Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBINAAN KELOMPOK REMAJA MELALUI EDUKASI & PEER EDUCATORS KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA TANJUNG REJO Agnes Purba; Eva Kartika; Dewi R Bancin
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v3i1.509

Abstract

Remaja mempunyai permasalahan yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialaminya. Masalah yang menonjol di masa remaja yaitu permasalahan seksualitas, HIV dan AIDS, Napza, rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan usia pernikahan yang relatif masih muda. Permasalahan ini muncul sebagai konsekuensi dari rendahnya pendidikan, lingkungan sosial yang tidak baik serta pendidikan seks yang tidak diinformasikan oleh orang terdekat. Pemberian edukasi dan pembentukan peer educator dilakukan sebagai wadah bagi remaja untuk memperoleh lingkungan sosial yang baik mengingat bahwa secara psikologis remaja suka berkumpul dengan teman sebaya. Selain itu kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi/pendidikan seks dini bagi remaja, pergaulan bebas dan kenakalan remaja.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN METODE PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Surya Anita; Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Rut Enjelika; Yuni Fadilla
Jurnal Reproductive Health Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v11i1.6419

Abstract

Latar belakang: Hubungan seks pranikah adalah permasalahan yang sangat serius karena intensitasnya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya toleransi masyarakat terhadap perilaku menyimpang tersebut. . Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan metode peer group terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi Metode: Desain penelitian eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan metode peer group terhadap pengetahuan (p-value = 0,000 < α = 0,05) dan sikap (p-value = 0,017 < α = 0,05) remaja tentang kesehatan reproduksi. Pendekatan kelompok sebaya sangat bermakna secara kolektif, komunikasi menjadi lebih lancar dan terjadi perubahan sikap di kalangan siswa terhadap kesehatan reproduksi. Selain itu proses tukar piklira juga dapat berjalan lebih lancar karena perasaan malu untuk bertanya tidak terlalu besar
THE RELATIONSHIP BETWEEN PARTICIPATION IN PREGNANT WOMEN’S CLASSES AND AWARENESS OF DANGER SIGNS DURING PREGNANCY AT MARTUBUNG HEALTH CENTER Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Surya Anita; Listerida Saragih; Ria Lestari
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kehamilan dimulai dari konsepsi hingga kelahiran bayi, dengan durasi kehamilan yang normal sekitar 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). Ibu Hamil adalah individu yang sedang menjalani tahap pembuahan untuk meneruskan keturunan. Tujuan: untuk mengeksplorasi hubungan antara pemanfaatan kelas bagi ibu hamil dengan perilaku mereka terhadap tanda-tanda bahaya selama kehamilan di area kerja Puskesmas Martubung. Metode: penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain deskriptif korelasional dan dilaksanakan di lingkungan kerja Puskesmas Martubung, dimulai dari bulan Desember 2024 sampai Januari 2025. Populasi yang diteliti terdiri dari semua ibu hamil yang berpartisipasi dalam kelas ibu hamil di Puskesmas Martubung, sebanyak 143 ibu hamil. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang menghasilkan total 77 peserta. Setelah menerapkan uji statistik dengan Uji Chi Square, diperoleh hasil p=0.001 (<0.05), yang menunjukkan adanya hubungan antara pemanfaatan kelas ibu hamil dan perilaku terhadap tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Martubung. Saran: agar para peserta kelas ibu hamil meningkatkan keaktifan mereka dalam kelas, khususnya dalam hal kedisiplinan waktu, karena kelas tersebut sangat berperan dalam mempersiapkan ibu hamil menghadapi proses persalinan.