Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Jenny EFISIENSI PENGELOLAAN MODAL PADA BUTIK YURI BABY SHOP DI DESA BAADALE KECAMATAN LOBALAIN unstar Rote; Jenny Tanesib
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 2 Mei (2021): SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI KE-2 TAHUN 2021
Publisher : CV. Jamin Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakang oleh permasalahan frekwensi perputaran modal kerja dan kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan mengalami penurunan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis tingkat perputaran modal kerja rentabilitas ekonomi sebagai ukuran efisiensi modal usaha setiap tahun pada Butik Yuri Baby Shop. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis akan efisiensi pengelolaan modal tersebut, diawali dengan pengumpulan data sekunder berupa laporan rugi laba dan laporan neraca perusahaan dengan sampel tahunan selama 3 tahun yaitu tahun 2015 – 2017. Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis keuangan yaitu ratio perputaran modal kerja dan rentabilitas ekonomi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata perputaran modal kerja dalam satu tahun sebanyak 2,5 kali. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa rata-rata rentabilitas ekonomi setiap tahun sebesar 50,96 %. Secara umum, dengan rentabilitas ekonomi tersebut jika dibandingkan dengan suku bunga bank 24 % per tahun. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pengelolaan modal pada Butik Yuri Baby Shop tergolong cukup efisien oleh karena modal kerja berputar cukup cepat dalam menghasilkan pendapatan dan juga modal yang digunakan mampu menghasilkan keuntungan yang besar di atas bunga bank yang berlaku.
PENGARUH HARGA JUAL DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA DEPOT AIR MINUM AQUARO DI KELURAHAN NAMODALE KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO : Kepuasan Pelanggan Air Galon Isi Ulang Jenny Tanesib; Meysias F.P. Dama
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.98

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian pelanggan belum merasakan kepuasan optimal saat membeli dan mengonsumsi air mineral Aquaro yang diproduksi dan dijual oleh Depot Air Minum Aquaro. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah penelitian adalah seberapa besar pengaruh harga jual dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Depot Air Minum Aquaro di Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga jual dan kualitas pelayanan secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pelanggan serta mengetahui besarnya kontribusi kedua variabel tersebut terhadap kepuasan pelanggan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kepuasan pelanggan sebagai variabel terikat, serta harga jual dan kualitas pelayanan sebagai variabel bebas. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa semakin terjangkau harga jual dan semakin baik kualitas pelayanan, maka tingkat kepuasan pelanggan akan semakin tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 87 responden yang diambil dari total populasi sebanyak 118 pelanggan atau sebesar 73,73%. Data dianalisis menggunakan teknik statistik Regresi Linear Berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga jual dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan baik secara parsial maupun simultan, ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari α = 0,05. Nilai R Square sebesar 0,144 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 14,40% terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan 85,60% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Untuk itu untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, maka perlu ditentukan harga jual secara rational dengan kualitas pelayanan yang prima. Kata kunci : kepuasan pelanggan, harga jual, kualitas pelayanan
PENGARUH HARGA JUAL DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA DEPOT AIR MINUM AQUARO DI KELURAHAN NAMODALE KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO : Kepuasan Pelanggan Air Galon Isi Ulang Jenny Tanesib; Meysias F.P. Dama
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.98

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian pelanggan belum merasakan kepuasan optimal saat membeli dan mengonsumsi air mineral Aquaro yang diproduksi dan dijual oleh Depot Air Minum Aquaro. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah penelitian adalah seberapa besar pengaruh harga jual dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Depot Air Minum Aquaro di Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga jual dan kualitas pelayanan secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pelanggan serta mengetahui besarnya kontribusi kedua variabel tersebut terhadap kepuasan pelanggan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kepuasan pelanggan sebagai variabel terikat, serta harga jual dan kualitas pelayanan sebagai variabel bebas. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa semakin terjangkau harga jual dan semakin baik kualitas pelayanan, maka tingkat kepuasan pelanggan akan semakin tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 87 responden yang diambil dari total populasi sebanyak 118 pelanggan atau sebesar 73,73%. Data dianalisis menggunakan teknik statistik Regresi Linear Berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga jual dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan baik secara parsial maupun simultan, ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari α = 0,05. Nilai R Square sebesar 0,144 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 14,40% terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan 85,60% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Untuk itu untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, maka perlu ditentukan harga jual secara rational dengan kualitas pelayanan yang prima. Kata kunci : kepuasan pelanggan, harga jual, kualitas pelayanan
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PETANI RUMPUT LAUT DI DESA OELUA KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO: Manajemen Jenny Tanesib
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.80

Abstract

Perencanaan laba telah dilakukan oleh sebagian besar petani rumput laut, namun tidak semua menerapkannya berdasarkan analisis Break Even Point (BEP). Akibatnya, perencanaan keuntungan sering dilakukan tanpa dasar perhitungan keuangan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase BEP, volume produksi pada tingkat BEP, serta nilai penjualan pada tingkat BEP yang dicapai petani rumput laut di Desa Oelua, Kecamatan Rote Barat Laut.Variabel penelitian meliputi Break Even Point dan perencanaan laba. Data dikumpulkan dari 30 petani rumput laut melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis keuangan dengan metode BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase BEP yang dicapai petani sebesar 20,48%, sehingga masih terdapat peluang keuntungan sebesar 79,52% di atas titik impas. Volume penjualan rata-rata rumput laut per bulan sebesar 180 kg, sedangkan titik impas tercapai pada penjualan 37,69 kg, sehingga terdapat potensi keuntungan sebesar 142,31 kg di atas BEP. Dari sisi nilai penjualan, rata-rata pendapatan bulanan petani sebesar Rp3.416.833, sedangkan titik impas dicapai pada Rp716.110, sehingga peluang keuntungan di atas BEP mencapai Rp2.700.723. Meskipun para petani telah melakukan perencanaan penjualan dan laba, penerapan BEP sebagai dasar perencanaan belum dilakukan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan dalam analisis keuangan. Oleh karena itu, disarankan agar petani diberikan pelatihan tentang analisis BEP guna meningkatkan kemampuan perencanaan laba secara lebih efektif dan berkelanjutan.
PENGARUH VOLUME KERJA DAN PENDAPATAN TERHADAP TABUNGAN KELUARGA DI KELURAHAN METINA KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO: Manajemen Jenny Tanesib
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.81

