Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Hardiness untuk Meningkatkan Sikap Tangguh dalam Menyelesaikan Masalah Joice Mailoa; Aulia Ramdani
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss2.art1

Abstract

ABSTRACT Any changes in the system of an organization could be stressful. Havinghardiness would be important to deal with a problem. This study aims toseek out the effectiveness of hardiness training in improving problemsolving.A quasi-experimental design with one group pretest-post testdesign was applied. There were sixteen employees of variousorganizational divisions enrolled in this study. Data were collected beforeand after the six-session of hardiness training using the Brief COPE scaleand the Dispositional Resilience Scale (DRS-15) developed by Bertone.Results from the Wilcoxon signed-rank test showed that there was nosignificant difference in the attitude of the effectiveness of problem-solvingamong employees before and after training (p>0,05). However, there weredifferences in knowledge of understanding hardiness before and aftertraining. (p=.002, p>0,05). It can be concluded that hardiness trainingcould increase the knowledge about hardiness; but not the attitude towardproblem-solving.ABSTRAKSetiap perubahan dalam sistem organisasi dapat membuat stres bagisebagian orang. Memiliki sifat tahan banting menjadi penting dalammenghadapi suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas pelatihan hardiness dalam meningkatkan pemecahanmasalah. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengandesain one group prates-paskates. Enam belas karyawan dari berbagaidivisi organisasi Yayasan Sosial dilibatkan dalam penelitian ini. Datadikumpulkan sebelum dan setelah enam sesi pelatihan hardinessmenggunakan skala Brief COPE dan Dispositional Resilience scale (DRS-15) yang dikembangkan Bertone. Hasil dari uji Wilcoxon signed rank-testmenunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam sikappemecahan masalah di antara karyawan sebelum dan sesudah pelatihan(p> 0,05). Namun, ada perbedaan pengetahuan dalam memahamihardiness sebelum dan sesudah pelatihan. (p = 0,002, p> 0,05).Disimpulkan bahwa pelatihan hardiness dapat meningkatkanpengetahuan tentang hardiness; tetapi tidak dapat meningkatkan sikaptangguh dalam menyelesaikan masalah.
More Than Just Words Training: Improving Student Organization Effectiveness Aulia Ramdani; Chayrina Ramida Safitri; Frida Zakiyya Harasuna; Amatullah Mutmainna Musyaffa; Fiantika Lasmini; Septiani Cahyaningtyas; Nabila Aulia Rachman; Arindhira Putri Rianto; Muhammad Faiz Hermansyah
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v7i2.22109

Abstract

Miscommunication and a lack of transparency within the university student organization hindered coordination and fuelled internal conflicts. This project aimed to strengthen coordination and reduce conflict by enhancing the interpersonal communication competence of the organization members. After conducting a training needs analysis through questionnaires and interviews, psychology students partnered with HIMAHI to deliver a single session “More Than Just Words” workshop. Twelve student leaders attended four hours of interactive activities—including lecture‐style presentations, Q&A, ice breakers, and focus group discussions—embedded in the Industrial and Organizational Psychology practicum. Participants completed pre- and post-intervention assessments using the Interpersonal Communication Competence Questionnaire, and rated trainer performance via a structured satisfaction survey. Average declarative knowledge scores increased from 75.0% to 81.5%, reflecting an 8.7% gain. In the reaction survey, 75% of participants rated lecture clarity as “very good,” while 67% rated trainer mastery, engagement, and interactivity as “very good.” These outcomes demonstrate measurable improvements in communication knowledge and high participant satisfaction.
Understanding Psychosocial Factors Influencing Subjective Well-Being in Perinatal Mothers: A Systematic Literature Review Nadya Novia Rahman; Ayunda Ramadhani; Aulia Ramdani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i2.26206

