Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Simbol Budaya Bugis-Makassar dalam Film Uang Panai hadawiah - hadawiah; citra riyanti sugino
PAX HUMANA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui symbol budaya Bugis-Makassar dalam film Uang panai. Dengan menggunakan metode peneltian kualitatif deskriptif didapatkan hasil bahwa Simbol budaya bugis-makassar dalam film uang pannai terdiri dari 4 simbol yang menjadi pokok utama yaitu: Simbol Konstitutif, dimana simbol ini terlihat dari kepercayaan masyarakat mengenai Mahar pernikahan atau uang panai. Adapun Simbol Kognitif yang terlihat dari pengetahuan masyarakat mengenai pertemuan antara 2 keluarga sebelum pernikahan atau dalam budaya bugis-makassar dikenal dengan istilah ma’manu-manu dan bahasa/dialeg yang digunakan masyarakat bugis-makassar adalah bahasa bugis-makassar. Selanjutnya Simbol Evaluatif dilihat dari penilaian moral mengenai masyarakat yang memegang adat istiadat yang diwariskan secara turun temurun dikenal dengan istilah “siri” atau rasa malu. dan yang terakhir Simbol Ekspresif, dimana simbol ini dilihat dari pengungkapan perasaan manusia melalui karya seni mengenai kawin lari yang diceritakan pada film uang panai.
AKTIFITAS PROMOSI DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA HADAWIAH HADAWIAH
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.69 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i1.797

Abstract

Pendidikan saat ini menjadi kebutuhan masyarakat yang paling utama dalam menghadapi masa depan bangsa, hal ini menjadi kesempatan bagi pebisnis khususnya bisnis dalam bidang pendidikan. Saat ini, persaingan perguruan tinggi baik negeri (PTN) dan swasta (PTS) di Indonesia dalam memperebutkan mahasiswa cukup berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis Aktifitas promosi, efektifitas, dan faktor penghambat promosi dengan menggunakan metode campuran (mixed methode). Subyek dalam penelitian ini terdiri dari tim promosi dan calon mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi UMI  sebanyak 60 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data dan tehnik uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UMI  adalah Iklan, Personal Selling, Publisitas, dan Word of Mouth. Iklan secara parsial adalah variabel yang paling berpengaruh (44,4%) sedangkan variabel yang paling sedikit pengaruhnya adalah Publisitas (29,3%). Variabel Iklan, Personal Selling, Publisitas, dan Word of Mouth secara serempak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah mahasiswa sebesar 75,6 % sedangkan sisanya 24,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Faktor penghambat kegiatan promosi selama ini adalah dana promosi yang kurang, dan SDM yang belum solid.Kata kunci: Aktifitas Promosi, Peningkatan Jumlah mahasiswa
POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI BEDA BUDAYA DI MAKASSAR HADAWIAH HADAWIAH
Al-MUNZIR No 2 (2017): VOL 10 NO.2 NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.35 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i2.808

Abstract

Komunikasi pasangan suami istri beda budaya di Makassar menjadi sebuah fenomena yang sangat menarik untuk diteliti karena Makassar merupakan salah satu kota tiga terbesar di Indonesia yang memiliki perbedaaan budaya  yang sangat tinggi dan memiliki dinamika yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui bagaimana komunikasi antarbudaya yang terjadi dalam pasangan suami istri di Makassar dan bagaimana komunikasi antarbudaya dalam memaknai simbol-simbol budaya dari pasangan suami istri yang berbeda budaya di Makassar. Jenis penelitan yang tepat adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subyek dari penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai latar belakang budaya di Makassar dan difokuskan yang memiliki latar belakang keluarga beda, lingkungan yang berbeda. Dengan tehnik wawancara secara mendalam (indepth interview) dan observasi langsung dilakukan dalam memperoleh data penelitian. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis selain itu peneliti juga menggunakan tehnik interaktif, tehnik ini digunakan agar data informasi yang telah dikumpulkan dapat selalu diperbandingkan sehingga diperoleh data dan informasi yang akurat. Peneliti akan melakukan aktivitas yang berkelanjutan dalam tahapan-tahapan pengumpulan data hingga mencapai hasil yang maksimal Kata kunci : Pola Komunikasi, pasangan suami istri, beda budaya.
Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia Hadawiah Hadawiah
Al-MUNZIR No 1 (2019): Vol. 12 No.1 Mei 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.189 KB) | DOI: 10.31332/am.v12i1.1310

