Irfa Puspitasari
Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gerakan Maskerisasi Global: dari Fungsional ke Estetika Irfa Puspitasari; Baiq Wardhani
PAX HUMANA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Esai ini mencoba menjelaskan bagaimana masker dan maskerisasi, selain merupakan bentuk dari tanggung jawab sosial dalam mengurangi resiko penularan Covid-19, mampu memicu kreativitas dengan menjadikannya sebagai gaya hidup dan fashion statement di tengah pandemi. Pandemi global telah memberi pelajaran berharga, yaitu pemakaian masker dan memberi makna baru baginya. Karena masker menjadi barang yang harus dimiliki, sebagian orang menjadikannya asesori, sesuatu yang mampu tidak saja berfungsi sebagai alat pelindung diri tetapi juga fungsi estetika. Walaupun Covid-19 adalah fenomena baru, memakai masker telah dipraktikkan orang sejak lama. Saat ini, menggunakan masker adalah perlindungan paling murah, terjangkau, dan tersedia dalam upaya untuk melawan virus Covid-19. Terdapat alasan kuat untuk memakai masker, yaitu  mengurangi kemungkinan dan jumlah orang yang dapat tertular oleh orang yang membawa penyakit. Masker dirancang untuk mencegah keluarnya sejumlah besar droplets (tetesan, juga dikenal sebagai aerosol) yang dikeluarkan dari hidung dan mulut seseorang. Langkanya persediaan masker medis di pasaran sejak pandemi bermula, menyebabkan masyarakat memproduksi masker kain. Penggunaan masker kain menyebabkan jenis masker ini menjadi bagian dari memperindah penampilan seseorang dan sebagai fashion statement.
Ethiopia and Health Diplomacy during the COVID-19 Pandemic Irfa Puspitasari
Global Strategis Vol. 14 No. 2 (2020): Global Strategis
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.14.2.2020.437-450

Abstract

Meskipun banyak pengamat studi Hubungan Internasional pesimis terhadap kerjasama antar negara, namun tulisan ini berupaya berargumentasi sebaliknya. Mewabahnya Covid-19 di awal tahun 2020 mengubah dinamika hubungan internasional. Respon negara yang sigap dan tepat, dapat meminimalkan kerugian akibat minimnya sumber daya dan kondisi krisis kesehatan maupun ekonomi sosial. Keberhasilan negara dalam merespon secara sigap semakin meningkat keberhasilannya dengan diplomasi kesehatan yang dilakukan oleh negara tersebut sehingga mendapatkan dukungan internasional dari pemerintah negara lain, dari kawasan maupun dari lembaga internasional. Tulisan ini berupaya membuktikan hal tersebut melalui pengalaman yang terjadi di Ethiopia. Kata-kata kunci: Covid- 19, Diplomasi Kesehatan, Ethiopia, dukungan internasional Many scholars of International Relations studies are pessimistic about cooperation between countries, however this paper attempts to argue the opposite. Covid-19 outbreak in early 2020 changed the dynamics of international relations. An alert and appropriate response from the state can minimize losses despite lack of resources amid health and social economic crises. The country's success in responding swiftly has increased with health diplomacy carried out by the country so that it has received international support from other governments, regional as well as from international institutions. This paper seeks to prove this through Ethiopia’s experiences.Keywords: Covid 19, Health diplomacy, Ethiopia, international support
UPLOAD SOCIAL RESOURCES IN THE SOCIALIZATION OF DIGITAL LITERATURE IN THE DEVELOPMENT COMMUNITIES OF KAMPOENG DJOEANG M. Muttaqien; Irfa Puspitasari; Fadhila Inas Pratiwi
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v6i1.2022.173-184

Abstract

Ease of access to information is a definite consequence of the deepening of globalization. Mode of interaction and communication advancement are characteristic that can now be easily recognized through technological developments. This raise a problem related to less optimum usage of the internet amid the high use of digital applications. The existing conditions lead to a lack of people's ability to both understand digital objects and the benefits that is contained. The implementation of community service in partnership with Kampoeng Djoeang aims to introduce and upload social resources related to digital literacy skills which are now crucial in the midst of the Covid-19 Pandemic. The method used is a series of training in three stages, namely (1) analysis of community needs, (2) socialization of digital literacy, and (3) evaluation and feedback. It was found that practical forms of training were the answer to two people's needs, namely (1) digital literacy education by providing information analysis skills and (2) understanding legal and ethical references in social media.
Gerakan Maskerisasi Global: dari Fungsional ke Estetika Irfa Puspitasari
PAX HUMANA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Esai ini mencoba menjelaskan bagaimana masker dan maskerisasi, selain merupakan bentuk dari tanggung jawab sosial dalam mengurangi resiko penularan Covid-19, mampu memicu kreativitas dengan menjadikannya sebagai gaya hidup dan fashion statement di tengah pandemi. Pandemi global telah memberi pelajaran berharga, yaitu pemakaian masker dan memberi makna baru baginya. Karena masker menjadi barang yang harus dimiliki, sebagian orang menjadikannya aksesori, sesuatu yang mampu tidak saja berfungsi sebagai alat pelindung diri tetapi juga fungsi estetika. Walaupun Covid-19 adalah fenomena baru, memakai masker telah dipraktikkan orang sejak lama. Saat ini, menggunakan masker adalah perlindungan paling murah, terjangkau, dan tersedia dalam upaya untuk melawan virus Covid-19. Terdapat alasan kuat untuk memakai masker, yaitu mengurangi kemungkinan dan jumlah orang yang dapat tertular oleh orang yang membawa penyakit. Masker dirancang untuk mencegah keluarnya sejumlah besar droplets (tetesan, juga dikenal sebagai aerosol) yang dikeluarkan dari hidung dan mulut seseorang. Langkanya persediaan masker medis di pasaran sejak pandemi bermula, menyebabkan masyarakat memproduksi masker kain. Penggunaan masker kain menyebabkan jenis masker ini menjadi bagian dari memperindah penampilan seseorang dan sebagai fashion statement.
Hedging Maritim Indonesia di Tengah Persaingan Strategis India-China Dwiki Kurniawan; Irfa Puspitasari
Indonesian Perspective Vol. 2, No. 2 (Juli-Desember 2017), hlm. 85-185
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.539 KB) | DOI: 10.14710/ip.v2i2.18481

Abstract

This research inisiated from the ehancement of Indonesia-India’s maritime cooperation in 2015. Indonesia and India has great role in their region. Every aspect of their policy reflecting their own national interest and strategy. These enhancement become interesting because its need to explain by geopolitic and geostrategy point of view. The author try to explain the reasons of enhancement base on maritime geopolitic and geostrategy. This research believe that theory of hedging strategy and theory of maritime sea power could be the best answer to this issue. To give the reasons of enhancement, this reaserch has time range between 2001-2005. This research argues that the enhancement is caused by Indonesia’s hedging strategy in the middle of strategic rivalry between two great powers in region.By cooperation with both India and China, Indonesia use hedging strategy to face the uncertainty condition by India and China competition in Indian Ocean. Through hedging strategy, Indonesia could also implementating his ambition of sea power and maintain his chokepoint security.Keywords: Hedging, Maritim, Indonesia, India, China, Strategic Rivalry