Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Celebrity ‘Ulama’: Contiguity Religion and Popular Culture Kumalasari, Intan; Sormin, Darliana; Barus, Muhammad Irsan
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 2, No 3 (2019): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v2i3.465

Abstract

Post-1998 is the spread of spiritualism discourse. The emergence of celebrity ‘ulama’ in Islamic expression of contemporary Indonesian treasury is one example of how popular culture with a set of ideologies taking advantage of the rise of Islam. Television became an agent of a culture to the people with his ability as a link between one culture with another culture. Televisions have unpacked the real with the imaginary. With television all things can be esthetizatied, the sacred and the profane into somersaults. Television media such strength finally gave birth to a new religious authority, called celebrities ‘ulama’. Factors caused by the emergence of celebrity ‘’ulama’ are sociological, which characterized by many people who prefer to watch the celebrity ‘ulama’ than watching Conventional Ulama. Then supported by sophisticated Tecnology Science, the stage, and commodification. This shows that Islam has been negotiating with the market and subsequently published widely in the public sphere as a form of freedom of expression in the new order in which the strength of the potential of Islam to be appreciated by the government. This can be described as a form of commodification of religion in the sense of religious values commercialized for profit. 
POTENSI DAN TANTANGAN PESANTREN DALAM PEMBERDAYAAN ENTREPRENEURSHIP SANTRI Muhammad Irsan Barus
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 1 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i1.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi dan tantangan pesantren dalam memberdayakan santri. Studi dilaksanakan di Pesantren Dr. Muhammad Natsir Kabupaten Solok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber utama data dalam penelitian ini ialah kata-kata dan tindakan yang mendeskripsikanpemberdayaan enterpreneurshipsantri di Pesantren Dr. Muhammad Natsir. Kata-kata tersebut dikumpulkan dengan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dengan melalui proses reduksi data, menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami dan memverifikasi data untuk mencari kebenaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki Pesantren Dr. Muhammad Natsir dalam memberdayakan santri adalah guru dan pimpinan pesantren yang memiliki kualifikasi dan kemandirian ekonomi, santri dengan berbagai bakat, sarana pendidikan dan sumber daya alam yang dimiliki secara mandiri. Tantangan yang dihadapi Pesantren Dr. Muhammad Natsir dalam pemberdayaan ekonomi adalahpembiayaan, kurangnya tenaga pelatihan serta pemasaran hasil pertanian dan hasil kreativitas santri berkutat pada masalah kesinambungan produksi, panjangnya saluran pemasaran, kurangnya informasi pasar, masih rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Kontribusi Minat Belajar, Lingkungan Sekolah dan Profesionalisme Guru Terhadap Hasil Belajar PAI SMP Muhammad Irsan Barus
Psikis : Jurnal Psikologi Islami Vol 3 No 1 (2017): Psikis: Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v3i1.939

Abstract

Tujuan utama penelitian ini untuk mengungkapkan kontribusi: (1) minat belajar terhadap hasil belajar PAI: (2) lingkungan sekolah terhadap hasil belajar PAI: (3) profesionalisme guru terhadap hasil belajar PAI: (4) minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru secara bersama-sama terhadap hasil belajar PAI.Penelitian ini terdiri atas tiga variabel bebas, yaitu minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru. Variabel terikatnya adalah hasil belajar PAI. Populasi penelitian 170 orang. Sampel dipilih dengan teknik proportional random sampling sebanyak 135 orang. Data minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru diperoleh dengan mengedarkan angket kepada 135 peserta didik, sedangkan data tentang hasil belajar diperoleh melalui dokumen hasil ujian semester. Data dianalisis menggunakan uji regresi berganda.Temuan hasil penelitian menunjukkan (1) minat belajar berkontribusi sebesar 17,8% terhadap hasil belajar PAI; (2) lingkungan sekolah berkontribusi sebesar 17,9% terhadap hasil belajar PAI; (3) profesionalisme guru berkontribusi sebesar 19,5% terhadap hasil belajar PAI; (4) minat belajar, lingkungan sekolah dan profesionalisme guru berkontribusi secara signifikan sebesar 28,1% terhadap hasil belajar PAI dan 71,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Berguru Islam ke Barat dan Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia Abdul Zebar; Muhammad Irsan Barus; Candra Wijaya
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v11i1.12513

