Niken Titi Pratitis
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Internal locus of control dan kemampuan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa skripsi Lea Marsita Sari; Niken Titi Pratitis; Asti Haryanti
PSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi Vol. 1 No. 2 (2022): PSYCOMEDIA: Jurnal Psikologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.674 KB) | DOI: 10.35316/psycomedia.2022.v1i2.21-30

Abstract

The tendency of academic procrastination can have a negative impact on students, which results in assignments not being completed optimally and even being late in the deadline for submission. This study aims to determine the relationship between internal locus of control and time management skills with academic procrastination in students who are taking thesis at the Faculty of Psychology. This study uses quantitative research methods, the subject is 103 students of the Faculty of Psychology who take the script. Hypothesis testing using multiple regression analysis, the results of the first hypothesis test showed that the internal locus of control variable had no significant effect on the tendency of academic procrastination. The results of the second hypothesis test show that time management skills have a significant effect on the tendency of academic procrastination. The results of the third hypothesis test show that internal locus of control and time management skills are jointly significantly related to academic procrastination. Internal locus of control and time management skills together contributed 60.4% related to academic procrastination.
Hubungan Self-Regulated Learning dengan Kecemasan Akademik Mahasiswa Semester Akhir yang Mengikuti Pembelajaran Hybrid Deva Easter Nethania; Niken Titi Pratitis; Isrida Yul Arifiana
Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Vol 22, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v22i2.4961