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan  Untuk mendeskripsikan penyebab yang melatar belakangi proses terjadinya culture shock pada mahasiswa perantauan di Makassar, (2) Untuk mendeskripsikan dampak culture shock pada mahasiswa perantauan di Universitas Muslim Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor yang mendorong mahasiswa untuk merantau adalah: faktor pendidikan, faktor ekonomi, dan faktor budaya. Kelima key informan memiliki harapan atau ekspektasi ketika akan melakukan perantauan serta motif untuk berkuliah dan menggapai cita-cita, hal ini juga termasuk ke dalam fase kegembiraan. Proses interaksi yang dialami oleh mahasiswa Buton,Bima dan Papua di perantauan diakibatkan adanya fase kekecewaan yang dimana terlihat banyaknya perbedaan antara kampung halaman dan kota perantauan sehingga memicu terjadinya penyesuaian terhadap hal-hal yang baru di perantauan sehingga adanya pertukaran makna, persepsi dan perspektif, sehingga hal ini termasuk ke dalam fase awal resolusi. Untuk mengatasi gegar budaya, ketiga key informan mengisi kegiatan sehari-hari dengan mengikuti organisasi maupun komunitas di dalam dan luar kampus. Kata Kunci : Gegar Budaya, Mahasiswa Perantauan, Universitas Muslim Indonesia
Tradisi dan Kepercayaan: Eksplorasi Komunikasi Ritual dalam Merajut Kerukunan Komunitas Bugis Towani Tolotang Sulawesi Selatan, Indonesia Hadawiah, Hadawiah; Sulaeman, Sulaeman; Ridwan, M.; Norau, Mohamad Rizki
Jurnal Pekommas Vol 9 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v9i1.5558

Abstract

This research aims to explore the ritual communication experience in knitting the harmony of the Bugis Towani Tolotang community in Amparita Sidenreng Rappang, South Sulawesi, Indonesia. The Bugis Towani Tolotang community has various local traditions and beliefs regarding social care, kinship, diversity, togetherness and equality as solidarity identity which is realized in building harmonious relationships. Data was obtained qualitatively through several informal conversational interviews through ritual communication (Tallotte, 2018) based on ritual theory (Turner 1962, 1969), and phenomenology (Schutz, 1972). The article focuses on the experience of the Bugis Towani Tolotang community, which is a group of communities that believe in worshiping God Dewata Seuwae. Bugis Towani Tolotang constructs ritual communication as a local tradition with its symbols and is considered to have meaning, including the meaning of offerings, requests and hopes. This meaning results from the communication process of subjective interpretation of the rituals mutual cooperation rituals, marriage, sipulung, mappenre inanre, and tudang sipulung. The article contributes to realize harmonious community relations through the discussion of finding the meaning of Bugis Towani Tolotang rituals in the hope of living together peacefully in kinship ties. Strengthening solidarity is essential as it forms bonds of kinship and togetherness. This contribution offers opportunities for traditional accommodation and ways of forming kinship bonds.
Konstruksi Komunikasi Humas Rumah Sakit Tk.Ii Pelamonia Dalam Meningkatkan Citra Sebagai Rumah Sakit Rujukan Militer Di Kota Makassar Alviona Kandowangko; Hadawiah Hadawiah; Muliadi Muliadi
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi komunikasi yang dibangun oleh Humas Rumah Sakit TK.II Pelamonia dalam upaya membentuk dan meningkatkan citra sebagai rumah sakit rujukan militer di Kota Makassar. Rumah sakit ini berada di bawah naungan TNI Angkatan Darat dan memiliki fungsi strategis dalam pelayanan kesehatan bagi prajurit, PNS, keluarga, serta masyarakat umum. Dalam situasi persaingan layanan kesehatan yang kompetitif, pencitraan institusi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan terdiri dari staf Humas dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi komunikasi dilakukan secara terencana dan sistematis dengan memadukan nilai-nilai militer seperti disiplin, loyalitas, dan profesionalisme, serta pendekatan komunikasi yang humanis, informatif, dan edukatif. Selain itu, media sosial, promosi kesehatan, dan kerja sama kelembagaan turut memperkuat strategi komunikasi tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam memahami peran strategis Humas dalam membentuk citra positif lembaga militer di tengah masyarakat sipil, sekaligus menjadi rujukan untuk pengembangan strategi komunikasi di rumah sakit militer lainnya.
Komunikasi Budaya Masyarakat Desa Kaluppini Dalam Melestarikan Adat Tari Pa’jaga Di Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang Ela Lestari Mansyur; Hadawiah Hadawiah; Izki Fikriani Amir
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.333

