Aulia Ramdani
Universitas Mulawarman

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Hardiness untuk Meningkatkan Sikap Tangguh dalam Menyelesaikan Masalah Joice Mailoa; Aulia Ramdani
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss2.art1

Abstract

ABSTRACT Any changes in the system of an organization could be stressful. Havinghardiness would be important to deal with a problem. This study aims toseek out the effectiveness of hardiness training in improving problemsolving.A quasi-experimental design with one group pretest-post testdesign was applied. There were sixteen employees of variousorganizational divisions enrolled in this study. Data were collected beforeand after the six-session of hardiness training using the Brief COPE scaleand the Dispositional Resilience Scale (DRS-15) developed by Bertone.Results from the Wilcoxon signed-rank test showed that there was nosignificant difference in the attitude of the effectiveness of problem-solvingamong employees before and after training (p>0,05). However, there weredifferences in knowledge of understanding hardiness before and aftertraining. (p=.002, p>0,05). It can be concluded that hardiness trainingcould increase the knowledge about hardiness; but not the attitude towardproblem-solving.ABSTRAKSetiap perubahan dalam sistem organisasi dapat membuat stres bagisebagian orang. Memiliki sifat tahan banting menjadi penting dalammenghadapi suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas pelatihan hardiness dalam meningkatkan pemecahanmasalah. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengandesain one group prates-paskates. Enam belas karyawan dari berbagaidivisi organisasi Yayasan Sosial dilibatkan dalam penelitian ini. Datadikumpulkan sebelum dan setelah enam sesi pelatihan hardinessmenggunakan skala Brief COPE dan Dispositional Resilience scale (DRS-15) yang dikembangkan Bertone. Hasil dari uji Wilcoxon signed rank-testmenunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam sikappemecahan masalah di antara karyawan sebelum dan sesudah pelatihan(p> 0,05). Namun, ada perbedaan pengetahuan dalam memahamihardiness sebelum dan sesudah pelatihan. (p = 0,002, p> 0,05).Disimpulkan bahwa pelatihan hardiness dapat meningkatkanpengetahuan tentang hardiness; tetapi tidak dapat meningkatkan sikaptangguh dalam menyelesaikan masalah.
Hubungan Antara Kontrol Diri dan Kepatuhan Terhadap Aturan Sekolah Dengan Perilaku Merokok Siswa SMK Aulia Ramdani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 3 (2016): Volume 4, Issue 3, September 2016
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v4i3.4094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan kepatuhan terhadap aturan sekolah dengan perilaku merokok siswa-siswa SMK Negeri 3 Tanah Grogot. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan tiga skala yaitu skala kontrol diri, skala kepatuhan, dan skala perilaku merokok dengan model skala Likert. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi model bertahap dan model penuh dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 20.0 for Windows. Hasil analisis pertama menunjukkan ada hubungan antara kontrol diri dengan perilaku merokok, nilai yang diperoleh adalah Thitung > Ttabel (Thitung = -3,894) dengan P > 0.05 (p = 0,000). Hasil analisis kedua menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan terhadap aturan sekolah dengan perilaku merokok, nilai yang diperoleh adalah Thitung > Ttabel (Thitung = -2,410) dengan P > (p = 0,019). Hasil analisis ketiga menunjukkan ada hubungan antara kontrol diri dan kepatuhan terhadap aturan sekolah dengan perilaku merokok, nilai yang diperoleh adalah Fhitung > Ftabel (Fhitung = 35,086) dengan Adjusted R Square = 0,552 dan P < 0.05 (p = 0,000).
More Than Just Words Training: Improving Student Organization Effectiveness Aulia Ramdani; Chayrina Ramida Safitri; Frida Zakiyya Harasuna; Amatullah Mutmainna Musyaffa; Fiantika Lasmini; Septiani Cahyaningtyas; Nabila Aulia Rachman; Arindhira Putri Rianto; Muhammad Faiz Hermansyah
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v7i2.22109

