Surya Anita
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KECEMASAN PANDEMI COVID-19 DALAM KEIKUTSERTAAN POSYANDU DI KELURAHAN PEKAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2020 Juneris Aritonang; Surya Anita; Sinarsi Sinarsi; Wilda Wahyuni Siregar
Jurnal Reproductive Health Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v5i1.1426

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pandemi, dan telah diberlakukannya upaya-upaya dalam pencegahan penyebaran. Dilaporkan kondisi tersebut dapat juga berpengaruh terhadap pelayanan posyandu diantaranya pengukuran tumbuh kembang dan imunisasi. Pelayanan posyandu khususnya pemberian imunisasi tidak berjalan dengan lancar pada masa pandemi ini, hal ini disebabkan adanya rasa kecemasan, ketakutan membawa bayi atau balitanya membawa ke kegiatan posyandu. Begitu juga dengan petugas kesehatan tidak sedikit merasa ragu-ragu dalam melaksanakan pelayanan posyandu di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripstif untuk melihat kecemasan ibu dalam membawa bayi-balitanya ke posyandu di Kelurahan Pekan Tanjung Morawa di pandemi Covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi-balita di Lingkungan V sebesar 63 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data yang diperoleh dianalisa dengan secara univariat.. Hasil penelitian didapati Tingginya kecemasan pandemi covid-19 dalam keikutsertaan posyandu di Kelurahan Pekan Tanjung Morawa Tahun 2020. Perlu dilakukan inovasi terkait terciptanya posyandu yang aman di tengah pandemic sesuai dengan petunjuk teknis, selain itu butuh dilakukan promosi kesehatan menggunakan pendekatan interpersonal
HUBUNGAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI POLI KIA DENGAN KEAKTIFAN IBU MEMERIKSAKAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS HELVETIA MEDAN Surya Anita; Friska Sitorus; Dewi Bancin
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.209

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil merupakan salah satu kelompok khusus yang rentan terkena virus Covid-19.Selama hamil terjadi penurunan kekebalan parsial, sehingga mengakibatkan ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus. Infeksi Covid 19 begitu mengkhawatirkan terhadap ibu hamil. Namun sampai saat ini pengetahuan tentang infeksi Covid 19 dalam kehamilan masih terbatas, sehingga banyak ibu hamil yang memilih mengurangi kunjungan kehamilannya ke fasilitas kesehatan dikarenakan takut terpapar Covid 19 (Dwiki, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan protokol kesehatan di fasilitas pelayanan KIA dengan keaktifan ibu memeriksakan kehamilan di Puskesmas Helvetia MedanTahun 2022.Metode : Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III  yang berjumlah 136 orang dengan sampel menggunakan metode total sampling yaitu sebanyak 136 orang. Pengumpulan data menggunakan koesioner. Analisi data adalah univariat dan bivariat.Hasil : Analisis univariat diperoleh penerapan protocol kesehatan menunjukan bahwa dari 136 orag ibu hamil terdapat 62 orang yang kurang menerapkan protokol kesehatan, sedangkan yang tidak aktif kunjungan ulang selama kehamilan 85 orang atau 62,5%. Analisis uji chi square yang dilakukan diperoleh P Value (0,015)< a(0,05).Simpulan : Maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara penerapan protokol kesehatan dengan keaktifan ibu memeriksakan kehamilan di puskesmas helvetia medan
POLA MAKAN IBU HAMIL DAN KETERKAITANNYA DENGAN KEJADIAN BBLR DI KLINIK NIAR KECAMATAN PATUMBAK DELI SERDANG Surya Anita; Dewi R Bancin; Friska Sitorus; Juniarsih Juniarsih
Jurnal Reproductive Health Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v6i1.2127

Abstract

BBLR adalah bayi dengan berat lahir rendah atau kurang dari 2500 gram, berat badan lahir merupakan predictor yang baik untuk pertumbuhan bayi dan kelangsungan hidupnya. Seorang bayi yang cukup bulan pada umumnyalahir dengan berat badan 2500 gran atau lebih. BBLR merupakan salah satu factorresiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal, Angka kejadian dan kematian BBLR akibat komplikasi seperti asfiksia, infeksi, hipotermia, hiperbilirubinemia masih tinggi (Indrayani, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungannya antara pola makan ibu selama hamil dengan kejadian BBLR dengan jenis penelitian observasional analitik dan deaign penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 62 orang yang terdiri dari ibu nifas yang melahirkan BBLR maupun tidak, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antar pola makan ibu selama hamil dengan kejadian BBLR dimana nilai PValue (0,04), penelitian ini merekomendasikan agar setiap ibu hamil selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi baik dari jumlah, jenis dan frekuensinya dan kepada petugas kesehatan untuk selalu memberikan promosi kesehatan tentang gizi untuk ibu selama kehamilan
PERAN BIDAN TERHADAP PEMAHAMAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF DI DESA TANJUNG MORAWA B DELI SERDANG Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Surya Anita
Jurnal Reproductive Health Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v6i2.2611

Abstract

The understanding of pregnant women about exclusive breastfeeding as evidenced by Exclusive breastfeeding is breastfeeding from birth until the child is 6 months old. During this period children are not expected to get additional fluids, such as formula milk, lemon juice, tea water, honey, and plain water. In exclusive breastfeeding, children are also not given additional food such as bananas, biscuits, rice porridge, teams, and so on. Exclusive breastfeeding for up to 6 months can meet the needs of children, and requires additional food at the age of over 6 months (Maryunani, 2012). The role of midwives in promoting exclusive breastfeeding can be started from the time the mother is pregnant. When pregnant women check their pregnancies, pregnant women will get information about the benefits of breastfeeding and how to successfully breastfeed when their babies are born (Atik, 2016). The role of a good midwife will increase a good understanding for pregnant women about exclusive breastfeeding 37.9%, and there is an influence between the role of midwives and the value of PV value 0.003. Pregnant women make antenatal care visits at least 4 times during pregnancy to the midwife or to the nearest health facility so that they get clear information about exclusive breastfeeding. For health workers to be more intensive in conducting home visits to check on mothers' pregnancies as well as providing counseling on exclusive breastfeeding.