Abstract

Komunikasi dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat serta berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Individu berkomunikasi sesuai dengan budaya yang dimilikinya, sehingga kapan, kepada siapa, dan seberapa banyak informasi yang dikomunikasikan sangat dipengaruhi oleh budaya masyarakat yang berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi budaya masyarakat Desa Kaluppini dalam melestarikan Tari Pa’jaga, menggali simbol dan makna yang terkandung dalam tarian tersebut, serta memahami peran berbagai pihak yang terlibat dalam proses pelestarian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan meliputi interaksionisme simbolik, konstruksi realitas sosial, teori simbol, teori makna, dan fungsionalisme struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi budaya memainkan peran sentral dalam pelestarian Tari Pa’jaga. Tokoh adat seperti Tomakaka, Ada’, Khali, dan Imam menjadi pusat pelestarian budaya dan pengambilan keputusan. Tari Pa’jaga mengandung simbol spiritual seperti gerakan melingkar, sesajen, syair doa dalam sembilan bahasa, dan kostum sederhana yang mencerminkan kesucian. Pelestarian dilakukan secara kolektif dan komunikatif melalui cerita, pelatihan, dan pewarisan nilai kepada generasi muda. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi budaya menjadi fondasi utama dalam menjaga eksistensi Tari Pa’jaga di tengah arus modernisasi.
Komunikasi Budaya Tradisi Maudu Nabi Muhammad Saw. Pada Masyarakat Tanatakko Dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Spiritual Di Kecamatan Bantimurung Siti Nurhaliza Ma’rufi; Hadawiah Hadawiah; Nurjannah Nurjannah
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.341

Abstract

Penelitian ini secara komprehensif mengkaji tradisi Maudu Nabi Muhammad SAW di Dusun Tanatakko, Kecamatan Bantimurung, sebuah tradisi turun temurun yang mereka jaga untuk melestarikan nilai spiritual dan mempererat tali silaturahmi. Perayaan tahunan ini melibatkan kebersamaan dalam menanggung biaya, diisi dengan zikir, barzanji, doa, dan berbagi hidangan. Tradisi membawa makanan juga menjadi ciri khas, mencerminkan kekayaan budaya dan spiritual dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis bagaimana komunikasi budaya berperan dalam melestarikan nilai spiritual, mengidentifikasi makna dan simbol yang terkandung dalam tradisi tersebut, serta memahami tentang nilai-nilai spiritual ini dipertahankan di tengah modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Maudu berfungsi sebagai fondasi vital dalam menjaga nilai-nilai spiritual masyarakat. Masyarakat Tanatakko memanfaatkan berbagai bentuk komunikasi budaya lisan (lantunan Barzanji dan ceramah), simbolik (telur hias, songkolo), dan ritual nonverbal (partisipasi kolektif) untuk melestarikan nilai-nilai spiritual seperti syukur, gotong royong, dan kepedulian sosial dalam tradisi Maudu. Tradisi Maudu di Tanatakko kaya akan makna dan simbol. Telur hias melambangkan persatuan dan keberkahan, sementara songkolo dan kaddo minyak merepresentasikan kerukunan dan rasa syukur penguat dan silaturahmi. Makna-makna ini diinternalisasi melalui partisipasi kolektif dan ritual itu sendiri. Masyarakat Tanatakko berhasil mempertahankan nilai-nilai spiritual tradisi Maudu di tengah modernisasi melalui komunikasi ritual dan upaya pelestarian yang terencana. Mereka melibatkan generasi muda, beradaptasi tanpa kehilangan esensi, serta memanfaatkan peran tokoh agama dan praktik sosial seperti gotong royong.
Komunikasi Budaya Upacara Adat Rambu Solo Dalam Mempertahankan Nilai Leluhur Di Kabupaten Toraja Rizkia Aviva Yusuf; Hadawiah Hadawiah; Muh. Rayes Ibrahim
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i2.384

