Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Psychocentrum Review

Studi Kasus: Penerimaan dan Penyesuaian Diri Individu Pasca Perceraian Evy Sulfiani Komala; Zainal Abidin
Psychocentrum Review Vol 5, No 1 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.511383

Abstract

Menjalin pernikahan yang harmonis dan bahagia merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh orang dewasa. Namun pada kenyataannya tidak semua pasangan suami istri bisa berakhir bahagia, beberapa diantaranya berakhir dengan perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerimaan dan penyesuaian diri orang dewasa pasca perceraian. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah peserta yang memenuhi kriteria adalah empat orang yang telah bercerai dan belum menikah lagi. Para partisipan yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini diwawancarai menggunakan wawancara semi terstruktur. Data dari penelitian ini akan dianalisis dengan analisis kualitatif menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proses penerimaan yang dialami oleh partisipan. Partisipan yang memutuskan untuk bercerai melalui proses kesepakatan dengan pasangannya dapat mencapai tahap penerimaan. Sementara itu, partisipan yang bercerai hanya melalui kesepakatan sepihak tidak dapat mencapai penerimaan dan cenderung mengalami pengaruh negatif seperti menarik diri, dan menyalahkan diri sendiri atas perceraiannya. Selanjutnya dalam proses penyesuaian, partisipan mampu mengarahkan diri untuk membingkai kondisi perceraian dengan mengembangkan sikap rasional. Selain itu, peserta juga mencoba untuk mengelola pengaruh negatif yang dialami dengan melakukan hobi dan terhubung dengan komunitas sosial sebagai sumber sistem pendukung dan menggunakan keterampilan pengalaman masa lalu sebagai upaya untuk mengatasi konflik yang dialami setelah perceraian.
Studi Kasus Tentang Self-Compassion Pada Individu Dewasa Pasca Perceraian Adyutika Fatmasuri; Zainal Abidin
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.521376

Abstract

Perceraian adalah pemutusan perkawinan yang sah dan bukan sesuatu yang dipersiapkan oleh pasangan, melainkan akibat dari penderitaan dan emosi yang menyakitkan yang dialami oleh pasangan tersebut. Perceraian mempengaruhi kesejahteraan individu, seperti depresi, kesepian, merasa terisolasi, marah, sulit membangun harga diri, bahkan menyalahkan diri sendiri. Self-compassion adalah perasaan positif, yaitu proses pemahaman dan keterbukaan terhadap diri sendiri ketika menghadapi kegagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran self-compassion pada orang dewasa pasca perceraian. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang dewasa yang telah bercerai dan belum menikah lagi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan metode analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengungkapkan tema-tema yang sejalan dengan aspek self-compassion seperti self-kindness, self-judgment, commonhuman, mindfulness, dan over-identification.