Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POTENSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.) DI KOTA SAMARINDA (Potency and Prospect of Corn Production Development (Zea mays L.) in Samarinda City) SEBASTIAN ALLESANDRO SALELUA; SYARIFAH MARYAM
JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) JAKP, Volume 1, Nomor 1, April 2018
Publisher : Universitas Mulawarman (University of Mulawarman)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jakp.1.1.2018.1703.47-53

Abstract

The development of corn production is an aspect in agricultural development. The research was done to know potency and prospect of corn production in Samarinda City. The research was conducted from October to December 2017.  This research used time series data during 9 years from 2006 to 2014 by using simple linear regression to know potency and prospek of corn production in future. The result of research shows corn production in Samarinda City in 2006-2014 decreased. Corn production in Samarinda City is less developed, futhermore the corn farming should be managed by intensification program.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI PETANI BERDASARKAN PENDAPATAN USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) DI MUANG DALAM KELURAHAN LEMPAKE KECAMATAN SAMARINDA UTARA (Analysis of Economic Prosperity Level of Farmer Based on Income of California Papaya Farming (Carica papaya L.) in Muang Dalam Lempake Urban Village North Samarinda Subcity) FACHRI AMNAN; SYARIFAH MARYAM; SYARIFAH AIDA
JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) JAKP, Volume 2, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Mulawarman (University of Mulawarman)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jakp.2.2.2019.2647.87-94

Abstract

Income level influences on economic prosperity of farmer. The purpose of this research was to know prosperity level of farmer income based on income of papaya california farming in Muang Dalam, Lempake Urban Village, North Samarinda Subcity. The research was done from June to December 2017. The sampling method were census method. Data collection was done through survey or observation and interviews. Data was analyzed to know total cost,  revenue, and income. Income was divided by the number of family members to know income per year, then it was compared with City Minimum Salary (CMS) as a prosperity index. The results of research show that farmer income from california papaya farming as much as IDR8,647,495.92 month-1 respondent-1 for an average planting area of 0.92 ha. CMS in Samarinda City the year 2017  as much as IDR2,442,180.62 month-1. The average of farmer income from papaya california farming IDR2,189,034.33 capita-1 month-1. If it was compared with the data of Statistics of East Kalimantan the year 2016 as much as IDR510,041.00 month-1 for rural area, the prosperity level of california papaya farmer is at a level of wealth or above the poverty line.    
Optimalisasi Keuntungan Usaha Industri Kecil Menengah Tempe di Kota Samarinda Firda - Juita; Syarifah Maryam; Dina Agung Citra Dewi
Paradigma Agribisnis Vol 5, No 2 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v5i2.8318

Abstract

Tempe merupakan makanan hasil fermentasi antara kedelai dan jamur rizhopus sp. Tempe memiliki banyak protein nabati dengan harga relatif murah. Kegiatan IKM tempe merupakan kegiatan menghasilkan produksi tempe sebagai usaha agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi, keuntungan dan optimalisasi produksi tempe di Kota Samarinda. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak Oktober sampai Desember 2020 di 3 Kelurahan Kota Samarinda. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 7 responden. Metode pengumpulan data primer dan data sekunder Data dianalisis dengan menggunakan Linier Pragramming dan metode Simplek dan analisis biaya produksi, keuntungan dan optimalisasi hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi yang dihasilkan oleh IKM Tempe di Kota Samarinda dalam 1 bulan adalah 3.676.14 kemasan-1 sehingga doperoleh biaya penerimaan responden sebesar Rp. 22.793.285,71 bln-1 dengan rata-rata biaya produksi tempe sebesar Rp. 16.852.608,86 bln-1 sedangkan rata-rata pendapatan responden yaitu sebesar Rp. 5.940.676,86 bln-1 dari hasil yang diperoleh yang kemudia dianalisis menggunakan Software QM For Windows 3 responden yang mempunyai hasil keuntungan dan produksi yang optimal dan 4 rensponden belum memiliki keuntungan dan produksi kurang optimal dari hasil faktual. Kata kunci: Keuntungan, Optimalisasi, Produksi, Tempe.
Optimalisasi Keuntungan Usaha Industri Kecil Menengah Tempe di Kota Samarinda Firda - Juita; Syarifah Maryam; Dina Agung Citra Dewi
Paradigma Agribisnis Vol 5 No 2 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v5i2.8318

Abstract

Tempe merupakan makanan hasil fermentasi antara kedelai dan jamur rizhopus sp. Tempe memiliki banyak protein nabati dengan harga relatif murah. Kegiatan IKM tempe merupakan kegiatan menghasilkan produksi tempe sebagai usaha agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi, keuntungan dan optimalisasi produksi tempe di Kota Samarinda. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak Oktober sampai Desember 2020 di 3 Kelurahan Kota Samarinda. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 7 responden. Metode pengumpulan data primer dan data sekunder Data dianalisis dengan menggunakan Linier Pragramming dan metode Simplek dan analisis biaya produksi, keuntungan dan optimalisasi hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi yang dihasilkan oleh IKM Tempe di Kota Samarinda dalam 1 bulan adalah 3.676.14 kemasan-1 sehingga doperoleh biaya penerimaan responden sebesar Rp. 22.793.285,71 bln-1 dengan rata-rata biaya produksi tempe sebesar Rp. 16.852.608,86 bln-1 sedangkan rata-rata pendapatan responden yaitu sebesar Rp. 5.940.676,86 bln-1 dari hasil yang diperoleh yang kemudia dianalisis menggunakan Software QM For Windows 3 responden yang mempunyai hasil keuntungan dan produksi yang optimal dan 4 rensponden belum memiliki keuntungan dan produksi kurang optimal dari hasil faktual. Kata kunci: Keuntungan, Optimalisasi, Produksi, Tempe.