Abstract

Rendahnya tingkat tabungan keluarga di Kelurahan Metina diduga disebabkan oleh volume kerja yang terbatas serta tingginya pengeluaran rumah tangga yang mengurangi alokasi pendapatan untuk menabung. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume kerja terhadap pendapatan dan pengaruh pendapatan terhadap tabungan keluarga di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan volume kerja sebagai variabel independen, pendapatan sebagai variabel antara, pengeluaran rumah tangga sebagai variabel moderator, dan tabungan keluarga sebagai variabel dependen. Hipotesis yang diuji adalah bahwa volume kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap tabungan keluarga. Sampel penelitian terdiri dari 41 responden yang diperoleh melalui metode wawancara dan kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara manual menggunakan metode statistik regresi sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan keluarga dengan kontribusi sebesar 58,02%. Artinya, semakin banyak jenis dan jumlah pekerjaan yang dilakukan, semakin besar pendapatan yang diperoleh. Selanjutnya, pendapatan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap tabungan keluarga dengan kontribusi sebesar 66,99%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan yang diterima, meskipun dipengaruhi oleh pengeluaran rumah tangga, semakin besar pula tabungan yang dapat dihimpun oleh setiap keluarga. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar masyarakat meningkatkan produktivitas kerja dan mengelola pengeluaran secara lebih efektif guna mendorong pertumbuhan tabungan keluarga secara berkelanjutan.
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PETANI RUMPUT LAUT DI DESA OELUA KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO: Manajemen Jenny Tanesib
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.80

Abstract

Perencanaan laba telah dilakukan oleh sebagian besar petani rumput laut, namun tidak semua menerapkannya berdasarkan analisis Break Even Point (BEP). Akibatnya, perencanaan keuntungan sering dilakukan tanpa dasar perhitungan keuangan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase BEP, volume produksi pada tingkat BEP, serta nilai penjualan pada tingkat BEP yang dicapai petani rumput laut di Desa Oelua, Kecamatan Rote Barat Laut.Variabel penelitian meliputi Break Even Point dan perencanaan laba. Data dikumpulkan dari 30 petani rumput laut melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis keuangan dengan metode BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase BEP yang dicapai petani sebesar 20,48%, sehingga masih terdapat peluang keuntungan sebesar 79,52% di atas titik impas. Volume penjualan rata-rata rumput laut per bulan sebesar 180 kg, sedangkan titik impas tercapai pada penjualan 37,69 kg, sehingga terdapat potensi keuntungan sebesar 142,31 kg di atas BEP. Dari sisi nilai penjualan, rata-rata pendapatan bulanan petani sebesar Rp3.416.833, sedangkan titik impas dicapai pada Rp716.110, sehingga peluang keuntungan di atas BEP mencapai Rp2.700.723. Meskipun para petani telah melakukan perencanaan penjualan dan laba, penerapan BEP sebagai dasar perencanaan belum dilakukan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan dalam analisis keuangan. Oleh karena itu, disarankan agar petani diberikan pelatihan tentang analisis BEP guna meningkatkan kemampuan perencanaan laba secara lebih efektif dan berkelanjutan.
PENGARUH VOLUME KERJA DAN PENDAPATAN TERHADAP TABUNGAN KELUARGA DI KELURAHAN METINA KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO: Manajemen Jenny Tanesib
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SOSIAL DAN HUMANIORA EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.81

Abstract

Rendahnya tingkat tabungan keluarga di Kelurahan Metina diduga disebabkan oleh volume kerja yang terbatas serta tingginya pengeluaran rumah tangga yang mengurangi alokasi pendapatan untuk menabung. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume kerja terhadap pendapatan dan pengaruh pendapatan terhadap tabungan keluarga di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan volume kerja sebagai variabel independen, pendapatan sebagai variabel antara, pengeluaran rumah tangga sebagai variabel moderator, dan tabungan keluarga sebagai variabel dependen. Hipotesis yang diuji adalah bahwa volume kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap tabungan keluarga. Sampel penelitian terdiri dari 41 responden yang diperoleh melalui metode wawancara dan kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara manual menggunakan metode statistik regresi sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan keluarga dengan kontribusi sebesar 58,02%. Artinya, semakin banyak jenis dan jumlah pekerjaan yang dilakukan, semakin besar pendapatan yang diperoleh. Selanjutnya, pendapatan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap tabungan keluarga dengan kontribusi sebesar 66,99%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan yang diterima, meskipun dipengaruhi oleh pengeluaran rumah tangga, semakin besar pula tabungan yang dapat dihimpun oleh setiap keluarga. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar masyarakat meningkatkan produktivitas kerja dan mengelola pengeluaran secara lebih efektif guna mendorong pertumbuhan tabungan keluarga secara berkelanjutan.