Nur Aliyah Zainal
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TERHADAP MUATAN INTEGRASI KEILMUAN DALAM MATERI PERKULIAHAN PADA PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL UIN ALAUDDIN MAKASSAR Nur Aliyah Zainal; Zulfiani Masud
Review of International Relations Vol 3 No 1 (2021): Review of International Relations (Jurnal Kajian Ilmu Hubungan Internasional)
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rir.v3i1.22488

Abstract

After the transition from IAIN (Institut Alauddin Islam Negeri) to UIN (State Islamic University), Alauddin State Islamic University Makassar formed a general scientific study department /program that is adjacent to other religious studies. The department has consequences for integrating its knowledge with Islamic studies. This research then questioned about the concept of Scientific Integration UIN Alauddin Makassar and how the content of scientific integration in RPS of  Department of  International Relations. And the results of the study showed that UIN Alauddin Makassar Scientific Integration Concept that tends to be fickle so that until now has not implemented a definite and clear as in UIN Sunan Kalijaga and UIN Maulana Malik Ibrahim. Then,the scientific integration in the Semester Learning Plan (RPS) in the International Relations Study Program was minimally found the concept of integration. This is related to literature that is also minimal  and examine the theory or concept in International and Islamic Relations, so that in the application of scientific integration, especially in the International Relations Study Program itself is still lacking in the content of lecture materials. Keywords: Scientific Integration, Semester Learning Plan, International Relations Programe  
LOCAL STRONGMEN DAN KONTESTASI POLITIK (STUDI TERHADAP KEMENANGAN FENOMENAL ARAS TAMMAUNI DAN MUH. AMIN JASA PADA PILKADA MAMUJU TENGAH 2015 Nur Aliyah Zainal
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3547

Abstract

Pengaruh local strongmen mengantarkan Aras Tammauni dan Muh.Amin Jasa pada kemenagan Pilkada  Mamuju Tengah. Eksistensi Aras Tammauni sebagai local strongmen ditandai dengan berhasilnya Aras Tammauni membentuk jaringan, berupa jaringan keluarga dan jaringan dengan masyarakat yang terbentuk atas patron-klien. Aras Tammauni melakukan kontrol sosial baik pada ranah politik dan kepemilikan tanah, serta yang kuasa Aras Tammauni terhadap alokasi lembaga dan sumberdaya negara. Dengan melekatnya ketiga indikator tersebut maka semakin tepat bahwa Aras Tammauni adalah local strongmen yang berpengaruh besar terhadap kemenangannya dan wakilnya yakni pak Muh. Amin Jasa.
Polarisasi Dukungan Politik Muslimat dan Fatayat Nahdatul Ulama Pada Pilkada Serentak Tahun 2015 di Kabupaten Luwu Utara Ahmad Aufa Zainal; Nur Aliyah Zainal; Febrianto Syam
Vox Populi Vol 2 No 1 (2019): POTRET PILKADA SERENTAK DI SULAWESI SELATAN
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.165 KB) | DOI: 10.24252/vp.v2i1.9350

Abstract

Studi ini mengkaji tentang polarisasi dukungan politik dan bentuk dukungan politik Muslimat dan Fatayat kepada Indah Putri Indriani-Thahar Rum  pada Pilkada Serentak 2015 di  Kabupaten Luwu Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, dengan informan yang meliputi elit Muslimat dan Fatayat Luwu Utara beserta anggota yang ditentukan dengan menggunakan teknik sampling porposive.  Adapun teori yang digunakan adalah teori gender, teori partisipasi politik dan teori pilihan rasional (rational choise). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat polarisasi dukungan politik yang diberikan kepada Indah Putri Indriani-Thahar Rum oleh Muslimat dan Fatayat. Secara umum dipermukaan dukungan politik yang diberikan kedua organisasi tersebut hanyalah semu sebab terdapat kepentingan politik yang berbeda antara keduanya.  Muslimat secara tegas memberikan dukungan politik sedangkan Fatayat hanya nampak dipermukaan saja sebab ada kekhawatiran yang dirasakan yakni berkaitan dengan citra dan netralitas para pengurus dan anggota dari Fatayat itu sendiri.
Korean Pop Culture Sebagai Instrument Politik Luar Negeri Korea Selatan Ayu Rezky Safaat; Farahdiba Rahma Bachtiar; Nur Aliyah Zainal
Vox Populi Vol 5 No 2 (2022): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v5i2.33559

Abstract

Fenomena budaya pop Korea Selatan yang disebut Hallyu telah berhasilmenjangkau ke seluruh dunia saat ini. BTS yang merupakan boyband grupK-pop berhasil menjadi salah satu manifestasi Hallyu yang paling sukses. Kesuksesan BTS kemudian memberikan pengaruh yang cukup signifikanbagi perkembangan ekonomi, politik hingga kebudayaan Korea Selatan. Tulisan ini akan membahas bagaimana upaya yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan dalam meningkatkan nation branding negaranyadan bagaimana BTS sebagai sebuah icon K-pop dimanfaatkan oleh Korea Selatan sebagai instrument politik luar negerinya. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwaupaya yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan telah terimplementasiatau terwujudkan dalam berbagai kebijakan yang juga bertransformasi darisatu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya mengikuti dan menyesuaikan dengan kebutuhan atau dimen zaman. Kemudian, secarakhusus pemerintah Korea Selatan menggandeng BTS sebagai aktordiplomasinya dengan menjadikan BTS sebagai duta promosi, melibatkan BTS sebagai media dalam menjaga hubungan dengan negara lain, berkolaborasi dengan BTS untuk memperluas studi dan bahasa Korea, hingga melibatkan BTS ke dalam lingkaran diplomatik seperti mendaulat BTS sebagai utusan khusus presiden.