Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kompetensi dan Wawasan Kesejarahan Guru dalam Mata Pelajaran Sejarah di SMA Kota Gorontalo Darwin Une
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.781

Abstract

Kualifikasi akademik seorang guru di sekolah sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan wawasan kesejarahan yang cukup memadai. Setiap guru sangat dituntut memiliki kompetentesi keahliuan dan wawasan pengettahuan luas dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas. Karena kompetensi seorang guru merupakan tolok ukur bahwa dia mampu mengajarkan ilmu pada anak didiknya, sedangkan wawasan keilmuan merupakan sumber pengetahuan yang luas dan harus dimiliki guru sebagai modal mengajar di dalam kelas agar siswa-siwwa tidak memandang remeh terhadap pengetahuan yang dimiliki guru. Terkait dengan penelitian komptensi dan wawasan kesejarahan guru mata pelajaran sejarah yang dilakukan di SMA Kota Gorontalo, maka penulis melihat komptensi dan wawasan kesejarahan guru tidak terbatas pada penguasaan sejarah nasional sebagai bahan pelajaran melainkan pula penguasaan guru terhadap sejarah lokal juga tidak ketinggalan disinggung oleh guru dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini lebih berfokus pada masalah bagaimana kompetensi dan wawasan kesejarahan guru mata pelajaran sejarah di SMA Kota Gorontalo. Dengan menggunakan metode wawancara dan analisis data kualitatif, maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata guru mata pelajaran sejarah memiliki kompetnsi dan kesejarahan yang luas dalam bidang keilmuannya. Buktinya ketika mereka mengajar sangat menguasai materi ajar, menggunakan metode yang relevan dengan bahan ajar, menggunakan media pembelajaran yang menarik siswa, dan pengelolaan kelas dengan sangat baik sehingga tercipta suasana interaksi belajar mengajar yang menyenangkan. Kualifikasi akademik seorang guru di sekolah sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan wawasan kesejarahan yang cukup memadai. Setiap guru sangat dituntut memiliki kompetentesi keahliuan dan wawasan pengettahuan luas dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas. Karena kompetensi seorang guru merupakan tolok ukur bahwa dia mampu mengajarkan ilmu pada anak didiknya, sedangkan wawasan keilmuan merupakan sumber pengetahuan yang luas dan harus dimiliki guru sebagai modal mengajar di dalam kelas agar siswa-siwwa tidak memandang remeh terhadap pengetahuan yang dimiliki guru. Terkait dengan penelitian komptensi dan wawasan kesejarahan guru mata pelajaran sejarah yang dilakukan di SMA Kota Gorontalo, maka penulis melihat komptensi dan wawasan kesejarahan guru tidak terbatas pada penguasaan sejarah nasional sebagai bahan pelajaran melainkan pula penguasaan guru terhadap sejarah lokal juga tidak ketinggalan disinggung oleh guru dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini lebih berfokus pada masalah bagaimana kompetensi dan wawasan kesejarahan guru mata pelajaran sejarah di SMA Kota Gorontalo. Dengan menggunakan metode wawancara dan analisis data kualitatif, maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata guru mata pelajaran sejarah memiliki kompetnsi dan kesejarahan yang luas dalam bidang keilmuannya. Buktinya ketika mereka mengajar sangat menguasai materi ajar, menggunakan metode yang relevan dengan bahan ajar, menggunakan media pembelajaran yang menarik siswa, dan pengelolaan kelas dengan sangat baik sehingga tercipta suasana interaksi belajar mengajar yang menyenangkan.
Islamisasi dan Pola Adat Masyarakat Gorontalo dalam Perspektif Sejarah Kebudayaan Islam Darwin Une
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.474

Abstract

Sebelum kedatangan bangsa kolonial, Gorontalo merupakan kawasan Indonesia timur yang memiliki dan menyimpan sumber sejarah yang sangat penting dan belum banyak diteliti oleh sejarawan baik lokal maupun nasional. Sumber sejarah yang belum banyak disentuh oleh peneliti antara lain sejarah masuknya agama Islam atau Islamiassi di Gorontalo. Islamisasi ini dalam perspektif sejarah kebudayaan Islam memiliki makna dan arti penting dalam pembentukan pola-pola adat serta budaya dalam masyarakat Gorontalo. Tentu warisan dan peninggalan para leluhur terdahulu memiliki nilai historis sehingga menarik untuk diteliti oelh peneliti sejarah kebudayaan Islam. Informasi tentang masa lampau masyarakat Gorontalo yang dapat dipandang sangat relevan, baik dalam kehidupan masyarakat maupun untuk kepentingan pendidikan adalah informasi tentang Islamisasi Gorontalo pada awal abad ke-16 M. Islamisasi ke Gorontalo dengan latar belakang budayanya memberi corak dan pengaruh yang besar pada pola-pola adat istiadat masyarakat setempat. Prior to the arrival of the colonial nation, Gorontalo was an area of ​​eastern Indonesia that had and deviated from very important historical sources and had not been widely studied by historians, both local and national. Historical sources that have not been widely explored by researchers include the history of the entry of Islam or Islamiassi in Gorontalo. This Islamization in the historical perspective of Islamic culture has meaning and significance in the formation of traditional patterns and cultures with Islamic nuances for the Gorontalo people. Of course, as a legacy and heritage of previous ancestors and has historical value, it is really interesting for researchers, especially researchers in the history of Islamic culture. Information about the past of the Gorontalo people which can be seen as very relevant, both in public life and for educational purposes, is information about the Islamization of this area in the early 16th century AD. Islamization to Gorontalo with its cultural background gave a great style and influence on local customs and traditions.
Dinamika Kehidupan Sosial Masyarakat Transmigran Di Desa Gandasari, Tolangohula Tahun 1974-1998 Mutia Sugara; Darwin Une
KOLONI Vol. 2 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i2.338

Abstract

This study aims to find out: first, how did the placement of transmigrants start in Gandasari village, Tolangohula in 1974. Second, how was the socio-economic development of the Javanese transmigrant community in Gandasari village in 1974-1998. The method used is historical research method. The research results are below Gandasari Village was a transmigration village in 1973-1975. Transmigration in this village occurred 3 times. The first group came from DKI Jakarta, the second came from Central Java, and the third came from West Java. Gandasari Village was not yet a village when the transmigration took place. Gandasari Village became a preparatory village in 1979 and became a definitive village in 1980. The transmigrant community received assistance from the government such as buildings, agricultural land, groceries and cash. This assistance is expected to ease the burden on transmigrants in new settlements. Keywords: Gandasari Village, Transmigration, Socio-Economy