Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Model Pendidikan Lingkungan Transformatif Berbasis Nilai Sosial Budaya Lokal di Komunitas Pedesaan Furqan, M.
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 1 (2025): PKM UNIVERSITAS NUSA LONBTAR ROTE TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i1.76

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan model pendidikan lingkungan transformatif yang mengintegrasikan nilai sosial budaya lokal di Desa Oelolot, Kabupaten Rote Ndao. Model ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan dilakukan selama 45 hari meliputi survei pendahuluan, koordinasi dengan tokoh masyarakat, diskusi kelompok terarah, penyusunan modul, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan, serta penguatan nilai sosial budaya lokal. Model pendidikan ini diharapkan dapat menjadi alternatif efektif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di komunitas pedesaan.
Akulturasi Budaya Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Masyarakat Desa Batutua Rote Ndao Furqan, M.
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.85

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya dan agama yang kaya, salah satunya tercermin dalam interaksi antara Islam dan budaya lokal. Desa Batutua, Kabupaten Rote Ndao, menjadi salah satu contoh wilayah yang menunjukkan dinamika akulturasi antara kedua unsur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk akulturasi budaya Islam dan budaya lokal dalam tradisi masyarakat Batutua, serta memahami makna simbolik dan nilai keagamaan yang terkandung dalam praktik budaya tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif kajian budaya. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat yang terlibat langsung dalam tradisi adat dan kegiatan keagamaan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi budaya Islam dan budaya lokal berlangsung secara selektif dan adaptif. Bentuk akulturasi terlihat dalam arsitektur Masjid Nurul Iman, ritual kelahiran Keu Laka, prosesi perkawinan, tradisi kematian, dan budaya kumpul keluarga. Nilai keagamaan Islam tidak menghilangkan adat, melainkan memberikan legitimasi moral dan spiritual, sementara tradisi lokal tetap mempertahankan identitas dan simbol kulturalnya. Akulturasi ini juga memperkuat solidaritas sosial dan transmisi nilai antar-generasi. Kesimpulannya, akulturasi budaya Islam dan budaya lokal di Batutua merupakan strategi budaya yang memungkinkan terciptanya harmoni antara adat dan agama, menjaga kesinambungan tradisi, sekaligus memperkaya makna spiritual dalam kehidupan masyarakat.
DINAMIKA SOSIO-ESTETIKA WASTRA NUSANTARA: REKONSTRUKSI HISTORIS DAN TRANSFORMASI MOTIF TENUN IKAT TRADISIONAL NDAO M. Furqan; Yusuf E. Pah
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara historis alur sejarah dan dinamika perkembangan motif tenun ikat tradisional di Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao, dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2024. Fokus kajian diarahkan pada transformasi desain estetika motif akibat penetrasi modernisasi dan tuntutan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap 21 informan (termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan penenun), studi kepustakaan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur sejarah perkembangan motif tenun Ndao melewati beberapa fase penting sepanjang dua dekade terakhir. Masa pra-2000 ditandai dengan pemeliharaan pola klasik menggunakan kapas pintal dan pewarna alami yang terikat kuat pada sakralitas adat. Memasuki dekade 2000-2009, terjadi fase transisi eksperimental dengan diadopsinya benang toko dan pewarna kimia sintetis yang memangkas waktu produksi secara radikal. Pada periode 2010-2019, muncul inovasi fusion motif kontemporer yang merefleksikan kosmologi maritim. Selanjutnya, fase 2020-2024 ditandai dengan lahirnya motif katarsis pasca-pandemi serta dominasi warna pastel monokrom minimalis demi selera pasar urban. Perubahan ini digerakkan oleh pergeseran selera pasar, intervensi pemerintah, pemanfaatan media sosial, kreativitas penenun muda, dan efisiensi bahan baku. Meskipun aspek visual termodifikasi, makna filosofis luhur pada motif utama seperti Analangi, Karoko, Anakapepe, Sagaroro, dan Hua Patitu tetap dipertahankan sebagai benteng identitas budaya lokal etnis Rote Ndao.
DINAMIKA SOSIO-ESTETIKA WASTRA NUSANTARA: REKONSTRUKSI HISTORIS DAN TRANSFORMASI MOTIF TENUN IKAT TRADISIONAL NDAO M. Furqan; Yusuf E. Pah
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara historis alur sejarah dan dinamika perkembangan motif tenun ikat tradisional di Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao, dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2024. Fokus kajian diarahkan pada transformasi desain estetika motif akibat penetrasi modernisasi dan tuntutan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap 21 informan (termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan penenun), studi kepustakaan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur sejarah perkembangan motif tenun Ndao melewati beberapa fase penting sepanjang dua dekade terakhir. Masa pra-2000 ditandai dengan pemeliharaan pola klasik menggunakan kapas pintal dan pewarna alami yang terikat kuat pada sakralitas adat. Memasuki dekade 2000-2009, terjadi fase transisi eksperimental dengan diadopsinya benang toko dan pewarna kimia sintetis yang memangkas waktu produksi secara radikal. Pada periode 2010-2019, muncul inovasi fusion motif kontemporer yang merefleksikan kosmologi maritim. Selanjutnya, fase 2020-2024 ditandai dengan lahirnya motif katarsis pasca-pandemi serta dominasi warna pastel monokrom minimalis demi selera pasar urban. Perubahan ini digerakkan oleh pergeseran selera pasar, intervensi pemerintah, pemanfaatan media sosial, kreativitas penenun muda, dan efisiensi bahan baku. Meskipun aspek visual termodifikasi, makna filosofis luhur pada motif utama seperti Analangi, Karoko, Anakapepe, Sagaroro, dan Hua Patitu tetap dipertahankan sebagai benteng identitas budaya lokal etnis Rote Ndao.