Syadidul Kahar
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Babussalam Kutacane

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN MELALUI EPISTIMOLOGI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Syadidul Kahar
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 1 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i1.81

Abstract

Salah satu prinsip kurikulum adalah relevansi yang dimaknai dengan kerelevansian (kesesuaian) kurikulum dengan perkembangan zaman. Kurikulum pendidikan Islam juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Munculnya degradasi moral indonesia sekarang ini ditengarai karenakegagalan pendidikan Islam dalam mentransfer, menanamkan nilai, dan pentransferan ketrampilan nilai pendidikan Islam. Dari penelitian di lapangan ditemukan beberapa problematika kurikulum pendidikan Islam, antara lain; padatnya materi tetapi minim nilai, dominasi aspek kognitif, dankurang memperhatikan perkembangan peserta didik, serta dominasi pendekatan normatif dalam pengembangan isi kurikulum.Ilmu pengetahuan dewasa ini telah terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran dari dunia Barat yang sekuler dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, perlu adanya suatu upaya melalui gerakan “Islamisasi ilmu pengetahuan” dengan mengambil segi-segi positif dari perkembangan-perkembangan modern seselektif mungkin, meskipun hal itu datangnya dari Barat yang diformulasikan dalam kurikulum pendidikan islam. Kurikulum pendidikan yang diterapkan yakni berusaha mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang bersifat fard ‘ain dan fard kifayah. Dan pada prinsipnya ini yang tertuang dalam konsep ta’dib sebagai suatu proses penanaman adab yang didalamnya telah mencakup ‘ilm dan amal
Peran Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri Syadidul Kahar; Muhammad Irsan Barus; Candra Wijaya
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 2 (2019): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v4i2.11949

Abstract

The purpose of this study was to find out the role of the Darusaa'dah Islamic Boarding School in the Pangkalan Susu District of Langkat in the Form of Santri Character The approach used is case study. The object of this research is religious Islamic education institutions. Data sources are people who are directly and indirectly involved with pesantren. To collect these data, the author uses several techniques in data collection, namely documentation, observation and interviews. Data analysis in research uses interpretive patterns that aim to achieve a correct understanding of facts, data and symptoms. In this study researchers focused on two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. used in the Darusa'dah Islamic Boarding School which is related to character formation. The Darusaa'dah Islamic Boarding School curriculum accommodates students who focus on learning two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. The pesantren curriculum material taught is sourced from the yellow book which includes; religious laws, monotheism, morals and Arabic. The education curriculum of the Darusaa'dah Islamic Boarding School is focused on the teaching of the Koran, hadith and the books written by the previous ulama. Educational material is presented based on class. The pesantren curriculum and general education curriculum are taught in the Darusaa'dah Islamic Boarding School, as well as forming the character of the santri.