Abstract

Kabupaten Toraja atau suku Toraja dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki kekayaaan warisan budaya dan potensi pariwisata yang tinggi. Salah satu tradisi yang menjadi ciri khas suku Toraja adalah upacara kematian Rambu Solo. Pelaksanaan rangkaian ritual upacara ini melibatkan pengorbanan puluhan hingga ratusan babi dan kerbau. Tradisi rambu solo’ merupakan bagian integral kehidupan yang sudah berlangsung ratusan tahun. Masyarakat Toraja menganggap Rambu solo’ sebagai identitas budaya dan memegang peran penting dalam menjaga ikatan sosial melalui pelibatan berbagai lapisan masyarakat dalam acara.Rambu Solo' memiliki akar sejarah bersumber dari kepercayaan leluhur masyarakat Toraja yang dikenal sebagai Aluk To Dolo atau "Jalan Leluhur. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Komunikasi Budaya Upacara Adat Rambu Solo Dalam Mempertahankan Nilai Leluhur Di Kabupaten Toraja. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian ini Menunjukkan bahwa Upacara adat Rambu Solo’ bukan hanya prosesi pemakaman, tetapi merupakan wujud komunikasi budaya yang memadukan nilai spiritual, sosial, dan simbolik. Melalui rangkaian ritual, simbol, dan interaksi sosial, tradisi ini berhasil mempertahankan identitas serta memperkuat solidaritas masyarakat Toraja lintas generasi. Selain itu, upacara ini juga menjadi media pewarisan nilai dan norma adat yang efektif, karena setiap unsur yang terlibat mengandung pesan budaya yang dapat dipahami, dihayati, dan dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, Rambu Solo’ berperan penting dalam menjaga kesinambungan tradisi, memperkuat hubungan antarkelompok, dan menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai budaya bagi generasi penerus.
Strategi Komunikasi Pemasaran 5 Times Shoes Care Dalam Meningkatkan Jumlah Konsumen Di Kabupaten Pinrang Muhammad Adhe Kurniawan; Hadawiah Hadawiah; Kasma F Amin
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i2.389

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran 5 times shoes care dalam meningkatkan jumlah konsumen di Kabupaten Pinrang dan untuk mengetahui efektivitas strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh 5 times shoes care dalam menarik dan mempertahankan konsumen di Kabupaten Pinrang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori bauran komunikasi pemasaran tersebut relevan dengan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh 5 times shoes care dalam meningkatkan jumlah konsumen di Kabupaten Pinrang, strategi komunikasi yang dilakukan meliputi melakukan pengiklanan, diskon, endorsement, sponsorship, penjualan langsung, menjalin hubungan masyarakat yang baik, serta penjualan online. Selain word of mouth, 5 Time Shoes Care juga memanfaatkan Instagram dan Whatsapp sebagai media untuk mempromosikan jasa. Teori bauran komunikasi pemasaran tersebut relevan dengan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh 5 Time Shoes Care dalam meningkatkan jumlah konsumen di Kabupaten Pinrang. Selain itu keefektivitasan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan berdasar pada 3 (tiga) hal, yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Oleh karena itu dengan menggunakan teori efektivitas, 5 Time Shoes Care telah menerapkan prinsip – prinsip dari teori efektivitas dengan baik, dengan artian strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh 5 Time Shoes Care telah efektif dalam meningkatkan jumlah pelanggan.