Abstract

Fenomena penerapan metode pembelajaran hybrid saat ini banyak dibahas dalam dunia pendidikan jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Metode pembelajaran hybrid dapat menjadi solusi sekaligus tantangan tersendiri terutama bagi peserta didik khususnya mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun skripsi di tengah berlangsungnya upaya pemerintah mencegah penularan COVID-19. Penelitian kuantitatif ini disusun dengan tujuan mengetahui hubungan self-regulated learning dengan kecemasan akademik pada mahasiswa semester akhir yang mengikuti pembelajaran hybrid. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 151 mahasiswa semester akhir fakultas psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang memprogram skripsi pada semester Genap 2021/2022. Teknik sampel yang digunakan penelitian ini adalah probalitity sampling yaitu teknik simple random sampling. Hasil penelitian menggunakan uji Product Moment Correlation menunjukkan adanya korelasi negatif yang sangat signifikan, sehingga hipotesis penelitian ini diterima.
Konflik Peran Ganda dan Keterikatan Kerja Karyawan Perempuan dalam Setting Industri Nadziro Kamalia; Niken Titi Pratitis; Isrida Yul Arifiana
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims to determine the relationship between work family conflict and work engagement among female employees in the industrial sector. Role conflict refers to the condition where individuals experience pressure due to conflicting demands between work and family. Meanwhile, work engagement is a positive state in which individuals possess energy, dedication, and full focus in carrying out their work. This study employs a quantitative method with a correlational design. The sampling technique was conducted through purposive sampling, involving 122 female employees who work in the industrial sector and have dual roles. The research instruments use a role conflict scale based on the theory of Greenhaus and Beutell (1985) and a work engagement scale based on the theory of Bakker and Schaufeli (2004). The data obtained were analyzed using Pearson Product Moment correlation tests. The results indicate a significant positive relationship between work family conflict and work engagement among female employees in the industrial sector. This indicates that the higher the role conflict experienced, the higher the work engagement of female employees. Time-based, pressure-based, and behavior-based role conflicts are the main factors influencing work engagement, which consists of the aspects of vigor, dedication, and absorptionKeywords: Work Family Conflict;Work Engagement;Female Employees in the IndustryAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dan keterikatan kerja pada karyawan perempuan di sektor industri. Konflik peran ganda merupakan kondisi di mana individu mengalami tekanan akibat tuntutan peran yang bertentangan antara pekerjaan dan keluarga. Sementara itu, keterikatan kerja adalah kondisi positif di mana individu memiliki energi, dedikasi, dan fokus penuh dalam melaksanakan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 122 karyawan perempuan yang bekerja di sektor industri dan memiliki peran ganda. Instrumen penelitian ini menggunakan skala konflik peran ganda yang disusun berdasarkan teori Greenhaus dan Beutell (1985) serta skala keterikatan kerja berdasarkan teori Bakker dan Schaufeli (2004). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konflik peran ganda dan keterikatan kerja pada karyawan perempuan di sektor industri. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konflik peran ganda yang dialami, maka semakin tinggi juga keterikatan kerja karyawan perempuan. Konflik peran berbasis waktu, tekanan, dan perilaku menjadi faktor utama yang memengaruhi keterikatan kerja yang terdiri dari aspek vigor, dedication, dan absorption.Kata kunci: Konflik Peran Ganda; Keterikatan Kerja; Karyawan Perempuan di Sektor Industri
Kemampuan Problem Solving pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Bagaimana Peranan Critical Thinking Mohammad Rizki Annabil; Niken Titi Pratitis; Isrida Yul Arifiana
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Final year students face a variety of challenges ranging from academic challenges, psychological and emotional challenges, and self-management challenges. Problem solving ability is important for final year students to solve all these challenges. In order for problem solving ability to be effective, critical thinking is needed which is an important factor in problem solving. This study aims to determine the relationship between critical thinking and problem solving ability in final year students. This type of research is quantitative correlation. The population of this study were final year students of Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya totaling 2338 consisting of students from generation 2018 to 2022. The research sample was determined through the Krejcie table with a total of 201 students. The sampling method used Snowball sampling with Spearman Rank Correlation data analysis technique. The results show a positive correlation between critical thinking and problem-solving Ability. Keywords: Critical Thinking; Problem Solving Ability, Final year students. Abstrak Mahasiswa tingkat akhir berbagai macam tantangan mulai dari tantangan akademis, tantangan psikologis dan emosional, dan tantangan manajemen diri. Kemampuan problem solving menjadi penting bagi mahasiswa tingkat akhir untuk menyelesakain semua tantangan tersebut. Agar kemampuan problem solving menjadi efektif diperlukan critical thinking yang faktor penting dalam penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara critical thinking dengan kemampuan problem solving pada mahasiswa tingkat akhir. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berjumlah 2338 terdiri dari mahasiswa Angkatan 2018 hingga 2022. Sampel penelitian ditentukan melalui tabel krejcie dengan berjumlah 201 mahasiswa. Metode pengambilan sampel menggunakan Snowball sampling dengan teknik analisis data Spearman Rank Correlation. Hasil terdapat hubungan positif antara critical thinking dan kemampuan problem solving. Kata kunci: Critical Thinking; Kemampuan Problem solving; Mahasiswa Tingkat Akhir.
Hubungan Digital Literacy Skill Dengan Problem Solving Pada Mahasiswa di Surabaya Sabrina Dana Puspita; Niken Titi Pratitis; Rahma Kusumandari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract University students in the digital era are required to have digital literacy skills to support their problem-solving abilities in both academic and social contexts. This study aims to examine the relationship between digital literacy skills and problem-solving abilities among students in Surabaya. The study employed a quantitative correlational design. The participants consisted of 118 students from various universities in Surabaya, selected using accidental sampling. The instruments used included a digital literacy scale based on technological, cognitive, and ethical aspects, and a problem-solving scale based on self-confidence, approach style, and personal control. Data analysis was conducted using non-parametric statistical methods. The results revealed a significant positive relationship between digital literacy skills and problem-solving abilities. In conclusion, students with higher digital literacy skills tend to have better abilities in addressing and resolving problems. These findings highlight the importance of digital literacy development as a key skill to support academic success and readiness to face challenges in the digital era. Keywords: Digital Literacy, Problem Solving, Students, Surabaya Abstrak Mahasiswa di era digital dituntut memiliki keterampilan literasi digital untuk mendukung kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai aspek kehidupan akademik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan literasi digital dengan kemampuan pemecahan masalah pada mahasiswa di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian adalah 118 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala literasi digital berdasarkan aspek teknologi, kognitif, dan etika, serta skala pemecahan masalah yang mengacu pada aspek keyakinan diri, gaya pendekatan, dan kontrol pribadi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan literasi digital dan kemampuan pemecahan masalah. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat literasi digital mahasiswa, maka semakin baik kemampuan mereka dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan literasi digital sebagai salah satu keterampilan utama untuk mendukung keberhasilan akademik dan kesiapan menghadapi tantangan di era digital. Kata kunci: Literasi Digital, Pemecahan Masalah, Mahasiswa, Surabaya
Orientasi Masa Depan pada Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir Aisyah Isnaini; Niken Titi Pratitis; Isrida Yul Arifiana
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to examine the association between future orientation and work readiness among final year students. Future orientation is defined as an individual's ability to set goals, expectations, and strategies to achieve a desired future. Work readiness, on the other hand, reflects the individual's abilities, skills, and attitudes in meeting the demands of the professional world. This research applies a quantitative approach with a correlational design. The subjects were 311 final year students from various universities. The sampling technique used was incidental sampling. The instruments applied in this study were a future orientation scale and a work readiness scale. Data were analyzed using the Pearson correlation technique with the help of statistical software. The findings revealed a significant positive relationship between future orientation and work readiness. These results indicate that students with a stronger future orientation tend to be more prepared to enter the workforce. Therefore, future orientation can be considered an important aspect in supporting students’ career readiness. Keywords: career planning, final year students, future orientation, job transition, work readiness. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara orientasi masa depan dengan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir. Orientasi masa depan menggambarkan sejauh mana individu mampu menetapkan tujuan, harapan, dan strategi dalam mencapai masa depan yang diinginkan. Kesiapan kerja mencerminkan kemampuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan individu dalam menghadapi tuntutan dunia kerja secara profesional. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 311 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala orientasi masa depan dan skala kesiapan kerja. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara orientasi masa depan dan kesiapan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan orientasi masa depan yang lebih kuat cenderung memiliki kesiapan kerja yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah orientasi masa depan merupakan salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, serta dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan karir di perguruan tinggi. Kata kunci: karier, kesiapan kerja, mahasiswa tingkat akhir, orientasi masa depan, transisi kerja.