Abstract

Miscommunication and a lack of transparency within the university student organization hindered coordination and fuelled internal conflicts. This project aimed to strengthen coordination and reduce conflict by enhancing the interpersonal communication competence of the organization members. After conducting a training needs analysis through questionnaires and interviews, psychology students partnered with HIMAHI to deliver a single session “More Than Just Words” workshop. Twelve student leaders attended four hours of interactive activities—including lecture‐style presentations, Q&A, ice breakers, and focus group discussions—embedded in the Industrial and Organizational Psychology practicum. Participants completed pre- and post-intervention assessments using the Interpersonal Communication Competence Questionnaire, and rated trainer performance via a structured satisfaction survey. Average declarative knowledge scores increased from 75.0% to 81.5%, reflecting an 8.7% gain. In the reaction survey, 75% of participants rated lecture clarity as “very good,” while 67% rated trainer mastery, engagement, and interactivity as “very good.” These outcomes demonstrate measurable improvements in communication knowledge and high participant satisfaction.
Understanding Psychosocial Factors Influencing Subjective Well-Being in Perinatal Mothers: A Systematic Literature Review Nadya Novia Rahman; Ayunda Ramadhani; Aulia Ramdani
About the Journal Vol 15, No 2 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i2.26206

Abstract

The perinatal period represents a complex and vulnerable developmental transition characterized by substantial biological, psychological, social, and environmental changes. Maternal subjective well-being during this phase extends beyond the absence of mental disorders and encompasses life satisfaction, positive affect, perceived competence, and meaningful engagement in the maternal role. This study aimed to systematically synthesize psychosocial determinants influencing subjective well-being among perinatal mothers through a systematic literature review approach. Inclusion criteria comprised peer-reviewed English-language journal articles published between 2010 and 2026 that examined intrapersonal, relational, socioeconomic, and environmental determinants among pregnant and postpartum women. Following the PRISMA framework, 17 studies met the eligibility criteria and were included in the final analysis. The findings indicate that emotional regulation, maternal self-efficacy, risk perception, childbirth experience, sleep quality, social support, stigma, socioeconomic conditions, and environmental stressors are key interacting determinants shaping maternal subjective well-being. Furthermore, psychosocial interventions such as psychoeducation, cognitive-emotional regulation-based programs, and digital support platforms demonstrate promising potential in enhancing maternal resilience. The results underscore the importance of adopting an ecological framework integrating individual, relational, and structural dimensions to comprehensively understand maternal well-being. This review shifts the focus from a pathology-oriented perspective toward a strength-based and well-being-centered paradigm and provides important implications for maternal mental health policy development and preventive intervention strategies.Periode perinatal merupakan fase transisi perkembangan yang kompleks dan rentan, ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan yang signifikan. Kesejahteraan subjektif ibu pada masa ini tidak hanya mencerminkan ketiadaan gangguan mental, tetapi juga mencakup kepuasan hidup, afek positif, rasa kompetensi, serta makna dalam menjalankan peran keibuan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis faktor-faktor psikososial yang memengaruhi kesejahteraan subjektif ibu perinatal melalui pendekatan systematic literature review. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal peer-reviewed berbahasa Inggris yang diterbitkan antara 2010–2026 dan meneliti determinan intrapersonal, relasional, sosial ekonomi, serta lingkungan terhadap kesejahteraan subjektif ibu hamil dan postpartum. Proses seleksi mengikuti kerangka PRISMA dan menghasilkan 17 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa regulasi emosi, self-efficacy maternal, persepsi risiko, pengalaman persalinan, kualitas tidur, dukungan sosial, stigma, kondisi sosial ekonomi, serta stresor lingkungan merupakan determinan utama yang saling berinteraksi dalam membentuk kesejahteraan subjektif. Selain itu, intervensi psikososial seperti psikoedukasi, cognitive-emotional regulation, dan dukungan berbasis digital terbukti berpotensi meningkatkan resiliensi maternal. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan ekologi yang mengintegrasikan faktor individual, relasional, dan struktural dalam memahami kesejahteraan ibu perinatal. Studi ini berkontribusi dengan menggeser paradigma dari pendekatan berbasis patologi menuju perspektif berbasis kekuatan dan kesejahteraan, serta memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan dan strategi promotif-preventif kesehatan mental maternal.