Abstract

This paper describes the background of sending lecturers of Islamic Religious Education Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) to the Islamic West and their contribution to the development of ICM in Indonesia. Historically the background of sending Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) lecturers to the West was to change Islamic studies in Indonesia to become more comprehensive with more universal scientific methodologies and traditions. The shipping project was opposed by some Islamic leaders because it was considered to give birth to religious liberalism. On the other hand, the sending of lecturers was supported by a number of Islamic leaders to eliminate the tendency of sect sect of schools in Indonesia and efforts to integrate science in Islam. The contributions of alumni of Western Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) lecturers include (1) encouraging the entry of science courses in Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI); (2) rationalizing the organizational structure of the campus, (3) updating the curriculum with more intensive Islamic studies with a variety of rich methodologies Renewing the curriculum; (4) publishing scientific journals; (5) open post graduate programs; and (6) changing studies at Islamic Higher Education from the pattern of schools to the non-Mazhabi approach.
Pembiayaan Pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Babussalam Kutacane Muhammad Irsan Barus; Syadidul Kahar; Saidup Kudadiri
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v11i1.12311

Abstract

Sistem pembiayaan pendidikan di Indonesia, pemerintah tidak bisa melepaskan diri dengan pihak swasta dan masyarakat. Hubungan pemerintah, masyarakat, dan swasta merupakan hubungan yang tidak terpisahkan dalam peranannya meningkatkan pemerataan dan mutu pendidikan. Berbeda dari sistem pendidikan di negara maju, negara berkembang memprioritaskan anggaran daerahnya untuk pembangunan pandidikan dan dilakukan dengan berbagai model pembiyaan yang menguntungkan bagi pembangunan pendidikan di negaranya. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini dilakukan untuk mengungkapkan data deskriptif dari informan tentang apa yang mereka lakukan, rasakan, dan yang mereka alami terhadap fokus penelitian. Penelitian ini berupaya mendiskripsikan sistem pembiayaan pendidikan di STIT Babussalam Kutacane. Hasil penelitian diproleh bahwa STITBA menerapkan Sistem Keuangan Terpusat (SKT) untuk dana yang bersumber dari Uang Pembangunan dan SPP mahasiswa sehingga istilah defisit tidak berlaku dilingkungan STITBA. Sedangkan dana yang sifatnya untuk kegiatan tertentu seperti biaya PPL, PKM, Komprehensif, Seminar Proposal, Bimbingan Skripsi, Munaqasyah, dan Wisuda dikelola oleh Bendahara sekolah tinggi sendiri dengan membuat pertanggung jawaban kepada Pimpinan STITBA. Berdasarkan hal ini maka dana yang diproleh oleh STIT Babussalam Kutacane menggunakan model Penggalangan dana.
Peran Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri Syadidul Kahar; Muhammad Irsan Barus; Candra Wijaya
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 2 (2019): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v4i2.11949

Abstract

The purpose of this study was to find out the role of the Darusaa'dah Islamic Boarding School in the Pangkalan Susu District of Langkat in the Form of Santri Character The approach used is case study. The object of this research is religious Islamic education institutions. Data sources are people who are directly and indirectly involved with pesantren. To collect these data, the author uses several techniques in data collection, namely documentation, observation and interviews. Data analysis in research uses interpretive patterns that aim to achieve a correct understanding of facts, data and symptoms. In this study researchers focused on two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. used in the Darusa'dah Islamic Boarding School which is related to character formation. The Darusaa'dah Islamic Boarding School curriculum accommodates students who focus on learning two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. The pesantren curriculum material taught is sourced from the yellow book which includes; religious laws, monotheism, morals and Arabic. The education curriculum of the Darusaa'dah Islamic Boarding School is focused on the teaching of the Koran, hadith and the books written by the previous ulama. Educational material is presented based on class. The pesantren curriculum and general education curriculum are taught in the Darusaa'dah Islamic Boarding School, as well as forming the character of the santri.
Tinjauan Historis Kurikulum Pesantren Sirajul Huda Kabupaten Karo Muhammad Irsan Barus; Syadidul Kahar
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.989 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v7i2.5505