Abstract

The perinatal period represents a complex and vulnerable developmental transition characterized by substantial biological, psychological, social, and environmental changes. Maternal subjective well-being during this phase extends beyond the absence of mental disorders and encompasses life satisfaction, positive affect, perceived competence, and meaningful engagement in the maternal role. This study aimed to systematically synthesize psychosocial determinants influencing subjective well-being among perinatal mothers through a systematic literature review approach. Inclusion criteria comprised peer-reviewed English-language journal articles published between 2010 and 2026 that examined intrapersonal, relational, socioeconomic, and environmental determinants among pregnant and postpartum women. Following the PRISMA framework, 17 studies met the eligibility criteria and were included in the final analysis. The findings indicate that emotional regulation, maternal self-efficacy, risk perception, childbirth experience, sleep quality, social support, stigma, socioeconomic conditions, and environmental stressors are key interacting determinants shaping maternal subjective well-being. Furthermore, psychosocial interventions such as psychoeducation, cognitive-emotional regulation-based programs, and digital support platforms demonstrate promising potential in enhancing maternal resilience. The results underscore the importance of adopting an ecological framework integrating individual, relational, and structural dimensions to comprehensively understand maternal well-being. This review shifts the focus from a pathology-oriented perspective toward a strength-based and well-being-centered paradigm and provides important implications for maternal mental health policy development and preventive intervention strategies.Periode perinatal merupakan fase transisi perkembangan yang kompleks dan rentan, ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan yang signifikan. Kesejahteraan subjektif ibu pada masa ini tidak hanya mencerminkan ketiadaan gangguan mental, tetapi juga mencakup kepuasan hidup, afek positif, rasa kompetensi, serta makna dalam menjalankan peran keibuan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis faktor-faktor psikososial yang memengaruhi kesejahteraan subjektif ibu perinatal melalui pendekatan systematic literature review. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal peer-reviewed berbahasa Inggris yang diterbitkan antara 2010–2026 dan meneliti determinan intrapersonal, relasional, sosial ekonomi, serta lingkungan terhadap kesejahteraan subjektif ibu hamil dan postpartum. Proses seleksi mengikuti kerangka PRISMA dan menghasilkan 17 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa regulasi emosi, self-efficacy maternal, persepsi risiko, pengalaman persalinan, kualitas tidur, dukungan sosial, stigma, kondisi sosial ekonomi, serta stresor lingkungan merupakan determinan utama yang saling berinteraksi dalam membentuk kesejahteraan subjektif. Selain itu, intervensi psikososial seperti psikoedukasi, cognitive-emotional regulation, dan dukungan berbasis digital terbukti berpotensi meningkatkan resiliensi maternal. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan ekologi yang mengintegrasikan faktor individual, relasional, dan struktural dalam memahami kesejahteraan ibu perinatal. Studi ini berkontribusi dengan menggeser paradigma dari pendekatan berbasis patologi menuju perspektif berbasis kekuatan dan kesejahteraan, serta memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan dan strategi promotif-preventif kesehatan mental maternal.
MEMBANGUN KEBERHASILAN: PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA PADA PRESTASI AKADEMIK Alin Nisa Andryani; Miranti Rasyid; Aulia Suhesty; Aulia Ramdani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10430

Abstract

This study aims to examine the effect of parental involvement on students’ academic achievement. Academic achievement is an indicator of learning success influenced by various internal and external factors, one of which is parental involvement in supporting students’ learning processes. Although parental involvement has been widely examined among students in general, studies that specifically investigate parental involvement among high-achieving senior high school students remain relatively limited. High-achieving students are important to examine because they have distinct academic characteristics, such as learning independence, high achievement demands, and the need for support that is appropriate to their stage of adolescent development. This study employed a quantitative approach. The subjects were students from a school with high academic achievement in East Kalimantan, with a total sample of 213 students selected using simple random sampling. Data were collected using a Likert scale to measure perceived parental involvement, which included involvement at home, involvement at school, and communication-based involvement. The data were analyzed using simple linear regression. The results showed that parental involvement did not have a significant effect on students’ academic achievement; therefore, the hypothesis of this study was not supported. These findings suggest that among high-achieving senior high school students, parental involvement is not the main predictor of academic achievement, and other factors are presumed to play a more dominant role in influencing students’ academic outcomes. The implication of this study indicates that parental involvement among adolescents needs to be directed more toward emotional support, trust, and the strengthening of learning autonomy, rather than merely direct academic supervision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi akademik siswa. Prestasi akademik merupakan indikator keberhasilan belajar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, salah satunya keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar siswa. Meskipun keterlibatan orang tua telah banyak diteliti pada siswa secara umum, studi yang secara khusus mengkaji keterlibatan orang tua pada siswa SMA berprestasi tinggi masih relatif terbatas. Padahal, siswa berprestasi tinggi penting diteliti karena memiliki karakteristik akademik yang berbeda, seperti kemandirian belajar, tuntutan pencapaian yang tinggi, serta kebutuhan dukungan yang sesuai dengan tahap perkembangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa dari sekolah dengan prestasi akademik tinggi di Kalimantan Timur dengan jumlah sampel sebanyak 213 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi keterlibatan orang tua yang mencakup keterlibatan di rumah, di sekolah, dan berbasis komunikasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik siswa, sehingga hipotesis dalam penelitian ini tidak diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa pada siswa SMA berprestasi tinggi, keterlibatan orang tua bukan merupakan prediktor utama prestasi akademik, sehingga terdapat faktor lain yang diduga lebih dominan dalam memengaruhi capaian akademik siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua pada remaja perlu lebih diarahkan pada dukungan emosional, pemberian kepercayaan, dan penguatan otonomi belajar, bukan hanya pada pengawasan akademik secara langsung.
Pengaruh Cognitive Behavior Therapy dan Tekhnik Relaksasi Terhadap Poskotuwa (Program Stop Merokok Mahasiswa) Lina Marlina; Intan Maya Savitri; Aulia Ramdani; Sri Wahyuningsih
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v3i2.2249

Abstract

Efek langsung rokok yang menyenangkan sangat sulit untuk diatasi, hal ini menyebabkan penghentian secara tiba-tiba tanpa keterampilan tertentu akan menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan CBT (Cognitive Behavior Therapy) yang dipadukan dengan late diet (yang prosedurnya dilakukan setahap demi tahap dan sertai dengan konseling) terhadap penurunan perilaku merokok pada mahasiswa perokok di Universitas Mulawarman. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif eksperiemental. Subjek penelitian adalah mahasiswa perokok di Universitas Mulawarman, Samarinda yang berjumlah 30 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimental. Teknik pengumpulan data menggunakan skala dan teknik analisa data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan cognitive behavior therapy yang dipadukan dengan late diet signifikan dalam menurunkan perilaku merokok.