Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Simbol Budaya Bugis-Makassar dalam Film Uang Panai hadawiah - hadawiah; citra riyanti sugino
PAX HUMANA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui symbol budaya Bugis-Makassar dalam film Uang panai. Dengan menggunakan metode peneltian kualitatif deskriptif didapatkan hasil bahwa Simbol budaya bugis-makassar dalam film uang pannai terdiri dari 4 simbol yang menjadi pokok utama yaitu: Simbol Konstitutif, dimana simbol ini terlihat dari kepercayaan masyarakat mengenai Mahar pernikahan atau uang panai. Adapun Simbol Kognitif yang terlihat dari pengetahuan masyarakat mengenai pertemuan antara 2 keluarga sebelum pernikahan atau dalam budaya bugis-makassar dikenal dengan istilah ma’manu-manu dan bahasa/dialeg yang digunakan masyarakat bugis-makassar adalah bahasa bugis-makassar. Selanjutnya Simbol Evaluatif dilihat dari penilaian moral mengenai masyarakat yang memegang adat istiadat yang diwariskan secara turun temurun dikenal dengan istilah “siri” atau rasa malu. dan yang terakhir Simbol Ekspresif, dimana simbol ini dilihat dari pengungkapan perasaan manusia melalui karya seni mengenai kawin lari yang diceritakan pada film uang panai.
AKTIFITAS PROMOSI DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA HADAWIAH HADAWIAH
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.69 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i1.797

Abstract

Pendidikan saat ini menjadi kebutuhan masyarakat yang paling utama dalam menghadapi masa depan bangsa, hal ini menjadi kesempatan bagi pebisnis khususnya bisnis dalam bidang pendidikan. Saat ini, persaingan perguruan tinggi baik negeri (PTN) dan swasta (PTS) di Indonesia dalam memperebutkan mahasiswa cukup berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis Aktifitas promosi, efektifitas, dan faktor penghambat promosi dengan menggunakan metode campuran (mixed methode). Subyek dalam penelitian ini terdiri dari tim promosi dan calon mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi UMI  sebanyak 60 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data dan tehnik uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UMI  adalah Iklan, Personal Selling, Publisitas, dan Word of Mouth. Iklan secara parsial adalah variabel yang paling berpengaruh (44,4%) sedangkan variabel yang paling sedikit pengaruhnya adalah Publisitas (29,3%). Variabel Iklan, Personal Selling, Publisitas, dan Word of Mouth secara serempak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah mahasiswa sebesar 75,6 % sedangkan sisanya 24,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Faktor penghambat kegiatan promosi selama ini adalah dana promosi yang kurang, dan SDM yang belum solid.Kata kunci: Aktifitas Promosi, Peningkatan Jumlah mahasiswa
POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI BEDA BUDAYA DI MAKASSAR HADAWIAH HADAWIAH
Al-MUNZIR No 2 (2017): VOL 10 NO.2 NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.35 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i2.808

Abstract

Komunikasi pasangan suami istri beda budaya di Makassar menjadi sebuah fenomena yang sangat menarik untuk diteliti karena Makassar merupakan salah satu kota tiga terbesar di Indonesia yang memiliki perbedaaan budaya  yang sangat tinggi dan memiliki dinamika yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui bagaimana komunikasi antarbudaya yang terjadi dalam pasangan suami istri di Makassar dan bagaimana komunikasi antarbudaya dalam memaknai simbol-simbol budaya dari pasangan suami istri yang berbeda budaya di Makassar. Jenis penelitan yang tepat adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subyek dari penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai latar belakang budaya di Makassar dan difokuskan yang memiliki latar belakang keluarga beda, lingkungan yang berbeda. Dengan tehnik wawancara secara mendalam (indepth interview) dan observasi langsung dilakukan dalam memperoleh data penelitian. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis selain itu peneliti juga menggunakan tehnik interaktif, tehnik ini digunakan agar data informasi yang telah dikumpulkan dapat selalu diperbandingkan sehingga diperoleh data dan informasi yang akurat. Peneliti akan melakukan aktivitas yang berkelanjutan dalam tahapan-tahapan pengumpulan data hingga mencapai hasil yang maksimal Kata kunci : Pola Komunikasi, pasangan suami istri, beda budaya.
Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia Hadawiah Hadawiah
Al-MUNZIR No 1 (2019): Vol. 12 No.1 Mei 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.189 KB) | DOI: 10.31332/am.v12i1.1310

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan  Untuk mendeskripsikan penyebab yang melatar belakangi proses terjadinya culture shock pada mahasiswa perantauan di Makassar, (2) Untuk mendeskripsikan dampak culture shock pada mahasiswa perantauan di Universitas Muslim Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor yang mendorong mahasiswa untuk merantau adalah: faktor pendidikan, faktor ekonomi, dan faktor budaya. Kelima key informan memiliki harapan atau ekspektasi ketika akan melakukan perantauan serta motif untuk berkuliah dan menggapai cita-cita, hal ini juga termasuk ke dalam fase kegembiraan. Proses interaksi yang dialami oleh mahasiswa Buton,Bima dan Papua di perantauan diakibatkan adanya fase kekecewaan yang dimana terlihat banyaknya perbedaan antara kampung halaman dan kota perantauan sehingga memicu terjadinya penyesuaian terhadap hal-hal yang baru di perantauan sehingga adanya pertukaran makna, persepsi dan perspektif, sehingga hal ini termasuk ke dalam fase awal resolusi. Untuk mengatasi gegar budaya, ketiga key informan mengisi kegiatan sehari-hari dengan mengikuti organisasi maupun komunitas di dalam dan luar kampus. Kata Kunci : Gegar Budaya, Mahasiswa Perantauan, Universitas Muslim Indonesia
Tradisi dan Kepercayaan: Eksplorasi Komunikasi Ritual dalam Merajut Kerukunan Komunitas Bugis Towani Tolotang Sulawesi Selatan, Indonesia Hadawiah, Hadawiah; Sulaeman, Sulaeman; Ridwan, M.; Norau, Mohamad Rizki
Jurnal Pekommas Vol 9 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v9i1.5558

Abstract

This research aims to explore the ritual communication experience in knitting the harmony of the Bugis Towani Tolotang community in Amparita Sidenreng Rappang, South Sulawesi, Indonesia. The Bugis Towani Tolotang community has various local traditions and beliefs regarding social care, kinship, diversity, togetherness and equality as solidarity identity which is realized in building harmonious relationships. Data was obtained qualitatively through several informal conversational interviews through ritual communication (Tallotte, 2018) based on ritual theory (Turner 1962, 1969), and phenomenology (Schutz, 1972). The article focuses on the experience of the Bugis Towani Tolotang community, which is a group of communities that believe in worshiping God Dewata Seuwae. Bugis Towani Tolotang constructs ritual communication as a local tradition with its symbols and is considered to have meaning, including the meaning of offerings, requests and hopes. This meaning results from the communication process of subjective interpretation of the rituals mutual cooperation rituals, marriage, sipulung, mappenre inanre, and tudang sipulung. The article contributes to realize harmonious community relations through the discussion of finding the meaning of Bugis Towani Tolotang rituals in the hope of living together peacefully in kinship ties. Strengthening solidarity is essential as it forms bonds of kinship and togetherness. This contribution offers opportunities for traditional accommodation and ways of forming kinship bonds.