Abstract

AbstractIslamic education is an education based on the value of Islamic teachings contained in the Qur'an and the hadith as well as the thinking of scholars in the history practice of Muslims. The process of Islamic education continues to grow thanks to traders and preachers all over Indonesia including North Sumatra. The history of Islamic education in the Karo Land begins with the Islam of the family of Sulaiman Tarigan. Sulaiman Tarigan's awareness of Islamic education motivated him to prepare a successor cadre for the Islamic development struggle. The work of preparing the cadres was established by establishing the Three Beringin School in 1925. The study expanded rapidly until the school moved to Kuala Baru and started the establishment of Sirajul Huda boarding school in 1994. In addition they learn to read and write the Koran and Malay. Keywords: History, Islamic Education, Karo Land
Celebrity ‘Ulama’: Contiguity Religion and Popular Culture Intan Kumalasari; Darliana Sormin; Muhammad Irsan Barus
Britain International of Humanities and Social Sciences (BIoHS) Journal Vol 1 No 2 (2019): Britain International of Humanities and Social Sciences, October
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/biohs.v1i2.43

Abstract

Post-1998 is the spread of spiritualism discourse. The emergence of celebrity ‘ulama’ in Islamic expression of contemporary Indonesian treasury is one example of how popular culture with a set of ideologies taking advantage of the rise of Islam. Television became an agent of a culture to the people with his ability as a link between one culture with another culture. Televisions have unpacked the real with the imaginary. With television all things can be esthetizatied, the sacred and the profane into somersaults. Television media such strength finally gave birth to a new religious authority, called celebrities ‘ulama’. Factors caused by the emergence of celebrity ‘’ulama’ are sociological, which characterized by many people who prefer to watch the celebrity ‘ulama’ than watching Conventional Ulama. Then supported by sophisticated Tecnology Science, the stage, and commodification. This shows that Islam has been negotiating with the market and subsequently published widely in the public sphere as a form of freedom of expression in the new order in which the strength of the potential of Islam to be appreciated by the government. This can be described as a form of commodification of religion in the sense of religious values ​​commercialized for profit.
ANALISIS PEMBELAJARAN DARING SAAT PANDEMI COVID-19 DI STAIN MANDAILING NATAL Muhammad Irsan Barus; Porma Sitangkas
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i3.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran daring saat pandemi virus corona di STAIN Mandailing Natal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif berdasarkan analisis data dari beberapa dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa (1) aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring adalah WhatsApp, Zoom, dan Geogle Classroom; (2) tujuan pembelajaran daring tidak berbeda dengan tujuan pembelajaran tatap muka; (3) proses pembelajaran berbasis virtual class dan video conference sesuai dengan aplikasi yang digunakan; (4) evaluasi pembelajaran dilakukan dengan pemeriksaan tugas-tugas yang dikirim mahasiswa dalam bentuk file makalah, tugas ujian tengah semester (UTS), dan tugas ujian akhir semester (UAS); (5) hambatan dan rintangan pembelajaran daring yang terjadi antara lain (a) ketidakmampuan mahasiswa dalam penyediaan paket data, (b) tidak semua tempat tinggal mahasiswa memiliki jaringan internet (c) minimnya kehadiran mahasiswa, (d) kecenderungan proses belajar mengajar ke arah pelatihan, (e) masih banyak mahasiswa yang kurang mampu dalam mengoperasikan Teknologi Informasi; (f) kampus belum mampu mengoperasikan Elearning karena keterbatasan inprastruktur, (g) pelaksanaan pembelajaran yang sering tidak disiplin waktu.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 093 MANDAILING NATAL Nur Hamidah; Muhammad Irsan Barus
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i3.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa SDN 093 Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriftif dengan cara mengumpulkan data baik secara langsung turun ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang objek penelitian penulis, sumber data yang digunakan berupa data skunder dan primer, dan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) motivasi belajar siswa adalah untuk mendapatkan hadiah, pujian, prestasi, dan nilai yang bagus; ( 2) faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah faktor internal yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri siswa yaitu kondisi jasmani dan rohani, kemampuan siswa, dan perhatian. Kedua faktor eksternal yaitu faktor yang bersumber dari luar diri siswa seperti upaya guru membelajarkan siswa, fasilitas belajar dan kondisi lingkungan di sekitar siswa.