B3 sudah baik. Sarana pencegahan dan pengendalian kebakaran belum mencukupi. Pengelolaan prasarana sudah baik dengan adanya sumber air, listrik cadangan dan pemeliharaan berkala. Pengelolaan peralatan medis dan kesiapsiagaan bencana sudah baik. Pada komponen output: Pengawasan K3 dilaksanakan oleh internal Rumah Sakit dan masih ditemukan kasus kecelakaan kerja di RSUD Bangkinang seperti tertusuk jarum. Kesimpulan: penerapan K3 di RSUD Bangkinang telah berjalan dengan baik, tetapi belum semua sesuai dengan standar penerapan K3 menurut Permenkes No. 66 tahun 2016. Standar yang sudah dilakukan antara lain, pelaksanaan standar manajemen resiko, pelayanan kesehatan pengeloaan bahan berbahaya dan beracun (B3) pengeloaan prasarana dan pengeloaan peralatan medis sudah dilakukan dengan baik. Masih terdapat kekurangan jumlah Sumber Daya Manusia, anggaran dan sarana K3. Disarankan kepada pihak manajemen RSUD Bangkinang untuk menambah SDM di bidang K3, mengikuti pelatihan ahli K3, menambah sarana K3, serta melakukan pengawasan pelaksanaan program K3 yang sesuai dengan standar.
The Influence of Health Education and Tele-nursing on Folic Acid Adherence in Pregnant Women at Puskesmas Payung Sekaki Tiara Ananda; Stephanie Dwi Guna; Nopriadi Nopriadi; Febriana Sabrian; Herlina Herlina
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5551

Abstract

Folic acid is essential for supporting maternal health and fetal development, with a daily requirement of 400 mcg. Folic acid deficiency can cause maternal anemia and fetal growth and development disorders. However, compliance of pregnant women in taking folic acid supplements is still low, due to lack of knowledge and forgetting to take supplements. To improve compliance, health education and telenursing efforts can be applied as an effective solution. This study used a quantitative approach using the one group pretest posttest method. The sample in the study amounted to 34 pregnant women who were taken using non-probability sampling technique with purposive sampling type. The analysis used used the Wilcoxon statistical test. After being given health education and telenursing on the level of compliance of pregnant women drinking folic acid, the results showed an increase in the average compliance between pretest and posttest. The average value before being given health education and telenursing was 2.7353 (SD = 1.24307), after being given health education and telenursing the average increased to 6.7500 (SD = 1.88997). The results of the Wilcoxon test analysis showed that there was an effect of health education and telenursing with the results of p value (0.000) < α (0.005). Providing health education and telenursing has an effect on increasing the compliance of pregnant women in consuming folic acid at Puskesmas Payung Sekaki.